Iklan
jump to navigation

Dibuang Sayang : Foto Perbandingan Dimensi Honda BeAT POP eSP ISS vs Si Macan Silver (Tiger Revolution) Maret 16, 2015

Posted by prasetyo676 in Honda, Test Ride.
Tags: , , , , , ,
19 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

BeAT POP vs Tiger tampak depan

Masih terkait dengan artikel sebelumnya, yaitu :
Review Hasil Test Ride Honda BeAT POP eSP ISS – Plus Adu Drag vs Jupiter Z
Nah, kebetulan saat itu BeAT POP eSP ISS diparkir tepat disamping Si Macan Silver (Tiger Revolution 2006). Sambil jepret-jepret si BeAT POP eSP ISS, sekalian saja ambil foto Si Macan Silver di sampingnya, sekedar buat dokumentasi. Daripada dibuang sayang, maka lebih baik diposting saja foto-foto tersebut di artikel ini.

image

BeAT POP vs Tiger tampak samping

Tentu saja ini bukan komparasi head to head, karena memang berbeda genre maupun kelas. Yah, ibarat kakek dan cucunya. πŸ™‚
Tapi gak apalah, mungkin ada sobat pengguna motor sport yg saat ini justru tertarik meminang skutik berdimensi kompak untuk keperluan riding harian. Yah, ibarat kakek dan cucunya. Hehehe..

image

Tampak belakang

Gimana sobat, simple dan compact kan dimensi BeAT POP eSP ISS..
(Prast)

E-mail : prasetyo676@gmail.com

Iklan

Review Hasil Test Ride Honda BeAT POP eSP ISS – Plus Adu Drag vs Jupiter Z Maret 15, 2015

Posted by prasetyo676 in Honda, Test Ride.
Tags: , , , , , , , ,
26 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Melanjutkan artikel sebelumnya, kopdar sekaligus test ride Honda BeAT POP eSP ISS (klik di sini), maka pada kesempatan kali ini akan kita bahas detail reviewnya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Bang Yogas (Kobayogas) yang sudah memberi kesempatan untuk melakukan test ride skutik Honda ini.
Oke langsung saja ke pembahasan utama, cekidoot… πŸ™‚

● Desain

Hal pertama yang kita kita bahas adalah segi desain. Yup, saat pertama kali bertemu dengan sepeda motor, pasti yang tertangkap pertama kali adalah segi tampilan alias desain.
Desain Honda BeAT POP memang terlihat cukup berbeda apabila dibandingkan dengan BeAT eSP. Hal mendasar yang langsung terlihat adalah kontur lekukan body yang cenderung rounded alias membulat, apabila dibandingkan dengan BeAT eSP yang lebih menyiku.

image

BeAT POP eSP ISS

Lampu utama terpisah dari sein. Tentu saja inilah bagian paling mudah untuk membedakan BeAT POP dan BeAT eSP. Posisi sein yang terpisah dengan lampu utama seperti ini, justru membuat nyala sein lebih mudah terlihat oleh pengendara lain.

image

Secara overall, desain BeAT POP eSP ISS ini bisa masuk ke berbagai kalangan usia, maupun jenis gender. Masih pantes juga kok misalnya dikendarai oleh pria macho. Hehehe… πŸ™‚

image

Desain panel speedometer cukup simple, namun informatif sehingga mudah dipantau saat sedang berkendara.
Oiya, sekedar informasi, unit test ride yang kami eksplore saat itu memiliki jarak tempuh 815 kilometer. Tentu saja akan semakinbertambah, seiring penggunaan.

image

Panel speedometer cukup simple namun informatif

● Fitur

Lanjut ke pembahasan selanjutnya, yaitu mengenai fitur yang disematkan pada BeAT POP eSP ISS ini. Fitur ISS (Idling Stop System) sudah menjadi kelengkapan pada unit test ride ini. Fitur tersebut dapat diaktifkan maupun dinonaktifkan melalui switch yang terdapat pada panel setang sebelah kanan. Saat fitur ISS diaktifkan, maka kinerja mesin secara otomatis akan dimatikan apabila kita sedang berhenti selama beberapa saat, misalnya sedang menunggu lampu merah traffic light, atau saat stuck di kemacetan lalu lintas. Hal ini ditandai dengan indikator “A” yang terdapat pada panel speedometer akan menyala berkedip. Begitu kita menarik grip gas, secara otomatis mesin akan langsung menyala dan siap ngacir.

Apabila kondisi jalanan lancar ataupun bagi rider yang tidak terbiasa, maka fitur ISS ini dapat dinonaktifkan dengan memencet switch ke posisi “IDLING”. Saat sesi test ride, fitur ISS ini bekerja sangat lancar, tanpa kendala. Oiya, BeAT POP eSP ISS ini sudah dilengkapi dengan ACG (Alternating Current Generator) sehingga saat men-starter mesin nyaris tanpa suara, mesin langsung menyala. Ya, mirip dengan yang sudah diaplikasikan ke Vario 125.

image

Grip gas pada BeAT POP eSP ISS ini mungkin agak sedikit lebih berat saat dipelintir, apabila dibandingkan dengan versi lama. Yup, grip gas saat ini sudah mengaplikasi sistem “Pull-Push”, yaitu terdapat dua buah kabel gas yang masing-masing berfungsi untuk membuka throttle dan menutup throttle. Dengan mengaplikasi sistem Pull-Push ini, bertujuan agar buka tutup gas bisa lebih responsif. Sistem seperti ini sudah sangat umum diterapkan pada motor sport, misalnya Honda Tiger, Yamaha New Scorpio, dll.

image

Sistem Pull-Push untuk membuka tutup throttle

BeAT POP eSP ISS ini juga dilengkapi dengan rak depan ganda. Dimensinya cukup untuk sekedar menaruh sarung tangan. Selain itu, fitur umum lainnya yang disematkan adalah cover lubang kunci kontak bermagnet, standar samping berpengaman (Side Stand Switch), Parking Brake Lock, Comby Brake System (CBS), serta gantungan barang.

image

Kapasitas bagasi pada BeAT POP eSP ISS ini adalah 11 liter. Cukup untuk sekedar menyimpan jas hujan maupun tas kecil.
Sebagai gambaran seberapa luas bagasi, dapat dilihat pada foto simulasi di bawah ini.

image

Simulasi luas bagasi BeAT POP

● Ergonomi dan Kenyamanan

BeAT POP eSP ISS ini memiliki dimensi panjang 1867 mm x lebar 678 mm x tinggi 1074 mm, jarak sumbu roda 1256 mm, jarak terendah ke
tanah 140 mm, serta bobot 95 kg. Dengan dimensi tersebut, maka cukup cocok digunakan oleh wanita maupun pria yang rata-rata memiliki postur tinggi badan antara 150-165 cm. Namun, bagi saya yang memiliki postur sekitar 171 cm, posisi duduk mesti rada ke belakang, agar dengkul atau lutut tidak mentok ke rak depan. Hal ini ditambah lagi posisi dek yang agak tinggi, karena terdapat battery accu di dalamnya, sehingga posisi kaki lebih menekuk disaat mengendarainya.

image

Dengan postur sekitar 171 cm, posisi lutut sangat dekat ke rak depan

Namun, bagi yang memiliki postur 165 cm ke bawah, ergonomi saat menaiki BeAT POP eSP ISS sangat pas.
Selain itu, busa jok tergolong empuk apabila dibandingkan dengan Vario 125. Tentu saja ini akan menunjang kenyamanan saat digunakan riding dalam waktu yang cukup lama.

image

Ergonomi cukup pas untuk rider dengan postur 150-165 cm

Oiya, tinggi jok alias tempat duduk BeAT POP eSP ISS ini adalah 735 mm, alias lebih rendah 5 mm apabila dibandingkan dengan BeAT eSP yang memiliki tinggi jok 740 mm.

image

Kaki bisa menapak sempurna

● Performa

Lanjut ke performa BeAT eSP ISS ini. Berbekal mesin berkapasitas 108.2 cc, daya maksimum yang dapat dihasilkan adalah 8.68 ps pada 7500 rpm, serta torsi maksimum 9.01 Nm pada 6.500 rpm.
Nah, kebetulan kondisi jalan pada lokasi pengetesan saat menjelang sore lumayan sepi. Akhirnya iseng saja diadakan adu drag antara BeAT POP eSP ISS melawan Jupiter Z tahun 2009 milik kang Ferboes.

Untuk BeAT POP eSP ISS dijoki oleh kang Vandra (Monkeymotoblog) dengan postur 167 cm / 75 kg dan Jupiter Z dijoki langsung oleh pemiliknya, yaitu kang Ferboes (Ferboes.com) dengan postur 163 cm / 54 kg. Jarak yang ditempuh dari start ke finish sekitar 100-an meter.
Oiya, BeAT POP saat itu menggunakan bahan bakar premium, sedangkan sang Jupiter Z pakai Shell Super.
Bagaimana hasilnya…?? Cekidot..

image

Start pun dimulai, dan kang Vandra dengan BeAT POP eSP ISS pun langsung melesat, meninggalkan kang Ferboes dengan Jupiter Z 2009 nya. Alhasil, BeAT POP eSP ISS berhasil unggul di garis finish dengan selisih jarak sekitar 2 meter.
Karena masih penasaran, maka dilakukan lagi drag sesi ke dua. Namun, lagi-lagi hasilnya sama saja.
Yup, harap maklum, meskipun sang Jupiter Z dijoki oleh rider yang lebih ringanbobotnya, namun disinyalir kampas kopling sudah memerlukan peremajaan, agar tarikan lebih nendang lagi

image

BeAT POP eSP ISS unggul sekitar 2 meter di depan

Sebagai tambahan informasi, berdasar pengujian pabrikan BeAT POP mampu berakselerasi dari 0 – 200 meter dalam waktu 12.60 detik, serta top speed 94 km/jam. Mengenai konsumsi BBM sendiri, saya belum sempat mengukur, mungkin nanti Bang Kobayogas yang akan membahasnya. Namun, berdasar klaim pabrikan, konsumsi BBM katanya bisa mencapai 63 km/liter.

● Handling

Lokasi test ride mengitari jalur yang dipenuhi dengan bumper alias polisi tidur, serta beberapa kali melewati gang sempit dan perempatan jalan. Nah, kesempatan bagus nih buat nguji suspensi, rem, serta handlingnya.

Saat melibas polisi tidur, kinerja suspensi tergolong baik, redamannya tergolong moderate. Kinerja rem pun cukup oke. Sistem CBS (Combi Brake System) cukup lumayan membantu. Begitu handle rem kiri ditarik, maka rem depan pun akan ikut aktif meskipun hanya sekian persen saja.

Saat menikung di persimpangan jalan, motor mudah dikendalikan. Selanjutnya, saat bertemu dengan kepadatan jalan di seputar Makaliwe, saya masih mudah mencari celah diantara mobil yang terjebak macet saat itu. Ya, cukup lincah untuk bermanuver di padatnya lalu lintas perkotaan. Selain itu, gas motor yang cukup responsif juga mendukung saat ingin menyalip kendaraan lain yang melaju lebih pelan.

image

Sekian nih sobat, hasil review Honda BeAT eSP ISS, semoga bermanfaat buat nambah referensi bagi yang sedang mengumpulkan informasi seputar skutik compact.
Nah, bagaimana pendapat sobat sekalian? Silahkan share dikolom komentar.
(Prast)

E-mail : prasetyo676@gmail.com

Kopdar Sekaligus Test Ride Honda Beat POP eSP ISS Maret 15, 2015

Posted by prasetyo676 in Honda, Test Ride.
Tags: , , , , ,
15 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Bang Kobayogas, kang Setyawan, kang Ferboes, Prasetyo676, kang Vandra, mas Abid Rifqi

Kelar mandiin Si Macan Silver (Tiger Revolution 2006), saya kemudian bergegas meluncur menuju tempat juragan ikan, kang Ferboes (pemilik warung ferboes.com). Setelah bermacet-macet ria, akhirnya sampai juga ke tempat tujuan sekitar pukul 14.45. Di sana, tentu saja sudah ada kang Ferboes. Selain itu Bang Yogas (kobayogas.com) bersama kang Setyawan juga sudah standby. Mereka datang berboncengan dengan menaiki Honda Beat Pop warna biru yang akan menjadi objek test ride kali ini. Setelah ngobrol-ngobrol selama beberapa saat, selanjutnya saya melakukan test ride sang Beat Pop eSP ISS mengelilingi daerah sekitar Grogol. Setelah itu, sambil menunggu kang Vandra (monkeymotoblog.com), kami melihat-lihat koleksi ikan yang ada di sana. Termasuk melihat ikan raksasa, Arapaima Gigas, wuiih.. gede amat ikannya.. πŸ™‚

Nah tidak lama kemudian, datanglah mas Abid Rifqi yang mengendarai CB 150R SF berwarna putih. Masih sambil menunggu sobat lainnya yang belum datang, eh tiba-tiba ada message via group whatsapp, ternyata kang Vandra nyasar. Akhirnya team gerak cepat langsung bertindak, kang Ferboes langsung tancap gas untuk jemput kang Vandra. Hehehe… πŸ˜€
Kang Vandra datang dengan menggunakan Si Merah, alias Kawasaki ER6N. Hanya berselang beberapa menit, kang Cadoxs juga datang dengan Brio putihnya yang masih gress. Keren uey..

image

Karena penasaran, akhirnya Bang Yogas langsung meminta izin untuk test drive Brio putih milik kang Cadoxs tersebut. Semoga nanti hasil test drive-nya dibuatkan artikel ya. Lumayan, bisa nambah referensi bagi sobat yang saat ini sedang memilih-milih city car yang cocok untuk diboyong ke rumah.

image

Oiya, Honda Beat Pop eSP ISS yang sudah standby dari tadi, akhirnya jadi primadona untuk difoto sekaligus di-test ride. Bahkan sempat diadakan drag race melawan Jupe Sexeh alias Yamaha Jupiter Z kepunyaan kang Ferboes, pada jarak sekitar 100-an meter. Joki Beat Pop eSP ISS adalah kang Vandra. Sedangkan joki Jupiter Z adalah kang Ferboes. Nah untuk pemenangnya, akan dibahas nanti pada artikel review test ride Beat Pop.

image

Nah, bagaimana impresi Beat Pop eSP ISS ini? Serta mampukah melawan Jupiter Z pada drag race 100-an meter? Nantikan ulasan lengkapnya di artikel selanjutnya.
Bagaimana tebakan sobat?
(Prast)

E-mail : prasetyo676@gmail.com

Honda CB400 Super Four, Pesonanya Sanggup Membius Para Loyalis Honda Tiger Sekalipun Februari 4, 2015

Posted by prasetyo676 in Honda, Test Ride.
Tags: , , , , ,
32 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Berawal dari obrolan di group whatsapp dengan para blogger senior, maka timbul inspirasi untuk menulis lagi tentang Honda CB400 Super Four. Yup, moge entry-level bermesin 4 silinder dari Honda Jepang ini ternyata memang masih memiliki pesona tersendiri.
Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa biker (khususnya pengguna Tiger), terungkap antusiasme mereka terhadap sang CB400 Super Four. Mulai dari sobat yang tergabung dalam klub Tiger, hingga biker yang tidak tergabung dalam sebuah klub motor. Bahkan sang Super Four pun sanggup membius seorang blogger senior, Kang Jejen owner MacanTua.com.

Yup, tampilan CB400 Super Four yang beraura neo classic memang sangat pas sebagai pilihan para rider pengguna Honda Tiger yang ingin naik kelas. Style secara umum memang masih serupa dengan sang Tiger. Oleh karena itulah, pesona sang CB400 Super Four sanggup membius para loyalis pengguna Honda Tiger. πŸ™‚
Style neo classic seperti ini memang bukan selera semua orang, namun justru memiliki karakter tersendiri, serta lebih everlasting.
Selain faktor desain, hal tersebut masih ditambah lagi faktor mesin berkonfigurasi inline 4 silinder berteknologi VTEC-nya yang memiliki suara merdu, zwwiiinggg… zwwiiiinggg…
Duh benar-benar bikin ngiler deh… πŸ˜€

image

Sekedar informasi, mulai tahun 1999 CB400 Super Four sudah mengadopsi teknologi VTEC, guna mendapatkan performa yang optimal tetapi konsumsi bahan bakar tetap efisien. Selanjutnya, mulai tahun 2008 sampai dengan sekarang, sistem VTEC di CB400 Super Four sudah berbeda dengan VTEC keluaran pertama. Sejak tahun 2008 tersebut, sistem VTEC memungkinkan klep di tiap silinder hanya berfungsi 2 buah saja, apabila putaran mesin di bawah 6750 rpm pada gigi 1-5. Selanjutnya pada saat mesin bekerja di atas 6750 rpm, maka keempat klep berfungsi serentak. Akan tetapi pada gigi 6, keempat klep tetap berfungsi, baik di rpm rendah ataupun tinggi.
Canggih juga ya sob….

image

Spesifikasi Honda CB400 Super Four secara umum adalah sebagai berikut (tiap generasi bisa terdapat beberapa perbedaan spesifikasi untuk beberapa item) :

Mesin : DOHC inline 4-cylinder, NC42E, 4-stroke, 4 Valve
Sistem pendingin : cairan
Bore x stroke : 55 mm Γ— 42 mm (2.17 in Γ— 1.65 in)
Rasio kompresi : 11.3:1
Tenaga Maksimum : 39 kW (52 hp) @ 10500 rpm
Torsi Maksimum : 38 NΒ·m (28 ftΒ·lb) @ 9500 rpm
Transmisi : 6-speed, wet multi-plate clutch, chain drive

Dimensi :
Panjang : 2040 mm (80 in)
Lebar : 725 mm (28.5 in)
Tinggi : 1.070 mm (42 in)
Jarak sumbu roda : 1.410 mm (56 in)
Tinggi tempat duduk : 755 mm (29.7 in)
Kapasitas tangki bahan bakar : 18 L (4.0 imp gal; 4.8 US gal)

Power yang dihasilkan oleh mesin inline 4 silindernya berkisar antara 52-53 hp, sudah lebih dari cukup untuk digunakan di Indonesia. Torsi sebesar 38 Nm juga sangatlah mumpuni untuk menempuh jalur pegunungan saat digunakan untuk touring.

Harga Pasaran second :
Seperti sudah pernah saya bahas di artikel terdahulu, range harga CB400 Super Four second berkisar mulai dari 30an juta rupiah, sampai dengan 85an juta rupiah untuk tahun 1992 sampai 1998. Harga tersebut tergantung tahun pembuatan, kondisi motor, dan juga kelengkapan surat-surat nya.

image

Setelah melihat desain, spesifikasi, serta dimensi Honda CB400 Super Four tersebut, dapat disimpulkan bahwa moge entry-level dari Honda tersebut dapat menjadi salah satu pilihan tepat bagi para biker yg ingin naik kelas dari motor sport 200-250 cc, khususnya bagi para penggemar motor dengan style neo classic atau retro modern.

image

So, tidak salah apabila pesona CB400 Super Four sanggup membius para loyalis penggemar Honda Tiger. Desain neo classic CB400 Super Four layaknya Honda Tiger saat pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1993. Ditambah lagi mesin inline 4 silinder yang powerful dan bersuara merdu, serta kaki-kaki yang cukup kekar membuatnya memang pantas untuk disukai.

Secara pribadi, saya justru berharap apabila memang ada penerus Honda Tiger, maka konsep desainnya mengacu kepada CB400 Super Four ini. Tentu saja dengan penggunaan kaki-kaki kekar yang membuatnya terlihat gagah dan berwibawa.

Oiya, untuk sejarah dan spesifikasi serta review hasil test ride Honda CB400 Super Four silahkan simak ulasan lengkapnya di sini :

● Honda CB400 Super Four Sangat Cocok Bila Dipasarkan di
Indonesia

● Test Ride dan Review Honda CB400 Super Four, Smooth dan Easy
Riding

Bagaimana menurut pendapat sobat mengenai Honda CB400 Super Four ini? Silahkan share di kolom komentar.
(Prast)

E-mail : prasetyo676@gmail.com

Pecinta Motor Sport Tidak Dibatasi Umur Oktober 16, 2014

Posted by prasetyo676 in General, Honda, Test Ride.
Tags: ,
13 comments

image

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat dan lancar dalam menjalankan aktifitas.
Pangsa pasar motor kategori sport atau biasa disebut motor batangan / laki memiliki progress yg positif. Tidak terkecuali untuk tipe sport full fairing. Semakin banyaknya pilihan, akan mendorong pasar dapat lebih berkembang. Mungkin sobat ingat era kejayaan motor sport 2-tak. Saat itu dari keempat pabrikan Jepang (Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki) memiliki jagoannya masing-masing.
Honda mempunyai NSR 150 R, Yamaha dengan RZ-R dan TZM, Suzuki dengan RGR 150, dan Kawasaki dengan KRR (selanjutnya Ninja 150 RR). Yup, disaat itu motor sport fairing menjadi idaman para biker baik bagi pecinta kecepatan, maupun buat yg sekedar ingin tampil keren.

(lebih…)

Persiapan Test Ride Honda CB400 April 12, 2014

Posted by prasetyo676 in Test Ride.
20 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister. Pada weekend ini saya pergi ke bengkel untuk membetulkan roda belakang motor saya yg bannya sering kempes, karena bocor halus dari celah bibir velg. Bengkel langganan saya bernama Siantar Motor Sport, yg berada di Jl. M. Hasibuan, Bekasi Timur. Bengkel tersebut ahli dalam bidang modifikasi maupun sekedar servis ringan dan berat.
Kebetulan disana terparkir moge keluaran tahun lama, berwarna hitam. Meskipun moge tersebut sudah berumur, dan dijemur di teriknya matahari, tetapi cat masih terlihat mengkilap. Bukti kualitas motor pada saat itu memang cukup bagus.

image

Dah, segini dulu ceritanya. Untuk kelanjutannya, nanti akan dibuatkan artikel secara terpisah, biar gak terlalu panjang yg bikin ngantuk bacanya.. hehehe…
(Prast)

Update : Test Ride Honda CB400 Super Four klik link ini ;
https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/19/test-ride-dan-review-honda-cb400-super-four-smooth-dan-easy-riding/

%d blogger menyukai ini: