Iklan
jump to navigation

Review Diecast Bburago Maserati MC12 Vitaphone Racing #1 Skala 1:43 Mei 14, 2015

Posted by prasetyo676 in Car, Diecast Collection.
Tags: , , , , , , , ,
11 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Jumpa lagi sobat, di prasetyo676.com pada artikel “Diecast Collection “.
Sambil menghabiskan waktu pada libur panjang di akhir pekan ini, mari kita bahas diecast Maserati MC12 Vitaphone Racing skala 1:43 buatan Bburago ini.

image

Diecast Bburago Maserati MC12 Vitaphone Racing ini saya dapatkan dari toko diecast online, yaitu  Citipark Diecast sekitar sebulan yang lalu dengan harga kurang dari 100 ribu rupiah.

Diecast buatan Bburago ini mendapat lisensi resmi dari Maserati. Pada bok nya terdapat official product license sticker Maserati dengan nomor 02090186.

image

Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai review diecast Bburago Maserati MC12 Vitaphone Racing ini, terlebih dahulu kita bahas mengenai mobil aslinya. Yup, Maserati MC12 merupakan mobil sport buatan Maserati yang diproduksi dengan jumlah sangat terbatas, sebagai syarat homologasi agar dapat tampil di kejuaraan FIA GT Championship.

Maserati MC12 hanya diproduksi untuk dijual ke konsumen sejumlah 25 unit pada tahun 2004, dan tambahan 25 unit pada tahun 2005 dengan harga jual tiap unit -nya saat itu adalah €600,000 (Euro).

Maserati mendesain serta membangun MC12 dengan basis chassis Ferrari Enzo Ferrari. Namun dengan hasil final dimensi Maserati MC12 lebih besar (lebih panjang, lebih lebar, serta lebih tinggi) dan nilai hambatan angin yang lebih rendah jika dibandingkan Ferrari Enzo Ferrari.

Maserati MC12 dalam keadaan standard pabrikan memiliki kecepatan tertinggi atau top speed 330 km/jam (205 mil/jam). Catatan tersebut lebih rendah dari Ferrari Enzo Ferrari yang sanggup menggapai top speed 350 km/jam (217.5 mil/jam).

Dalam dunia racing atau balap, prestasi Maserati MC12 ini sangat membanggakan dan sangat disegani para rival nya. Mobil yang dikembangkan dalam rangka kembalinya Maserati di dunia balap, setelah vakum selama 37 tahun ini sanggup menjadi juara sebanyak 40 kali, dari 94 balapan yang diikutinya.
Maserati MC12 meraih 6 kali juara dunia kategori Team (2005-2009 FIA GT, 2010 FIA GT1), serta 2 kali juara dunia kategori konstruktor (2005 FIA GT, 2007 FIA GT), dan 6 kali juara dunia kategori pembalap (2006 Italian GT, 2006-2009 FIA GT, 2010 FIA GT1).
Wow, benar -benar mantap nih prestasi Maserati MC12 dalam dunia balap.

image

Setelah membahas sedikit sejarah tentang Maserati MC12, maka sekarang langsung saja kita bahas tentang diecast Bburago Maserati MC12 Vitaphone Racing skala 1:43 ini.

1. Paket pembelian :
Paket pembelian berupa dus lengkap dengan tatakan diecast bertuliskan Bburago dan Maserati MC12 beserta dengan skala ukurannya 1:43.

image

2. Dimensi :
Dimensi diecast Maserati MC12 Vitaphone Racing ini adalah sekitar  120 mm x 49 mm x 27 mm.

image

3. Detail diecast :
Untuk kategori ukuran diecast skala 1:43 dan harga yang sangat terjangkau, detail diecast Bburago Maserati MC12 Vitaphone Racing ini cukup bagus.
Detail sponsor lengkap dan tersusun rapi pada sekujur body mobil. Tidak ketinggalan replika wiper, antena komunikasi, spion, lampu depan – belakang, bahkan hingga replika rem cakram beserta caliper mungilnya pun ada.

image

4. Finishing diecast :
Segi finishing diecast Bburago Maserati MC12 Vitaphone Racing skala 1:43 ini juga termasuk cukup bagus. Cat lumayan halus. Hanya ada beberapa logo sponsor yang sedikit agak buram, tetapi cukup wajar mengingat dimensi logo yang berikut mungil.

image

Secara keseluruhan, diecast Bburago Maserati MC12 Vitaphone Racing skala 1:43 ini layak dikoleksi bagi para diecast mania, karena prestasi mobil aslinya yang membanggakan dan juga keberadaan diecast dengan tipe serupa cukup jarang di pasaran.

Sebagai pelengkap, silahkan simak gallery foto diecast Bburago Maserati MC12 Vitaphone Racing berikut ini  :

image

image

image

image

image

So, bagaimana menurut pendapat sobat sekalian mengenai diecast Maserati MC12 Vitaphone Racing skala 1:43 buatan Bburago ini?
Selamat berburu ya.. πŸ™‚
(Prast)

Iklan

Review Diecast Bburago Ferrari 250 Testa Rossa Skala 1:43 Mei 9, 2015

Posted by prasetyo676 in Diecast Collection.
Tags: , , , , , , ,
6 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Bburago Ferrari 250 Testa Rossa skala 1:43

Jumpa lagi di prasetyo676.com. Kali ini kita kembali ke “Diecast Collection”.
Pada kesempatan ini, diecast yang akan kita bahas adalah Ferrari 250 Testa Rossa buatan Bburago skala 1:43. Diecast ini prasetyo676 dapatkan dari toko online, Citipark Diecast beberapa minggu yang lalu.
Oke, langsung saja review singkatnya.

image

Harga tergolong terjangkau

1. Harga :
Harga diecast ini tergolong terjangkau tidak lebih dari 100rb. Tetapi, bisa saja suatu saat akan melambung dikarenakan lumayan jarang diecast Ferrari 250 Testa Rossa di pasaran.
Yup, seperti kita ketahui bersama, diecast Ferrari lumayan jarang ditemui di pasaran, apalagi tipe 250 Testa Rossa ini.

image

Moncong mobil yang khas

2. Detail :
Detail diecast ini tidak terlalu wow, namun tergolong lumayan lah buat skala 1:43.

image

Finishing termasuk oke

3. Finishing :
Untuk segi finishing, diecast buatan Bburago ini tergolong oke punya. Yup, cat glossy yang cukup mulus, disertai kepresisian pemasangan logo Ferrari serta list berwarna merah putih pada areal moncongnya.

image

Desain everlasting dan finishing cat bagus

So, diecast Ferrari 250 Testa Rossa skala 1:43 buatan Bburago ini layak menjadi salah satu koleksi, apalagi bagi para pecinta Ferrari.
Sobat tertarik dengan diecast Ferrari 250 Testa Rossa buatan Bburago ini?
Selamat berburu ya.. πŸ™‚
(Prast)

Honda CB400 Super Four, Pesonanya Sanggup Membius Para Loyalis Honda Tiger Sekalipun Februari 4, 2015

Posted by prasetyo676 in Honda, Test Ride.
Tags: , , , , ,
32 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Berawal dari obrolan di group whatsapp dengan para blogger senior, maka timbul inspirasi untuk menulis lagi tentang Honda CB400 Super Four. Yup, moge entry-level bermesin 4 silinder dari Honda Jepang ini ternyata memang masih memiliki pesona tersendiri.
Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa biker (khususnya pengguna Tiger), terungkap antusiasme mereka terhadap sang CB400 Super Four. Mulai dari sobat yang tergabung dalam klub Tiger, hingga biker yang tidak tergabung dalam sebuah klub motor. Bahkan sang Super Four pun sanggup membius seorang blogger senior, Kang Jejen owner MacanTua.com.

Yup, tampilan CB400 Super Four yang beraura neo classic memang sangat pas sebagai pilihan para rider pengguna Honda Tiger yang ingin naik kelas. Style secara umum memang masih serupa dengan sang Tiger. Oleh karena itulah, pesona sang CB400 Super Four sanggup membius para loyalis pengguna Honda Tiger. πŸ™‚
Style neo classic seperti ini memang bukan selera semua orang, namun justru memiliki karakter tersendiri, serta lebih everlasting.
Selain faktor desain, hal tersebut masih ditambah lagi faktor mesin berkonfigurasi inline 4 silinder berteknologi VTEC-nya yang memiliki suara merdu, zwwiiinggg… zwwiiiinggg…
Duh benar-benar bikin ngiler deh… πŸ˜€

image

Sekedar informasi, mulai tahun 1999 CB400 Super Four sudah mengadopsi teknologi VTEC, guna mendapatkan performa yang optimal tetapi konsumsi bahan bakar tetap efisien. Selanjutnya, mulai tahun 2008 sampai dengan sekarang, sistem VTEC di CB400 Super Four sudah berbeda dengan VTEC keluaran pertama. Sejak tahun 2008 tersebut, sistem VTEC memungkinkan klep di tiap silinder hanya berfungsi 2 buah saja, apabila putaran mesin di bawah 6750 rpm pada gigi 1-5. Selanjutnya pada saat mesin bekerja di atas 6750 rpm, maka keempat klep berfungsi serentak. Akan tetapi pada gigi 6, keempat klep tetap berfungsi, baik di rpm rendah ataupun tinggi.
Canggih juga ya sob….

image

Spesifikasi Honda CB400 Super Four secara umum adalah sebagai berikut (tiap generasi bisa terdapat beberapa perbedaan spesifikasi untuk beberapa item) :

Mesin : DOHC inline 4-cylinder, NC42E, 4-stroke, 4 Valve
Sistem pendingin : cairan
Bore x stroke : 55 mm Γ— 42 mm (2.17 in Γ— 1.65 in)
Rasio kompresi : 11.3:1
Tenaga Maksimum : 39 kW (52 hp) @ 10500 rpm
Torsi Maksimum : 38 NΒ·m (28 ftΒ·lb) @ 9500 rpm
Transmisi : 6-speed, wet multi-plate clutch, chain drive

Dimensi :
Panjang : 2040 mm (80 in)
Lebar : 725 mm (28.5 in)
Tinggi : 1.070 mm (42 in)
Jarak sumbu roda : 1.410 mm (56 in)
Tinggi tempat duduk : 755 mm (29.7 in)
Kapasitas tangki bahan bakar : 18 L (4.0 imp gal; 4.8 US gal)

Power yang dihasilkan oleh mesin inline 4 silindernya berkisar antara 52-53 hp, sudah lebih dari cukup untuk digunakan di Indonesia. Torsi sebesar 38 Nm juga sangatlah mumpuni untuk menempuh jalur pegunungan saat digunakan untuk touring.

Harga Pasaran second :
Seperti sudah pernah saya bahas di artikel terdahulu, range harga CB400 Super Four second berkisar mulai dari 30an juta rupiah, sampai dengan 85an juta rupiah untuk tahun 1992 sampai 1998. Harga tersebut tergantung tahun pembuatan, kondisi motor, dan juga kelengkapan surat-surat nya.

image

Setelah melihat desain, spesifikasi, serta dimensi Honda CB400 Super Four tersebut, dapat disimpulkan bahwa moge entry-level dari Honda tersebut dapat menjadi salah satu pilihan tepat bagi para biker yg ingin naik kelas dari motor sport 200-250 cc, khususnya bagi para penggemar motor dengan style neo classic atau retro modern.

image

So, tidak salah apabila pesona CB400 Super Four sanggup membius para loyalis penggemar Honda Tiger. Desain neo classic CB400 Super Four layaknya Honda Tiger saat pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1993. Ditambah lagi mesin inline 4 silinder yang powerful dan bersuara merdu, serta kaki-kaki yang cukup kekar membuatnya memang pantas untuk disukai.

Secara pribadi, saya justru berharap apabila memang ada penerus Honda Tiger, maka konsep desainnya mengacu kepada CB400 Super Four ini. Tentu saja dengan penggunaan kaki-kaki kekar yang membuatnya terlihat gagah dan berwibawa.

Oiya, untuk sejarah dan spesifikasi serta review hasil test ride Honda CB400 Super Four silahkan simak ulasan lengkapnya di sini :

● Honda CB400 Super Four Sangat Cocok Bila Dipasarkan di
Indonesia

● Test Ride dan Review Honda CB400 Super Four, Smooth dan Easy
Riding

Bagaimana menurut pendapat sobat mengenai Honda CB400 Super Four ini? Silahkan share di kolom komentar.
(Prast)

E-mail : prasetyo676@gmail.com

Review Ban Comet T001 dan T008 – Saat Digunakan Melewati Jalanan Aspal, Beton, Kering, Basah, Berpasir, dan Tanah Januari 29, 2015

Posted by prasetyo676 in General, Tips & Tricks, Tools and Equipment.
Tags: , , , , ,
40 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Pada kesempatan kali ini, akan kita bahas mengenai ban. Nah, ban yang dimaksud adalah merk Comet dengan tipe T001 dan T002.
Saya pertama kali mengetahui ban Comet dengan tipe tersebut adalah pada saat event Otobursa di Senayan. Kebetulan dalam event tersebut sedang ditawarkan diskon yang cukup lumayan. Akhirnya saya putuskan untuk menebusnya dengan harga kisaran 800rb-an sepasang. Selain potongan harga, saat itu juga diberikan bonus dua buah kaos dan sticker. Lumayan gan.. hehehe.. πŸ™‚

image

Ban yang saya tebus adalah tipe T001 dengan ukuran 110/70-17 dan tipe T008 dengan ukuran 150/60-17.
Ban tipe T001 saya pasang ke velg depan yg berukuran 2.75Γ—17 inch. Selanjutnya ban tipe T008 saya pasangkan ke velg belakang yang berukuran 3.5×17 inch. Nah, ternyata ban T008 tersebut ukurannya terlalu besar untuk dipasangkan dengan velg ukuran lebar 3.5 inch.
Alhasil bentuk ban saat dipasang jadi seperti donat. Idealnya, untuk ukuran velg dengan lebar 3.5 inch dipasangkan dengan ban berukuran 130/70-17. Yo, wis lah next time saja, pikir saya.

Oiya, ban Comet T001 hanya tersedia ukuran 110/70-17. Sedangkan tipe T008 tersedia ukuran 120/70-17, 130/70-17, 140/60-17 dan 150/60-17.

image

Karena saya kadang suka iseng melakukan burn out, maka tidak perlu menunggu waktu terlalu lama, ban belakang pun menipis compound nya (bagi sobat yang ingin belajar cara burn out, bisa baca artikel ini Tips Burn out). Akhirnya kesempatan untuk ganti ban pada roda belakang dengan ukuran ban yang recommended dengan ukuran velg pun terlaksana. Ban Commet tipe T008 dengan ukuran 130/70-17 pun terpasang dengan sempurna ke velg 3.5 inch. Nah… ini baru oke…. πŸ™‚

Nah, karena ukuran dan velg sudah ideal, maka saatnya saya share review ban tersebut saat digunakan riding.

Ban Comet tipe T001 dan T008 masuk ke kategori touring dengan compound cenderung medium soft, jadi memang didesain untuk melahap kondisi jalan dengan karakter beragam. Kedua tipe tersebut juga memiliki indeks kecepatan dengan kode H, yang berarti masih aman digunakan untuk riding sampai kecepatan 210 km/jam. Hal ini merupakan salah satu point plus apabila dibanding ban dengan merk lain yang harganya setara.

image

β–  Berikut ini adalah hasil review ban Comet T001 dan T008 saat digunakan melewati beberapa kondisi jalan :

Untuk memudahkan penilaian, maka saya sertakan nilai dalam skala 1 sampai 10 point.

1. Jalan Aspal kering : grip ban sangat baik, stabil saat digunakan meski pada kecepatan tinggi, terasa pede buat cornering melibas tikungan. Nilai : 9 point

2. Jalan Aspal basah : grip ban masih baik meskipun melewati jalanan yang basah, bahkan yang ada genangan airnya sekalipun. Nilai : 7.5 point.

3. Jalan Beton kering : grip ban cukup baik, minim gejala sliding saat cornering melibas tikungan. Nilai : 8.5 point.

4. Jalan Beton basah : grip ban masih cukup baik, masih terasa pede meskipun pada saat kecepatan cukup tinggi. Nilai : 7 point.

6. Jalan Aspal atau Beton berpasir kering maupun basah : grip ban lumayan baik, gejala sliding cukup minim. Nilai : 7 point.

7. Jalan Aspal atau Beton yang terdapat tanah kering : grip ban masih selayaknya melewati jalanan yang terdapat pasir, yaitu tergolong cukup baik. Nilai : 7 point.

8. Jalan Aspal atau Beton yang terdapat tanah basah : grip ban terasa berkurang, gejala slip mulai timbul, perlu menjaga ritme saat melakukan pengereman atau cornering. Nilai : 5 point.

9. Jalanan Tanah kering : grip ban masih cukup lumayan untuk ban yang memiliki alur halus (tipe on-road). Nilai : 6 point.

10. Jalan Tanah basah : nah, ini dia tipe jalan yang paling sulit untuk dilalui oleh ban tipe ini. Perlu berhati-hati saat melakukan akselerasi, pengereman, atau saat cornering, karena ban terasa mudah selip.
Hal tersebut bisa jadi karena faktor bentuk alur yang tergolong halus, khas ban untuk keperluan on-road, bukan off-road.. Nilai : 4 point.

image

β–  Reliability ban selama pemakaian :
Ban Comet tipe T001 dan T008 ini cukup tangguh, meskipun tiap hari saya ajak melewati jalan aspal dan beton yang sudah rusak dan bahkan berbatu. Bahkan ban depan tipe T001 yang sudah berusia sekitar 2 tahun pun gak menunjukkan gejala benjol sama sekali. Permukaan ban tetap mulus, sehingga tetap stabil saat digunakan pada kecepatan tinggi. Sedangkan ban belakang tipe T008 juga menunjukkan kualitas seperti halnya roda depan. Mantap juga kualitasnya.

β–  Kesimpulan :
● Ban Comet tipe T001 dan T008 memiliki grip yang bagus untuk melewati jalan aspal maupun beton, kering, basah, maupun berpasir.
● Grip ban akan terasa kurang baik saat melewati jalan tanah yang basah. Tetapi ini lebih karena alur ban yang didesain untuk keperluan on-road.
● Daya tahan dan kualitas ban cukup baik. Tidak benjol meskipun sering digunakan untuk melewati jalanan yang rusak.
● Harga ban masih tergolong terjangkau.

Begitulah hasil review saya terhadap ban Comet T001 dan T008 yang terpasang pada Tiger Revolution yang sering saya sebut “Si Macan Silver” ini. Nah, mungkin beberapa diantara sobat ada yang sedang bingung mencari tipe ban yang akan dipasang pada motor kesayangan? Mungkin review ban Comet T001 dan T008 ini bisa menjadi salah satu referensi, sebelum memutuskan pilihan.
(Prast)

E-mail : prasetyo676@gmail.com

Impresi Fisik dan Riding Position Kawasaki Z250SL Serta Hasil Uji Performa Otomotif – Top Speed 151 km/jam on Speedo Mei 19, 2014

Posted by prasetyo676 in Kawasaki.
Tags: ,
60 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga senantiasa sehat dan diberi kelancaran dalam menjalankan aktifitas.
Pada kesempatan ini kita bahas Kawasaki Z250SL yg merupakan versi naked dari Ninja 250RR Mono.

image

Bahasan kali ini hanya seputar impresi fisik dan ergonomi atau riding position saja. Kawasaki Z250SL memang didesain dengan konsep SL yaitu Slim dan Light, itu tergambar dari penampilannya yg terlihat kompak dan ringan.

Saat Prast 676 melihat secara langsung Z250SL, kesan yg saya dapat adalah sebagai berikut :

I. Impresi fisik dan desain Z250SL :

1. Dimensi motor cukup kecil dan ramping untuk ukuran motor naked sport berkapasitas mesin 250 cc. Bahkan dimensinya boleh dibilang hampir seukuran motor sport 150 cc saja, seperti halnya Yamaha New Vixion Lightning (NVL). Z250SL memiliki bobot 148 kg, panjang 1935 mm, lebar 700 mm, tinggi 1015 mm, serta jarak sumbu roda 1330 mm.

image

2. Desain buntut yg nungging dan slim terlihat sporty dan muncul kesan street fighter. Buntut belakang didesain tanpa behel.

image

3. Lampu depan model single namun tetap terlihat agresif karena berbentuk sudut tajam pada sisi ujung kanan kiri nya. Sekilas agak mirip lampu Yamaha Byson, namun dengan garis sudut yg lebih tajam.

4. Bentuk spion yg oke punya. Untuk urusan yg satu ini, Kawasaki memang jago membuat desain spion yg keren, bisa dilihat pada jajaran moge maupun Ninja 250 FI yg sudah terlebih dahulu dipasarkan.

5. Speedometer model full digital berukuran cukup mungil, serupa dengan yg digunakan oleh Ninja 250RR Mono.

image

6. Ukuran ban tidak terlalu besar, terlihat cukup ideal untuk keperluan riding harian.

7. Sasis tubular teralis yg dilabur warna merah, terlihat kontras dengan warna body nya yg hitam. Inilah yg menjadi point of interest pada Z250SL ini. Sasis warna merah hanya dapat ditemui khusus untuk tipe Z250SL dengan warna body hitam.

image

8. Ukuran knalpot yg panjang memang agak sedikit aneh, tetapi masih cukup enak dilihat. Akan lebih keren dan menambah aura street fighter kalau silencer knalpot dibuat tidak begitu panjang.

image

9. Footsteps boncenger model pipa yg langsung menyatu dengan sasis masih terlihat cukup pantas untuk motor tipe naked sport.

10. Dimensi Kawasaki Z250SL secara keseluruhan sangat pas untuk postur orang Indonesia secara umum.

II. Ergonomi Riding position Z250SL :

1. Tinggi jok sangat bersahabat buat Prast 676 yg memiliki tinggi badan 170 cm. Kedua telapak kaki bisa menapak sempurna ke lantai, malah sampai lutut lumayan nekuk. Sepertinya memang didesain cocok buat orang dengan postur rata-rata di Indonesia dan Asia Tenggara.

image

2. Bentuk setang yg agak lurus membuat badan agak merunduk saat menaikinya. Justru dengan posisi seperti itu akan membuat sang rider lebih sigap saat bermanuver di antara kendaraan lainnya, ataupun saat melibas tikungan. Sisi minus adalah telapak tangan dan lengan akan lebih cepat pegal saat bertemu jalanan macet maupun jika dipakai turing jarak jauh keluar kota.

image

3. Posisi footsteps untuk sang rider agak sedikit ke belakang, mirip dengan motor sport naked pada umumnya. Hal ini akan membuat sang rider lebih percaya diri saat melibas tikungan.

4. Ukuran tangki Z250SL tergolong ideal, pas untuk dijepit kedua paha kita.

image

5. Jok memang agak sedikit tipis, namun masih nyaman untuk diduduki. Untuk jok boncenger dimensinya agak kecil, tetapi masih cukup nyaman dan yg utama adalah tidak membuat sang boncenger merosot ke depan.. πŸ™‚

6. Bobot motor yg cukup ringan untuk motor kelas sport naked 250 cc membuat sang rider dengan mudah menggerakkan motor.

III. Hasil Uji Performa Z250SL :

Karena unitnya yg masih baru, dan harus indent, maka untuk hasil uji performa Z250SL, saya ambil data dari tabloid Otomotif edisi 02:XXIV. Berikut ini hasilnya :

image

Akselerasi :
0-60 km/jam : 3.3 detik
0-80 km/jam : 5.1 detik
0-100 km/jam : 7.6 detik
0-201 meter : 10 detik
0-402 meter : 16 detik
Top speed on Speedometer : 151 km/jam
Top Speed on Racelogic : 141.6 km/jam

Konsumsi bensin :
Pemakaian harian : 25.28 km/liter (bensin oktan 92 / setara Pertamax)

image

Melihat data di atas, akselerasi Z250SL cukup ganas dan top speed termasuk cukup tinggi untuk motor tanpa fairing.
Konsumsi bensin agak lumayan haus, sesuai dengan performa yg ditawarkan. Dengan rasio kompresi mencapai 11.3 : 1, disarankan mengkonsumsi bensin dengan oktan 92 atau lebih.
Dikatakan juga mengenai handling Z250SL yg lincah untuk menembus kepadatan jalan, karena didukung dimensinya yg kompak.

Kesimpulan :

1. Kawasaki Z250SL sangat ideal untuk daily use, karena dimensinya yg kompak dan ringan, serta dibekali mesin yg powerful. Akselerasi cukup ganas dan top speed termasuk cukup tinggi untuk kelas naked bike 250 cc.

2. Secara desain, motor ini terlihat keren dengan sasis tubular teralisnya. Untuk hal yg saya tanggapi hanya bagian silencer knalpot saja yg terlihat sedikit aneh, karena dimensinya yg panjang. Akan lebih garang kalau dimensi silencer dibuat lebih pendek.

3. Kawasaki Z250SL ini sangat ideal buat orang dengan badan slim seperti Prast 676 yg memiliki postur tinggi badan 170 cm. Tetapi masih cocok juga sih buat orang yg posturnya lebih berisi dan berbobot.. πŸ™‚

4. Posisi setang yg agak rendah dan berbentuk lumayan lurus, akan membuat pergelangan tangan dan lengan sang rider cepat pegal saat menghadapi jalanan macet.

image

5. Konsumsi bensin untuk pemakain harian, dengan jalur kombinasi memang agak lumayan haus, yaitu 25.28 km/liter dengan bensin beroktan 92.

6. Kawasaki Z250SL cukup worth to buy bagi biker yg menginginkan motor naked sport berkapasitas 250 cc tetapi berdimensi kompak. Hal tersebut karena dari segi tampilan oke, mesin powerful, dan handling yg lincah.

image

Last, bagaimana menurut sobat sekalian, apakah Kawasaki Z250SL ini sudah sesuai dengan ekspektasi?
Silahkan share pendapat mas bro dan mbak sist pada kolom komentar.
(Prast)

%d blogger menyukai ini: