jump to navigation

Bingung Pilih Beli Mobil Baru atau Second? Simak Panduannya Mei 23, 2021

Posted by prasetyo676 in Car, General, Informasi Umum, Tips & Tricks, Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
4 comments

BMW Seri 3 E36

Prasetyo676 – Salam penuh semangat.. Sudah lama penulis belum bersua lagi dengan sobat sekalian, semoga di tengah pandemi Covid19 ini kita semua senantiasa diberikan perlindungan dan kesehatan. Aamiin…

Topik bahasan kita kali ini adalah mengenai pertimbangan dalam membeli kendaraan, apakah mau membeli kendaraan baru atau second? Khususnya mobil, karena kompleksitasnya lebih dari pertimbangan membeli motor, maka ini dapat kita jadikan contoh.

Toyota New Rush

Oke, kita bahas saja mengenai pertimbangan apakah lebih prefer membeli mobil baru atau second. Hal-hal utama yang perlu dijadikan pertimbangan adalah sebagai berikut :

1. Budget

Tentu saja budget ini sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan apakah akan membeli mobil baru atau second. Jika budget cukup untuk membeli mobil baru yang di-inginkan / dicita-citakan, maka prefer untuk membeli mobil baru. Tentu saja dengan catatan jika mobil yang di-inginkan tersebut masih dijual dalam kondisi baru.

Mitsubishi Pajero Sport Dakar

2. Kebutuhan

Faktor kebutuhan memiliki peranan penting dalam menentukan apakah akan membeli mobil baru atau second. Misalnya saja butuh mobil hanya untuk digunakan sesekali saja, misalnya hanya saat weekend, atau jika pas sesekali pergi bareng keluarga, maka opsi membeli mobil second boleh dipertimbangkan. Tetapi jika kebutuhan nya adalah untuk menunjang kebutuhan operasional bisnis, kerjaan, atau mencari nafkah yang intensitas pemakaian sangat tinggi, alangkah tepatnya jika memilih membeli mobil baru, karena tidak bisa dipungkiri bahwa mobil baru akan cenderung lebih minim problem terkait kinerja mobil dan tentu saja mengenai perawatannya karena masih dicover garansi.

BMW 318i E30

3. Cita-cita

Nah hal ke 3 ini tidak kalah pentingnya dibanding 2 point pertama. Cita-cita setiap orang tentu saja berbeda beda. Misalnya saja ada seseorang saat masih sekolah sangat menginginkan mempunyai mobil paling top pada masa itu, tetapi belum kesampaian. Begitu saat ini sudah bekerja, mempunyai penghasilan yang cukup, dan sanggup untuk membeli mobil yang di-impikan nya tersebut maka pilihan nya adalah :

Membeli mobil baru jika mobil yang di-inginkan tersebut masih diproduksi sampai saat ini. Misalnya saja dulu jaman masih muda di tahun 1990an ingin memiliki Mitsubishi L300, tetapi kemampuan finansial baru pada saat ini sanggup untuk membeli mobil impian tersebut. Nah, karena Mitsubishi L300 sampai saat ini masih dijual unit baru nya dan secara tampilan juga masih minim perubahan, maka prefer jika membeli unit baru nya saja. Kecuali jika niatnya adalah untuk sekaligus hobby, pengen mengkoleksi versi lawas nya, maka bisa ambil keputusan untuk cari unit second nya saja.

Membeli mobil second, jika mobil yang di-inginkan ternyata sudah discontinue atau berubah model (tidak seperti yang di-inginkan). Contoh dulu saat sekolah menginginkan BMW 318i E30 yang sangat populer pada masa nya, nah saat ini tentu mobil tersebut sudah tidak dijual dalam kondisi baru, alhasil pilihannya adalah membeli mobil tersebut dalam kondisi second.

Kesimpulan :

Selain 3 point yang sudah kita bahas di atas, tentu saja masih ada faktor – faktor pertimbangan lainnya, tetapi paling tidak 3 point tersebut sudah bisa sebagai panduan dasar ketika memutuskan apakah akan membeli mobil baru atau second.

Hal yang paling utama tentu saja jangan terlalu banyak mendang mending, alias terlalu banyak pertimbangan, banyak pembahasan, tetapi tidak beli juga. Hehehe..

Salam, Prast676.

Tips : Cara Mengembalikan Kilap Cat Kendaraan Bermotor Agustus 29, 2015

Posted by prasetyo676 in General, Informasi Umum, Tips & Tricks, Tools and Equipment.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
30 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Kendaraan bermotor baik itu sepeda motor maupun mobil menggunakan lapisan cat pada beberapa bagian body-nya. Seiring berjalannya waktu, setelah terkena terik matahari, debu, air hujan, maupun berbagai kotoran, akan membuat kilap atau kilau cat kendaraan mulai memudar. Cat akan mulai terlihat kusam dan terlihat goresan – goresan halus. Nah, bagaimana cara mengatasinya sebelum bertambah parah?
Simak tips berikut ini.

image

Untuk mengembalikan kilap atau kilau cat kendaraan bermotor, dapat kita lakukan dengan cara poles. Berikut ini langkah-langkahnya :

1. Yang paling utama, siapkan terlebih dahulu alat serta obat poles yang dapat dibeli di toko aksesoris maupun supermarket.

2. Cuci sepeda motor atau mobil dengan shampo khusus untuk kendaraan bermotor.

3. Keringkan air yang masih menempel pada body kendaraan yang akan kita poles.

4. Setelah body kendaraan kering, silahkan lanjutkan dengan langkah poles pertama. Oleskan obat poles pada body kendaraan dan kemudian lakukan polesan dengan kain microfiber. Penggunaan kain microfiber ini bertujuan agar tidak menggores cat saat proses pemolesan cat.
Sebagai contoh obat poles adalah merk SmartWax Smart Polish. Produk tersebut dapat dibeli di toko perkakas semacam ACE Hardware dengan harganya kisaran Rp.179 ribu per botol.

5. Setelah polesan pertama selesai, tunggu sampai hasil polesan benar – benar kering. Polesan pertama ini bertujuan mengangkat noda atau kotoran yang sudah mengerak di cat, serta mengurangi goresan – goresan halus, serta memunculkan kembali warna cat agar lebih segar.

6. Setelah yakin hasil polesan pertama kering, maka kita lanjutkan polesan berikutnya. Polesan ke dua ini bertujuan untuk menjaga kilap lebih awet serta melindungi cat dari debu dan kotoran tidak mudah menempel, sehingga mudah dibersihkan. Obat poles yang bisa digunakan adalah merk SmartWax Smart Sealant yang dijual dengan harga kisaran Rp. 239 ribu per botol. Oiya, tetap gunakan kain microfiber saat melakukan polesan.
Lakukan gerakan memutar dan searah saat memoles.

7. Setelah polesan ke dua ini selesai, silahkan lihat hasilnya. Cat tampak lebih segar dan berkilau. Saat kita memegangnya terasa halus dan licin.

Sebagai contoh hasil polesan, silahkan perhatikan hasil polesan pada Honda Tiger Revolution buatan tahun 2006 berikut ini :

image

image

image

So, dengan langkah sederhana dan mudah untuk dikerjakan, kita bisa mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Cat kendaraan kita kembali berkilau dan siap untuk bersaing dengan motor – motor keluaran terbaru. Gimana sobat tertarik juga untuk mencobanya?
(Prast)

Jok Boncenger KTM RC200 ini Jadi Inspirasi Modifikasi Bergaya Single Seater Tapi Fungsional Mei 18, 2015

Posted by prasetyo676 in General, Informasi Umum, KTM, Modifications, Tips & Tricks.
Tags: , , , , , , , , ,
10 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Bagi para pemilik sepeda motor tipe sport, khususnya full fairing, tentu saja ingin tampilan motornya terlihat lebih sporty dan berpenampilan racy. Nah, salah satu cara agar sepeda motor terlihat lebih sporty atau racy adalah dengan penerapan single seater layaknya motor balap tulen.

Tampilan motor sport yang mengaplikasi model single seater menjadi lebih keren, bergaya MotoGP atau WSBK. Namun, pengaplikasian single seater pada sepeda motor yang digunakan sebagai kendaraan harian ternyata menimbulkan permasalahan juga, yaitu kerepotan jika harus berboncengan dengan seseorang. Yup, cukup repot kan kalau kita mengejar penampilan motor agar lebih keren, tetapi menyusahkan saat digunakan.

image

Mejeng dulu disamping motor keren.

Namun, tidak perlu bingung sobat.. Kini ada langkah jitu untuk menyikapinya.
Solusi ini muncul ketika saya meliput langsung event The 16th Otobursa Tumplek Blek 2015 pada tanggal 9-10 Mei 2015 silam. Yup, tepatnya saat berada pada booth KTM, saya melihat tampilan KTM RC200 yang begitu agresif dan sporty dengan style single seater. Eh, tapi jangan salah kira nih, ternyata KTM RC200 bukanlah menganut style single seater, namun tetap memiliki jok ganda, sehingga tetap dapat digunakan untuk berboncengan.

Secara sekilas kita tidak menemukan adanya jok untuk pembonceng, karena memang bentuk jok belakang sengaja didesain sedemikian rupa sehingga terlihat layaknya single seater.

image

Tampilan jok boncenger sekilas mirip single seater, terlihat sporty dan racy

Kita baru mengetahui bahwa masih terdapat jok untuk boncenger ketika kita menekan bagian buntut KTM RC200 tersebut. Bahan jok tetap empuk dan nyaman untuk pembonceng.

image

Baru ketahuan bahwa sebenarnya jok apabila kita tekan, tetap empuk dan nyaman buat boncenger

So, tampilan jok KTM RC200 ini sepertinya dapat menjadi inspirasi bagi sobat yang menginginkan style single seater layaknya motor balap, namun tetap dapat digunakan untuk berboncengan dengan nyaman.
Silahkan berkolaborasi dengan tukang jok atau modifikator untuk mewujudkan jok boncenger bergaya single seater seperti pada KTM RC200 di atas.
Jadi, selamat mencoba ya sob..
(Prast)

Banjir Menyelimuti Beberapa Wilayah Ibu Kota dan Sekitarnya, Waspadalah Februari 9, 2015

Posted by prasetyo676 in General, Informasi Umum, Tips & Tricks.
Tags: , ,
8 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Sudah sekitar 3 hari nih gak nulis artikel, dikarenakan kondisi kesehatan sedang kurang fit serta ditambah kesempatan menulis sedang tidak memungkinkan.

Dalam 3 hari terakhir ini juga, intensitas hujan khususnya di daerah Jakarta dan sekitarnya cukup tinggi. Nah, seperti biasanya juga, masalah yang timbul adalah banjir. Yup, banjir menyelimuti beberapa wilayah di ibu kota serta beberapa wilayah di sekitarnya.

(lebih…)

Pilih Motor Sport Full Fairing atau Street Bike? Gak Perlu Bingung. Februari 5, 2015

Posted by prasetyo676 in General, Tips & Tricks.
Tags: , , ,
22 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Bagi sebagian biker mungkin masih ada yang galau alias bimbang saat menentukan pilihan antara motor sport tipe full fairing atau street bike. Yup, memang sebuah pilihan yang cukup sulit, karena keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Sebagai contoh, antara Yamaha YZF R15 atau New Vixion Lightning, Honda CBR150R atau CB150R Street Fire, Kawasaki Ninja 250FI atau Z250, Kawasaki Ninja 250RR Mono atau Z250SL? Untuk kelas moge, antara Kawasaki Ninja ZX10R atau Z1000, Honda CBR650 atau CB650F, CBR1000RR atau CB1000R?

Wajar sih kalau bingung, karena semuanya memang keren dan memiliki point penting sesuai kategorinya masing-masing.
Cara paling gampang sih beli aja keduanya. Hehehe…. πŸ™‚
Namun, apabila dana yang tersedia hanya cukup untuk membeli satu motor saja, maka berikut ini pertimbangan yang perlu diketahui saat menentukan pilihan.

● Motor Sport Full Fairing :
1. Cocok bagi biker yang ingin tampil sporty dan berjiwa muda.
2. Cocok bagi biker yang ingin memasang livery racing, misalnya seperti layaknya motor  MotoGP atau Superbike.
3. Cocok bagi biker yang menyukai fun race di sirkuit.
4. Cocok bagi biker yang menyukai motor dengan cornering ability yang mumpuni.
5. Cocok bagi biker yang tidak mempermasalahkan posisi duduk yang lumayan merunduk.

● Street Bike :
1. Cocok bagi biker yang lebih memprioritaskan kelincahan saat melintasi jalanan padat.
2. Cocok bagi biker yang memprioritaskan kepraktisan.
3. Cocok bagi biker pecinta riding dalam durasi yang cukup lama. Misalnya untuk keperluan touring.
4. Cocok bagi biker yang suka membawa boncengan.
5. Cocok bagi biker yang tidak ingin tampil terlalu mencolok tapi masih tetap terlihat keren.

Hal-hal tersebut di atas hanyalah beberapa contoh dasar mengenai point utama antara motor jenis full fairing dan street bike. Apabila sobat ingin menambahkan, silahkan share di kolom komentar.
Semoga berguna sebagai bahan pertimbangan bagi sobat biker yang saat ini masih bingung menentukan pilihan jenis motor yang akan dipinang.
(Prast)

E-mail : prasetyo676@gmail.com

Review Ban Comet T001 dan T008 – Saat Digunakan Melewati Jalanan Aspal, Beton, Kering, Basah, Berpasir, dan Tanah Januari 29, 2015

Posted by prasetyo676 in General, Tips & Tricks, Tools and Equipment.
Tags: , , , , ,
40 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Pada kesempatan kali ini, akan kita bahas mengenai ban. Nah, ban yang dimaksud adalah merk Comet dengan tipe T001 dan T002.
Saya pertama kali mengetahui ban Comet dengan tipe tersebut adalah pada saat event Otobursa di Senayan. Kebetulan dalam event tersebut sedang ditawarkan diskon yang cukup lumayan. Akhirnya saya putuskan untuk menebusnya dengan harga kisaran 800rb-an sepasang. Selain potongan harga, saat itu juga diberikan bonus dua buah kaos dan sticker. Lumayan gan.. hehehe.. πŸ™‚

image

Ban yang saya tebus adalah tipe T001 dengan ukuran 110/70-17 dan tipe T008 dengan ukuran 150/60-17.
Ban tipe T001 saya pasang ke velg depan yg berukuran 2.75Γ—17 inch. Selanjutnya ban tipe T008 saya pasangkan ke velg belakang yang berukuran 3.5×17 inch. Nah, ternyata ban T008 tersebut ukurannya terlalu besar untuk dipasangkan dengan velg ukuran lebar 3.5 inch.
Alhasil bentuk ban saat dipasang jadi seperti donat. Idealnya, untuk ukuran velg dengan lebar 3.5 inch dipasangkan dengan ban berukuran 130/70-17. Yo, wis lah next time saja, pikir saya.

Oiya, ban Comet T001 hanya tersedia ukuran 110/70-17. Sedangkan tipe T008 tersedia ukuran 120/70-17, 130/70-17, 140/60-17 dan 150/60-17.

image

Karena saya kadang suka iseng melakukan burn out, maka tidak perlu menunggu waktu terlalu lama, ban belakang pun menipis compound nya (bagi sobat yang ingin belajar cara burn out, bisa baca artikel ini Tips Burn out). Akhirnya kesempatan untuk ganti ban pada roda belakang dengan ukuran ban yang recommended dengan ukuran velg pun terlaksana. Ban Commet tipe T008 dengan ukuran 130/70-17 pun terpasang dengan sempurna ke velg 3.5 inch. Nah… ini baru oke…. πŸ™‚

Nah, karena ukuran dan velg sudah ideal, maka saatnya saya share review ban tersebut saat digunakan riding.

Ban Comet tipe T001 dan T008 masuk ke kategori touring dengan compound cenderung medium soft, jadi memang didesain untuk melahap kondisi jalan dengan karakter beragam. Kedua tipe tersebut juga memiliki indeks kecepatan dengan kode H, yang berarti masih aman digunakan untuk riding sampai kecepatan 210 km/jam. Hal ini merupakan salah satu point plus apabila dibanding ban dengan merk lain yang harganya setara.

image

β–  Berikut ini adalah hasil review ban Comet T001 dan T008 saat digunakan melewati beberapa kondisi jalan :

Untuk memudahkan penilaian, maka saya sertakan nilai dalam skala 1 sampai 10 point.

1. Jalan Aspal kering : grip ban sangat baik, stabil saat digunakan meski pada kecepatan tinggi, terasa pede buat cornering melibas tikungan. Nilai : 9 point

2. Jalan Aspal basah : grip ban masih baik meskipun melewati jalanan yang basah, bahkan yang ada genangan airnya sekalipun. Nilai : 7.5 point.

3. Jalan Beton kering : grip ban cukup baik, minim gejala sliding saat cornering melibas tikungan. Nilai : 8.5 point.

4. Jalan Beton basah : grip ban masih cukup baik, masih terasa pede meskipun pada saat kecepatan cukup tinggi. Nilai : 7 point.

6. Jalan Aspal atau Beton berpasir kering maupun basah : grip ban lumayan baik, gejala sliding cukup minim. Nilai : 7 point.

7. Jalan Aspal atau Beton yang terdapat tanah kering : grip ban masih selayaknya melewati jalanan yang terdapat pasir, yaitu tergolong cukup baik. Nilai : 7 point.

8. Jalan Aspal atau Beton yang terdapat tanah basah : grip ban terasa berkurang, gejala slip mulai timbul, perlu menjaga ritme saat melakukan pengereman atau cornering. Nilai : 5 point.

9. Jalanan Tanah kering : grip ban masih cukup lumayan untuk ban yang memiliki alur halus (tipe on-road). Nilai : 6 point.

10. Jalan Tanah basah : nah, ini dia tipe jalan yang paling sulit untuk dilalui oleh ban tipe ini. Perlu berhati-hati saat melakukan akselerasi, pengereman, atau saat cornering, karena ban terasa mudah selip.
Hal tersebut bisa jadi karena faktor bentuk alur yang tergolong halus, khas ban untuk keperluan on-road, bukan off-road.. Nilai : 4 point.

image

β–  Reliability ban selama pemakaian :
Ban Comet tipe T001 dan T008 ini cukup tangguh, meskipun tiap hari saya ajak melewati jalan aspal dan beton yang sudah rusak dan bahkan berbatu. Bahkan ban depan tipe T001 yang sudah berusia sekitar 2 tahun pun gak menunjukkan gejala benjol sama sekali. Permukaan ban tetap mulus, sehingga tetap stabil saat digunakan pada kecepatan tinggi. Sedangkan ban belakang tipe T008 juga menunjukkan kualitas seperti halnya roda depan. Mantap juga kualitasnya.

β–  Kesimpulan :
● Ban Comet tipe T001 dan T008 memiliki grip yang bagus untuk melewati jalan aspal maupun beton, kering, basah, maupun berpasir.
● Grip ban akan terasa kurang baik saat melewati jalan tanah yang basah. Tetapi ini lebih karena alur ban yang didesain untuk keperluan on-road.
● Daya tahan dan kualitas ban cukup baik. Tidak benjol meskipun sering digunakan untuk melewati jalanan yang rusak.
● Harga ban masih tergolong terjangkau.

Begitulah hasil review saya terhadap ban Comet T001 dan T008 yang terpasang pada Tiger Revolution yang sering saya sebut “Si Macan Silver” ini. Nah, mungkin beberapa diantara sobat ada yang sedang bingung mencari tipe ban yang akan dipasang pada motor kesayangan? Mungkin review ban Comet T001 dan T008 ini bisa menjadi salah satu referensi, sebelum memutuskan pilihan.
(Prast)

E-mail : prasetyo676@gmail.com

Tips Ampuh dan Mujarab Dalam Menyikapi Kenaikan Harga BBM – Sudah Terbukti, Silahkan Dicoba November 19, 2014

Posted by prasetyo676 in Tips & Tricks.
Tags:
42 comments

image

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat dan lancar dalam menjalankan aktifitas.
Topik yg saat ini sedang hangat adalah mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi. Yup harga bensin Premium naik harga sebesar 2000 rupiah dari awalnya Rp. 6.500,- menjadi Rp. 8.500,- per liter.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh presiden Joko Widodo dan disaksikan oleh wakil presiden Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mendikbud Anies Baswedan, dan sejumlah menteri-menteri dalam bidang ekonomi.
Selain bensin Premium, kenaikan juga diberlakukan untuk bahan bakar Solar dari harga awal Rp. 5.500,- per liter menjadi Rp. 7.500,- per liter. Kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut berlaku mulai pukul 00.00 WIB tanggal 18 November 2014. (lebih…)

Servis Rem dan Ganti Rantai Keteng Si Macan Silver November 9, 2014

Posted by prasetyo676 in General, Honda, Tips & Tricks.
Tags:
7 comments

image

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat dan lancar dalam menjalankan aktifitas.
Pada hari libur ini, tunggangan harian saya Tiger Revolution berwarna silver sedang menjalani operasi di bengkel Jaya Motor di daerah Bekasi Timur. Yup, sudah sekitar 2 minggu terakhir ini Tiger atau Si Macan Silver saya agak kurang fit. Rem depan terasa ngempos dan ketika dilihat pada bagian karet seal pada master rem sudah sobek, yah maklum motor sudah tua, dari awal beli pada tahun 2006 sampai saat ini belum pernah ganti seal master rem depan. Si Macan Silver ini sudah sekitar 11 kali menempuh perjalanan pergi-pulang melintasi jalur Bekasi sampai Yogyakarta, Solo. Serta perjalanan singkat seperti Yogyakarta-Solo, Salatiga, Semarang, Magelang. Untuk daerah Bekasi, Jakarta, dan seputar Jawa Barat juga sudah banyak yg pernah disinggahi. Yup, cukup lumayan jarak yg sudah ditempuh oleh Si Macan Silver ini, menemani kegiatan saya, dalam suasana suka dan duka, panas, dingin, bahkan diterpa hujan badai. Hehehe… Lebay mode on πŸ™‚

(lebih…)

Tips Berkendara Saat Hujan dan Melewati Banjir di Jalan Mei 5, 2014

Posted by prasetyo676 in Tips & Tricks.
Tags: ,
21 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga senantiasa sehat dan lancar dalam menjalankan aktifitas.
Pada akhir-akhir ini hampir tiap hari hujan melanda daerah Bekasi, Cikarang, Jakarta dan Bogor. Bahkan kadang hujan disertai angin kencang dan ditambah genangan air alias banjir di beberapa ruas jalan yg drainasenya kurang bagus.

image

Selanjutnya apa yg perlu dipersiapkan dalam menghadapi cuaca dan kondisi jalan seperti di atas?
Oke, sekedar berbagi tips yg semoga berguna bagi para sobat.
Hal utama yg harus dipastikan adalah kondisi tubuh kita dalam keadaan fit, sebelum riding menggunakan sepeda motor, khususnya dalam keadaan cuaca seperti sekarang ini.

image

Selanjutnya tips apabila kita terpaksa melakukan riding dalam keadaan hujan atau malah menerjang genangan air, alias banjir di jalanan adalah :

1. Pastikan sobat menggunakan riding gear yg mumpuni, gunakan jas hujan yg model setelan atas bawah (bukan model ponco).

image

2. Lebih baik kalau sobat menggunakan sepatu boots khusus untuk naik motor, karena untuk menjaga telapak kaki tetap kering, serta lebih aman saat melintasi genangan air atau jalanan rusak.

image

3. Saat akan melintasi genangan air atau banjir, pastikan ketinggian air masih dalam batas, harus di bawah saluran box air filter, caranya adalah dengan melihat kendaraan yg sudah melintas terlebih dahulu di depan.
Apabila ketinggian air sudah melebihi batas, sebaiknya urungkan niat untuk menerjang banjir, tunggu sampai agak surut atau cari jalan alternative lainnya.

4. Apabila ketinggian air dirasa masih dalam batas aman, dan kita terpaksa menerjang genangan air atau banjir tersebut, sebaiknya kita mengikuti kendaraan di depan, misalnya mobil atau bis, karena air akan tersibak terlebih dahulu oleh kendaraan besar di depan kita tersebut. Tetapi perlu waspada, amati pergerakan kendaraan di depan kita tersebut, jaga jarak aman, agar kalau tiba-tiba terdapat lubang di jalan, kita masih dapat menghindarinya. Untuk mengetahui adanya lubang di jalan, perhatikan pergerakan kendaraan yg berada di depan kita tersebut.

5. Selama melintasi genagan air atau banjir, jaga putaran mesin tetap konstan, jangan terlalu ngebut, karena justru akan membuat air semakin tinggi cipratannya, yg malah berakibat bisa terhisap ke saluran air filter. Selain itu, kalau kita ngebut akan berbahaya, karena dapat mengganggu keseimbangan motor.

Demikian tips singkat saat berkendara dalam keadaan hujan lebat dan melintasi genangan air atau banjir.
Tetap lihat situasi dan kondisi, sebelum kita memutuskan untuk tetap riding dalam keadaan tersebut.
Semoga artikel ini bermanfaat.
(Prast)

Mengurangi Suara Decit di Swing Arm Yamaha Scorpio April 8, 2014

Posted by prasetyo676 in Tips & Tricks.
22 comments

Prast676 – Salam penuh semangat. Kali ini kita sekedar membahas tips ringan saja. Tips ini saya dapatkan dari teman saya yg sudah pernah mengaplikasikannya pada motor Scorpio miliknya. Yup, teman saya yg bernama Bung Anto, sebelumnya mengalami problem dengan suara decitan di area as swing arm motor Yamaha Scorpio nya.
Konstruksi swing arm Yamaha Scorpio dari pabrikan sudah menggunakan sistem suspensi monocross dan bosh swing arm yg berupa bearing bambu.

image

Ilustrasi bearing bambu.

Suara decitan bisa berasal dari link monocross ataupun bosh swing arm. Tetapi, berdasarkan pengalaman menggunakan Scorpio kesayangannya, suara decitan biasanya berasal dari bagian bosh swing arm. Suara itu timbul karena kondisi bearing bambu yg kondisi grease pelumasnya sudah kering. Sebenarnya hal tersebut bisa diatasi dengan memberikan pelumasan lagi, tetapi biasanya gak bertahan lama, karena begitu pelumas tersebut kering, maka suara decitan tersebut muncul lagi.
Apabila brother dan sister menggantinya dengan satu set bearing bambu seperti originalnya lagi, maka harus mengeluarkan sejumlah biaya yg cukup lumayan.
Nah trus gimana dong solusinya untuk menghilangkan suara decitan tadi dengan hemat biaya, tetapi dengan hasil yg cukup efektif?
Tenang saja… Coba brother maupun sister yg juga mengalami suara decitan pada area swing arm Yamaha Scorpio, dapat mengikuti langkah yg sudah dijalani teman saya, Bung Anto tersebut. Tips ini diperoleh Bung Anto dari bengkel X Baru, di daerah Tambun.

image

Solusi yg ditempuh oleh Bung Anto adalah dengan mengganti bearing bambu pada swing arm Yamaha Scorpio nya, dengan bosh swing arm kepunyaan Yamaha F1ZR.
Cekidot tampilan berikut di bawah ini.

image

image

Ilustrasi bosh swing arm Yamaha F1ZR yg digunakan untuk subtitusi bearing bambu kepunyaan Yamaha Scorpio. Bosh arm tersebut terbuat dari bahan sebangsa plastik khusus yg kuat dan tahan gesekan. Warnanya biasanya hitam, coklat, maupun cream.
Harga bosh swing arm kepunyaan Yamaha F1ZR tersebut dapat ditebus di bengkel resmi ataupun bengkel umum, seharga kisaran 45 ribu rupiah. Pada saat bosh gear tersebut dipasangkan ke swing arm Yamaha Scorpio, cuma perlu sedikit penyesuaian saja, yaitu gerinda bagian ujung bosh gear yg sedikit menonjol keluar.

Dengan mengaplikasikan trik tersebut di atas, motor Scorpio punya Bung Anto sudah tidak berdecit lagi sampai saat ini. Oiya, Bung Anto sudah mengaplikasikan trik tersebut selama hampir 2 tahun, dan menurut penuturannya tidak mengalami masalah dengan penerapan hal tersebut.

So, bagi para brother dan sister yg mempunyai Yamaha Scorpio, dan mengalami problem suara berdecit di bagian as swing arm, boleh dicoba trik yg telah diaplikasi oleh Bung Anto tersebut di atas.
Semoga artikel ini bermanfaat.
(Prast)

%d blogger menyukai ini: