Iklan
jump to navigation

Kendaraan Bermesin Bensin dan Diesel Dilarang Beredar di tahun 2050. Wah Bagaimana Nasib Petrolhead? Desember 20, 2015

Posted by prasetyo676 in Car, General, Informasi Umum, Motorcycles Technology.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Gas buang dari kendaraan bermotor merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar, sehingga mengakibatkan polusi udara. Dalam gas buang kendaraan bermotor, terdapat kandungan CO2, CO, dan beberapa gas lainnya. Produksi emisi CO2 secara terus menerus juga turut menyumbang peningkatan suhu di bumi, alias pemanasan global.
Oleh karena itu, ada rencana beberapa negara bagian di Amerika dan sejumlah negara di Eropa akan melarang peredaran mobil bermesin konvensional pada tahun 2050.

image

Setidaknya, delapan negara bagian di Amerika Serikat dan empat negara Eropa telah mengutarakan niatnya melarang kehadiran mobil konvensional di wilayahnya. Mereka juga bermaksud menghentikan penjualan mobil bermesin bensin dan Diesel pada 2050.

Seperti dilansir oleh Carscoops pada Senin (14/12/2015), ada sejumlah negara bagian di Amerika Serikat yang telah mengumumkan rencana untuk melarang penjualan mobil berbahan bakar minyak, yaitu Rhode Island, Connecticut, Maryland, Vermont, Massachusetts, New York dan Oregon. Selain itu, beberapa negara di benua Eropa juga memiliki kebijakan serupa, diantaranya adalah Jerman, Inggris, Norwegia, dan Belanda.

Apabila hal tersebut diberlakukan, maka produksi emisi CO2 secara global dapat dipangkas sekitar 40 persen. Efeknya adalah penurunan suhu bumi sehingga dapat mencegah es di Kutub Utara mencair.

Meksipun tujuannya sangat positif, namun payung hukum untuk pelarangan penjualan mobil bermesin konvensional tersebut masih belum jelas, sehingga masih perlu penggodokan secara matang agar tidak mendapat tentangan dari para pabrikan otomotif.

image

Saat ini beberapa produsen otomotif sudah mulai memasarkan kendaraan bermesin hybrid alias kombinasi antara mesin berbahan bakar minyak dengan motor elektrik. Tentu saja hal ini bertujuan ke arah efisiensi dan ramah terhadap lingkungan. Bahkan hypercar sekelas Ferrari LaFerrari dan Porsche 918 pun sudah mengaplikasikan konsep hybrid tersebut. Meskipun lebih ramah lingkungan, tetapi kita masih bisa mendengarkan raungan mesin V12 khas Ferrari yang begitu merdu.
Nah, beberapa produsen juga sudah mengaplikasikan mesin bertenaga listrik pada produk massal nya.
Diantaranya adalah Tesla Model S. Yup, mobil yang mengaplikasi motor elektrik bertenaga 416 bhp (310 kW) dan torsi sebesar 443 ft·lb (600 N·m) ini sudah cukup dikenal oleh para pemerhati otomotif, meskipun baru hadir dari tahun 2012. Kemampuan Tesla Model S tidak perlu diragukan lagi, meskipun bertenaga motor elektrik, tapi kemampuan nya sanggup menyamai mobil – mobil bermesin konvensional berperforma tinggi.

image

Di dunia sepeda motor juga terdapat Zero Motorcycle yang telah memproduksi motor bermesin elektrik berperforma tinggi. Bahkan salah satu sepeda motornya pernah diadu melawan sport car ternama. Akselerasi dari sepeda motor elektrik buatan Zero Motorcycle sanggup menjabani sebuah sport car berperforma tinggi.

image

Meskipun performa mobil maupun sepeda motor bermesin elektrik saat ini sudah tidak diragukan lagi, tetapi ada sesuatu hal yang hilang, yaitu suara deruman khas mobil atau motor berbahan bakar minyak yang tentu saja disukai oleh para petrolhead.
Suara deruman atau lengkingan mesin konvensional dengan konfigurasi V12, V8, atau Inline 6 yang cukup khas tentu saja hilang, digantikan suara halus dari motor elektrik.

Suara mesin V8 khas muscle car Amerika tentu sangat dicintai oleh para petrolhead di seluruh dunia. Kemerduan suaranya tidak bisa digantikan oleh mesin elektrik motor.
Namun, demi kelestarian lingkungan tentu saja suatu saat para petrolhead di seluruh dunia harus menerima kenyataan. Dan mungkin saja pada tahun 2050 apabila larangan peredaran kendaraan bermesin konvensional jadi diberlakukan di beberapa negara Amerika dan Eropa, mindset para pecinta otomotif sudah berubah, tidak lagi mendewakan mesin-mesin konvensional berperforma tinggi dan bersuara merdu. Mereka akan berganti menyukai mesin elektrik bersuara senyap atau sekedar mendengung saat dipacu di kecepatan tinggi. Hehehe.. 🙂

image

Last, sebagai penggemar dunia otomotif, kita harus mendukung perkembangan teknologi yang bertujuan ke arah positif meskipun kita harus rela kehilangan suara khas mesin V8 atau V12 konvensional.
Nah, bagaimana pendapat sobat sekalian? Silahkan share di kolom komentar.
(Prast)

Iklan

Komentar»

1. swallowbiru - Desember 20, 2015

Iseh menangi ora yo?

Suka

prasetyo676 - Desember 20, 2015

Mugo – mugo kang bro.

Suka

2. dimensiontripper - Desember 20, 2015

padahal sih penyumbang emisi gas buang terbesar adalah kentut sapi. mobil sekarang aja sebenarnya udah bisa standar euro 6 yang nyaris zero emission cuma karena di indonesia masih premium/solar biasa minded yang emang jelek buat pembakaran mesin internal combustiom jadinya ya mentok euro 2 atau euro 3 klo dipaksakan…

Suka

prasetyo676 - Desember 20, 2015

Apalagi bus dan truk yg gak kerawat, kalau digas dah kayak cumi ngeluarin tinta. 😀

Suka

3. aganwidodo - Desember 21, 2015

Pertanyaan mendasar: Masih bisa mengalamikah? Umur tak bisa diprediksi…
Mungkin kebaikan untuk anak cucu kita…
Ya Allah… Bicara umur saya jadi speechless. Cuma Allah yg abadi…

Disukai oleh 1 orang

4. Hermawan - MivecBlog.com - Desember 21, 2015

Moga aja nanti akan ditambahkan suara mesin V8 – V12 di mobil2 listrik, pake speaker gitu 😀

Disukai oleh 1 orang

prasetyo676 - Desember 21, 2015

Mungkin nanti sound system berkekuatan 8000 watt khusus buat suara suara khas mesin V8 atau V12 kang. 🙂

Suka

Hermawan - MivecBlog.com - Desember 22, 2015

Huahahaha… ngalahin sound system angkot2… 😀

Disukai oleh 1 orang

prasetyo676 - Desember 22, 2015

Iya kang. Hehehe… 🙂

Suka

5. khsblog - Desember 29, 2015
prasetyo676 - Desember 29, 2015

Silahkan gan… 🙂

Suka

6. vyzex - Januari 7, 2016

Ada juga honda fcx yg pake hidrogen

Yg ngerasain ya anak atau cucu kita nanti. Apakah mereka senang dg raungan v12? Kalo saya sih enggak. (Wong tdk punya).

Disukai oleh 1 orang

prasetyo676 - Januari 9, 2016

Iya mas, era telah berubah.

Suka

7. imotorium - Januari 13, 2016

segalanya bakal wusss hening
..

ujung2nya banyak lakalantas lantaran ngga mendengar ada mobil datang dari belakang

akhirnya kembali ke minyak bumi 😄

http://imotorium.com/2016/01/13/mengenal-varian-bus-hino-bertransmisi-automatic-yang-beredar-di-indonesia/

Disukai oleh 1 orang

prasetyo676 - Januari 13, 2016

Wusss hening tapi kecepatan tinggi, lebih bahaya. Mungkin perlu dikasih suara ya. 🙂

Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: