Iklan
jump to navigation

Test Ride dan Review Honda CB400 Super Four, Smooth dan Easy Riding April 19, 2014

Posted by prasetyo676 in Honda.
trackback

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister. Semoga dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam menjalankan aktifitas.
Masih seputar CB400 Super Four, semoga bro dan sist tidak bosan menyimaknya. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang sudah saya publish beberapa hari yg lalu.
Bagi yg belum baca dapat diakses : https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/12/persiapan-test-ride-honda-cb400/

image

Sekedar review singkat saja, Honda CB400 Super Four adalah moge kelas entry level yang diproduksi oleh Honda di plant Kumamoto, dari tahun 1992 sampai dengan saat ini.
Motor ini tersedia di Jepang, Asia Tenggara dan Australia.
Meskipun begitu, ternyata motor ini juga tersedia dalam kondisi second hand di beberapa negara lainnya.
Di Indonesia lumayan mudah ditemui keberadaan CB400 SF ini, meskipun rata-rata sudah keluaran tahun lama.

Untuk informasi sejarah tiap generasi, spesifikasi, gallery foto, serta harga pasaran CB400 Super Four, dapat dilihat di sini :
https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/18/honda-cb400-super-four/

Honda CB400 Super Four yg saya test ride adalah generasi awal, yaitu model yg diproduksi dalam rentang tahun 1992 sampai dengan1999.
Untuk generasi ini, pada tahun 1994 sempat dilakukan minor change
pada bagian mesinnya, yg bertujuan untuk memperbaiki efisiensi.
Selain itu, dilakukan juga penambahan cluster instrumen baru, yg dilengkapi dengan indikator bahan bakar yg diletakkan pada area tachometer.

Oke, lanjut lagi kita bahas mengenai review dan impresi saya pribadi terhadap CB400 Super Four, setelah melakukan test ride.
Maaf untuk beberapa foto mungkin terlihat kurang tajam, karena merupakan screenshot dari video saat saya melakukan test ride.

Desain
Honda CB400 Super Four yg saya test ride masih kental nuansa motor naked sport tahun 1990an, neo classic. Lampu depan bulat besar, garis body cenderung datar, lampu belakang model kotak dengan dua buah bohlam. Model footsteps pembonceng menyatu dengan footsteps rider, yah sekilas mirip bentuk footsteps Honda Tiger 2000.
Sedangkan untuk bentuk body, sekilas garis desainnya mirip dengan Honda old Megapro 160cc generasi pertama, tetapi dengan dimensi yg jauh lebih besar. Yah, mungkin saja Honda Megapro terinspirasi bentuk CB400 Super Four ini sewaktu proses desain.

image

Model ini mungkin buat sebagian orang dianggap jadul dan kurang menarik, tapi justru disitu lah kelebihannya. Dengan desain konvensional dan sangat sederhana tersebut, justru motor tipe seperti ini everlasting, berkarakter. Bisa masuk ke kalangan umur muda, dewasa, sampai kakek nenek.. hehehe..

image

Motor yg saya test ride ini, meskipun sudah berumur belasan tahun, tetapi cat masih original dan mulus, hanya terdapat sedikit karat pada bagian header dan silencer knalpot saja, yah masih wajar kan motor dah berumur, padahal oleh pemiliknya sering diparkir di halaman bengkel, terkena debu dan dijemur di teriknya matahari.
Kondisi motor ini masih original, hanya bagian spion, setang, klakson, silencer knalpot dan shockbreaker belakang saja yg sudah diganti.

image

Oiya, jangan lupa meskipun motor ini didesain pada era tahun 1990an, motor ini sudah mengadopsi tutup tangki rata, khas tutup tangki motor sport masa kini. Jadi motor Honda jadul ini dah gak pake tutup tangki jendul lagi. Sekedar inter-mezzo, mengenai tutup tangki jendul, sempat membuat perang komentar di blog-blog ternama saat dilaunching Honda CB150SF dan Yamaha New Vixion Lightning.

image

Desain tangki bensin membulat dan terdapat lekukan pada sisi kiri dan kanannya, sehingga nyaman saat dibekap paha.
Kapasitas tangki bensin sebesar 18 liter, terlihat proporsional secara desain, dan kapasitasnya juga cukup ideal buat turing.

image

Ergonomi
Honda CB400 Super Four berdimensi sedang, tidak terlalu besar, tetapi tidak bisa dibilang kecil. Dimensinya adalah sebagai berikut :
Jarak sumbu roda : 1,410 mm (56 in)
Panjang 2,040 mm (80 in)
Lebar 725 mm (28.5 in),
Tinggi 1,070 mm (42 in)
Tinggi tempat duduk : 755 mm (29.7 in)
So, dengan dimensi seperti di atas, moge entry level ini cukup ideal buat rata-rata biker di Indonesia.

image

image

Tinggi tempat duduk yg hanya 755 mm membuat kedua telapak kaki (pakai sepatu) saya dapat menapak sempurna ke aspal, bahkan kaki saya masih sedikit tertekuk. Oiya, saya memiliki tinggi badan 171 cm.
Untuk riding position, dengan kondisi tinggi tempat duduk yg agak rendah, serta posisi setang yg cukup tinggi, membuat posisi badan kita cukup tegak saat mengendarainya. Oiya, Honda CB400 Super Four yg saya test ini kondisi setang sudah diganti versi aftermarket dan ditambah raiser. Setang mudah dijangkau tangan, tanpa harus memajukan posisi badan.

image

Untuk posisi footsteps berada di bawah jok pengendara, sehingga posisi ini membuat sang rider tetap rileks, tetapi sigap saat bermanuver rebah di tikungan. Riding position seperti ini cukup mirip dengan Honda Tiger Revolution Cruiser. Jadi bagi para pengguna Honda Tiger Revolution akan merasa familiar dan cepat beradaptasi saat menunggangi CB400 Super Four.
Tentu saja posisi ini sangat nyaman dan membuat kita tahan berlama-lama riding dengan motor ini saat turing maupun sekedar keliling kota.

image

Finishing
Honda CB400 Super Four memiliki built quality serta finishing yg cukup baik. Sambungan tiap body terlihat rapi serta material yg solid.
Untuk motor yg saya test ride ini, bahkan belum ada bagian body yg kendor. Semua part masih menempel kokoh di posisinya, padahal usia motor dah belasan tahun. Buit quality motor CBU dari Jepang memang harus saya akui mantap.

Performa Mesin
Honda CB400 Super Four yg saya test ride kondisi odometer menunjukkan jarak tempuh 14258 km. Masih tergolong cukup rendah untuk ukuran motor berumur belasan tahun. Yup, memang moge pemakainanya rata-rata tidak setiap hari, karena untuk daily riding lebih pas memakai motor sport berkapasitas kecil atau motor bebek dan matic saja.

image

Kondisi mesin masih kering, belum ada rembesan oli di blok mesinnya, menandakan motor ini cukup terawat.
Sebagai gambaran, spesifikasi mesin Honda CB400 Super Four adalah sebagai berikut :

Mesin : DOHC inline 4-cylinder, 4-stroke, 4Valve/cylinder
Sistem pendingin : Water-cooled
Bore x stroke : 55 mm × 42 mm (2.17 in × 1.65 in)
Rasio kompresi : 11.3:1
Power : 39 kW (52 hp) @ 10,500 rpm
Torque : 38 N·m (28 ft·lb) @ 9,500 rpm

image

image

Langsung saja, ambil kunci kontak, putar kunci kontak ke posisi on, dan tekan tombol electric starter.
Seketika muncul suara halus bergemuruh di moncong knalpotnya, diiringi suara desingan zwiiiiiinggg… dari bagian mesinnya, khas suara mesin 4 silinder inline yg merdu dan padat berisi.
Tunggu beberapa saat agar mesin mencapai suhu idealnya sampai sekitar 2 menit, sambil mendengarkan suara knalpotnya yg merdu.. hehehe. Kompresi mesin yg mencapai 11.3 :1 nampak padat, dan akan optimal kalau dikasih bahan bakar setingkat Pertamax plus, yah minimal Pertamax lah.

image

Yup, setelah dirasa cukup, langsung tarik tuas kopling, kemudian injak presneling, lepas kopling perlahan dan tarik gas sedikit.
Tuas kopling termasuk ringan untuk ukuran motor 400 cc, tidak perlu tenaga ekstra saat kita menariknya.
Motor mulai jalan dengan smooth, tanpa gejala ndut-ndutan.
Motor ini memang cukup smooth di tarikan awal, sehingga cukup nyaman buat berkendara di kondisi lalu lintas yg padat.
Mengenai hal ini, sudah tidak asing lagi, klo Honda memang terkenal jago meracik moge yg easy riding, power delivery yg smooth, sehingga cocok buat sebagain besar rider, bahkan buat pemula yg sedang naik kelas dari motor berkapasitas 250 cc atau di bawahnya.
Penasaran dengan performa aslinya, saya coba betot gas saja, dan saat putaran mesin mencapai sekitar 10000 rpm, badan terasa ditarik dari belakang, serta diiringi suara knalpot dari mesin 4 silindernya yg halus namun melengking merdu.
Saya lakukan shifting di kisaran 12000 rpm, padahal mesin ini masih sangup digeber sampai menembus red line 13000 rpm.
(Note : angka indikator red line maksimum yg tertera di tachometer adalah 15000 rpm).

image

Untuk topspeed belum sempat saya coba, dikarenakan kondisi jalan yg dilalui tidak memungkinkan, banyak lalu lalang kendaraan.
Yah, keep safety aja di jalan, hormati dan hargai pengendara jalan yg lainnya. Sekedar informasi, berdasarkan review beberapa media, topspeed Honda CB400 Super Four dapat mencapai 185 km/jam.
Tentu saja untuk urusan topspeed itu banyak faktor, seperti kondisi jalan, arah angin, kondisi lingkungan, bobot ridernya, dll.

image

Handling
Selanjutnya bagaimana soal handlingnya? Yup, langsung kita bahas saja brother dan sister. Pertama, untuk kondisi melaju di straight di kecepatan rendah sampai cukup tinggi (di atas 100 km/jam), motor ini cukup stabil, tidak ada gejala goyang atau melayang.
Bisa jadi hal ini ditunjang bobot motor yg berkisar 190an kg dan center of gravity yang ideal.

Selanjutnya untuk handling saat melakukan manuver saat menyalip kendaraan lainnya dan pada saat menikung juga tergolong lincah dan stabil. Hal ini terkait dengan jarak sumbu roda (wheelbase) yg 1410 mm. Bandingkan dengan spesifikasi wheelbase Kawasaki Ninja 250 FI yg 1400 mm, cuma beda 10 mm saja, sangat tipis kan. So, kurang lebih bisa jadi gambaran kelincahannya, apalagi CB400 SF model naked bike, tidak terganggu fairing saat ber-manuver.
Handling motor ini juga didukung shockbreaker depan model teleskopik berdimensi cukup besar dan dilengkapi double disc brake di roda depan, sehingga tidak terasa geal geol saat kita melakukan hard braking.

image

Roda belakang berukuran 160 mm, dengan velg 17 inch, dikawal swing arm berbentuk kotak berdimensi besar, dan dilengkapi double shockbreaker, cukup nyaman saat melahap tikungan putar arah.
Sekedar informasi, untuk Honda CB400 Super Four yg saya test ride sudah menggunakan shockbreaker aftermarket merk YSS yg dilengkapi dengan tabung.

image

Konsumsi Bahan Bakar
Untuk konsumsi bahan bakar, saya tidak sempat mengukurnya langsung, tetapi sekedar referensi dari web http://www.bikez.com, untuk CB400 Super Four buatan tahun 2011 yg sudah mengadopsi sistem PGM-FI, dapat mencatatkan 3.23 litres/100 km (31.0 km/liter).
Wah termasuk sangat irit untuk ukuran motor dengan mesin berkapasitas 400 cc, 4 silinder inline, DOHC. Motor saya yg berkapasitas kecil saja, mungkin lebih boros dari catatan di atas.
Tentu saja untuk motor CB400 Super Four yg saya test ride ini lebih boros dari itu, karena masih generasi karburator dan umur motor yg sudah belasan tahun.

Kesimpulan
Setelah mengendarai Honda CB400 Super Four, dapat saya sampaikan impresi saya pribadi terhadap motor ini :
1. Dimensi motor ini cukup ideal untuk biker yg memiliki tinggi badan minimal 168 cm.
2. Bobot motor ini cukup lumayan untuk ukuran motor 400 cc, namun hal tersebut tidak terasa saat sudah kondisi berjalan.
3. Performa motor ini cukup ideal untuk kondisi lalu lintas di Indonesia. Dengan power 52 hp, tidak terlalu besar, tetapi tidak bisa dibilang kecil.
4. Akselerasi awal motor ini cukup smooth di rpm bawah sampai menengah. Tarikan mulai terasa kuat saat mesin mencapai kisaran 10000 rpm.
5. Handling motor cukup baik, tergolong lincah untuk menembus padatnya lalu lintas, dan saat melakukan manuver putar balik atau saat di tikungan.
6. Pengereman motor tergolong cukup pakem, tetapi tidak bisa dibilang pakem banget. Yah, sebut saja kategori sedang lah.
7. Mesin 4 silinder inline menghasilkan suara yg khas, halus dan merdu, sekaligus minim getaran.
8. Riding position cukup nyaman, cocok buat riding di perkotaan atau melintasi jalan luar kota, saat touring.
9. Ideal buat rider yg naik kelas dari motor 200-250 cc ke kelas moge entry level.
10. Desain neo classic yg buat sebagian orang dianggap kuno atau jadul, tapi justru desain seperti itu everlasting, berkarakter, dan cocok untuk rider muda maupun dewasa / berumur.

image

Loh, kok review nya terkesan positif semua ya? Hehehe.. tenang, itu hasil impresi saya pribadi terhadap Honda CB400 Super Four yg saya test ride. Saya hanya menyampaikan apa yg saya ketahui dan rasakan. Mungkin impresi bisa berbeda untuk tester yg lainnya.
So, Honda CB400 Super Four pantas dikasih nilai berapa?
Oke deh, saya kasih nilai 9 dari skala 10, cukup worthy untuk dimiliki. Hanya saja, harga unit baru memang mungkin yg membuat nilai worthy nya berkurang, karena setara harga moge 800 cc merk pabrikan lainnya. Berdasarkan informasi yg pernah saya baca, kalau kita membeli unit baru melalui Importir Umum dapat mencapai 200jt rupiah, tergantung nilai fluktuasi mata uang Yen terhadap Rupiah.

image

Last, saya ucapkan terima kasih kepada Siantar Motor Sport Bekasi, yg telah berkenan meminjamkan motornya untuk saya test ride.
Semoga nantinya berkenan meminjamkan koleksi moge-moge yg lainnya lagi, untuk saya test ride. 🙂
Mohon maaf apabila di beberapa foto, saya tidak memakai helm, itu hanya untuk sesi foto, jangan ditiru. Tetap keep safety riding di jalan raya, gunakan riding gear dan helm saat berkendara.
Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa di artikel selanjutnya.
(Prast)

Photos : prasetyo676.wordpress.com

Iklan

Komentar»

1. grd - April 19, 2014

Helm nya bagus om…hehehe. keren lah seri cb…walau 400cc tp rookie approved, alias boleh dipakai oleh pengendara baru. Itu di luar loh, klo disini lompat dr matic aja bisa lsg pake cc besar alhasil dijalan seruntulan…bukan jago…tp konyol.

Suka

prasetyo676 - April 19, 2014

Hahaha… itu helm spesial.. hihihi..
Iya bro, nih motor cocok buat naik kelas dari 250cc. Tapi klo di sini ya tau sendiri kondisi jalanan kayak apa. Moga kedepannya bisa lebih tertib.

Suka

2. motobikerz - April 19, 2014

good…

Khusus buat penyuka motor trail/adventure
GasGas bakal ramaikan X-OffRoad Racing Series 2014 di Indonesia
http://motobikerz.com/archives/3310

Suka

prasetyo676 - April 19, 2014

Siiip..

Suka

3. Nofgi - April 19, 2014
prasetyo676 - April 19, 2014

Iya mas, klo sekilas di jalan mungkin dikira Megapro dimodif kaki-kaki kekar, tapi begitu dengar suaranya baru sadar klo itu moge… hehehe..

Suka

Nofgi - April 19, 2014

Hahaha .. Yoi bro …
Baru ketahuan di suaranya yg stereo.

Suka

prasetyo676 - April 19, 2014

Kaget deh yg pada dengar suaranya, hehehe…
Makasih dah mampir mas.

Suka

Nofgi - April 19, 2014

Oke bro, salam kenal bro 🙂

Suka

prasetyo676 - April 19, 2014

Sama2 bro, salam kenal dari prsetyo676.

Suka

4. fachruldeanca - April 19, 2014
prasetyo676 - April 19, 2014

Iya mas, suara khas 4 silinder inline, halus, padat berisi.

Suka

fachruldeanca - April 19, 2014

Ziiingg ziinggg sedapp 😀

Suka

prasetyo676 - April 19, 2014

Zwiiinggg… zwiiiinggg bruumm… hehehe..

Suka

5. Mas Odi - April 19, 2014

jossss. nice share mas bro 😀

btw, bagus juga helm virtualnya :mrgreen:

anyway, saya cukup puas sama reviewnya. sudah bisa kebayang. makasih lho mas setyo.

http://odipermana.wordpress.com/2014/04/19/7-rahasia-menarik-ketika-googling-di-google-yang-tidak-begitu-penting/

Suka

prasetyo676 - April 19, 2014

Siiip… makasih feedback nya mas.
Helmnya dapat dipesan di Photoshop terdekat… hehehe…
Makasih kunjungannya mas.

Suka

Mas Odi - April 19, 2014

huahahahahahah 😆

sip. sama2 mas bro 🙂

Suka

prasetyo676 - April 19, 2014

Hehehe… jos.

Suka

6. ABS ½ KOPLINK - April 19, 2014
yudha depp - April 19, 2014

Sekali kali ya kita maafkan saja dah. Test ride cuma bentar doang kok.

Suka

prasetyo676 - April 20, 2014

Iya Bang Yudha, makasih permintaan maafnya dikabulkan. Keep safety, Helm wajib pakai klo riding di jalan.

Suka

prasetyo676 - April 20, 2014

Hehehe… jangan ditiru itu, sudah saya kasih himbauan di artikel.
Hanya untuk pemotretan saja, hehe..
Makasih mas, dah mampir.

Suka

7. yudha depp - April 19, 2014

Suaranya pasti stereo banget tuh. Ngomong-ngomong knalpot cuma sebiji ya. Kirain kiri kanan

Suka

prasetyo676 - April 20, 2014

Iya bang Yudha, suaranya stereo, knalpot cuma sebiji aja silencernya. Tapi kadang ada yg dimodif jadi dua, kiri kanan.

Suka

8. Kobayogas - April 20, 2014

Kalau dibikin dua seri pasti lebih asyik…kalau kepanjangan bikin pengen buru2 kebawah…padahal bahasanya enak dibaca… Hehehe

http://kobayogas.com/2014/04/20/ganti-selang-radiator-throttle-mesin-tetap-adem/

Suka

prasetyo676 - April 20, 2014

Iya bang Kobay, artikel jadi panjang banget. Nanti klo ada test ride lagi deh dibikin ber seri.. hehehe..
Makasih bang dah mampir.

Suka

Kobayogas - April 20, 2014

Sippp sama sama… Hehehe…kalau rider tasik dah protes tuh, artikel curhat katanya wkwkkw

Suka

prasetyo676 - April 20, 2014

Hehehe… siip bang.

Suka

9. cumigondrong - April 20, 2014

Ini yg deket kampus itu yah..itu hengkel ya kang? Kirain tempat ngumpul anak megapro
Pliss..kalo nemu cbr2500rr 4cyl kasih review jg kang

Suka

prasetyo676 - April 20, 2014

Iya mas, dekat kampus. Itu bengkel modif dan servis. Tapi memang banyak motor dititipin disana, ngantri buat dimodif, jadi kelihatan kayak tempat tongkrongan.
Siip, klo ketemu unitnya ya. CBR250RR yg 4 silinder, salah satu motor legend, suaranya kayak Formula 1, bisa hampir 20000 rpm.

Suka

10. salapan tilu - April 21, 2014

motor impian mas brooo heheheeeee……

Suka

prasetyo676 - April 22, 2014

Semoga kesampaian punya bro.. aamiin..

Suka

11. bikerkampung86 - April 22, 2014

waalaaah…… helm nya mana itu masbro 🙂

Suka

prasetyo676 - April 22, 2014

Hehehe,.. sudah minta maaf di artikelnya mas.
Makasih dah mampir.

Suka

bikerkampung86 - April 22, 2014

Heheheheehehehe…… 🙂
Iya sama2 masbro
Salam satu aspal

Suka

prasetyo676 - April 22, 2014

Salam satu aspal. Siip..

Suka

bikerkampung86 - April 22, 2014

Siippp……. 🙂

Suka

12. tnr - April 22, 2014

mantap jga om reviewnya

Suka

prasetyo676 - April 22, 2014

Maksih mas..
Makasih mas dah mampir mas.

Suka

13. Rudyyono - April 22, 2014

Joss kang, bikin kepingin aja, mmg sy jg dah lama kepingin motr 250-400cc yg 4 cylinder naked, tp trnyata hrganya selangit, ada Suzy Bandit 4 cylinder yg cmn shrga 30-40jt, tp gak ada surat2nya…. akhirnya plih mobil aj yg jelas 4 cylinder inline 1300cc

Suka

prasetyo676 - April 22, 2014

Joss juga itu lho, malah 1300cc, 4 silinder, 4 roda.. lebih gede malahan..
Klo mogesecond range 30jtan memang kebanyakan no paper mas.
Mudah 2 an bisa kebeli moge 4 silinder yg lengkap surat 2nya.. aamiin..

Suka

14. TNR - Mei 3, 2014

mantappp mas, sy udah ngidam bgt ni motor, tpi klo beli angka di range 30 an no paper lg, pngen cari yg full susah yaa. pngen mersakan desingan 4 silinder mas 😀

Suka

prasetyo676 - Mei 3, 2014

Iya mas, mesin 4 silinder dengan desingan suaranya memang bikin ngidam.
Klo yg full paper memang masih tinggi harganya mas.Klo sekarang no paper aja dah 30an jt.
Semoga nanti bisa kebeli mas.. aamiin..
Terima kasih dah mampir.

Suka

15. wil - Mei 27, 2014

Btw spare part nya gimana sih cara carinya? apalagi yg usia nya uda uzur. Moge ada gak sih part KW nya?
Bahas juga dong moge “sejuta umat” bandit 400..

Suka

prasetyo676 - Mei 28, 2014

Kalau melihara moge lawas, memang seni nya di perawatan. Kalau spare part bisa cari di bengkel-bengkel moge maupun cari info di komunitas, tetapi memang belum tentu semua yg kita cari ready stock. Untuk beberapa part bisa kanibal dengan motor lainnya, bahkan di bengkel yg kreatif ada yg bisa mengganti part kepunyaan motor lokal yg beredar di sini. Meskipun begitu, karena pemakaian moge yg gak se-intensif motor kecil, maka usia part cenderung lama, awet mas. Untuk bandit memang populasinya termasuk banyak dan mudah ditemui. Mudah 2an bisa mereview nya.
Makasih mas dah mampir.

Suka

16. Iwan - Juli 21, 2014

bro, apakah tahu dimensi tangki CB 400 itu berapa? makasih sebelumnya

Suka

prasetyo676 - Agustus 1, 2014

Dimensi dalam millimeter belum pernah ngukur mas.
Tapi kalau kapasitas tangki 18 Liter.
Makasih juga mas Iwan dah mampir.

Suka

17. verial - Juli 24, 2014

mas pras, cb400 uwenak bgt alias mak nyuuuusssss…. sy udah make 3 taunan n spare nya g susah2 amet kok….. bahkan ada sbagian spare part yg sama dgn motor2 di indonesia misalnya aja kabel speedometernya sama dgn honda supra dll…..

Suka

prasetyo676 - Agustus 1, 2014

Wah mantap nih mas. CB400 yg tahun berapa mas?
Makasih testimoni pakai CB400 nya, dan sudah berkenan mampir ke blog ini.

Suka

18. fanfan - November 16, 2014

mas,kabel speedonya apa sama dngn punya supra?

Suka

prasetyo676 - November 16, 2014

Belum memperhatikan secara detail kode pada kabel speedo nya, tapi sepertinya mirip sih.

Suka

19. danisubject - Desember 15, 2014

wuuuuum wuuuum …. 😀 4 silin ,aku pernah nya bandit 400 e

Suka

prasetyo676 - Desember 15, 2014

Bandit 400 saingannya CB400 ini mas. Suaranya sama2 merdu, khas 4 silinder.

Suka

danisubject - Desember 15, 2014

jelas , tapi bandit ga ane geber ,,, padahal kalo bandit di geber juga ada sistem vc mirip vtec , kalo cb super four vtec tiap 8rb rpm atau 6 rb bakal berubah suara 😀 suara ngeri .. pengen ngerasain suara berubah itu huhuhu

Suka

prasetyo676 - Desember 15, 2014

Klo pas nyoba waktu itu, malah kayak kedengeran suara seperti mendesing gitu. Jadi pengen punya. Hehehe… 🙂

Suka

20. gazmig - Januari 4, 2015
prasetyo676 - Januari 4, 2015

Buat riding seminggu sekali juga oke mas. Hehehe…
Makasih nih dah mampir..

Suka

21. Honda CB400 Super Four, Pesonanya Sanggup Membius Para Loyalis Honda Tiger Sekalipun | prasetyo676.com - Februari 4, 2015

[…] Test Ride dan Review Honda CB400 Super Four, Smooth dan Easy […]

Suka

22. dymasarya - November 3, 2015

Mas, mau tanya itu shock belakangnya yss tipe apa ya?

Suka

prasetyo676 - November 3, 2015

Makasih mas dah mampir ke blog prasetyo676.
Maaf mas, Untuk shock nya nya saya gak hapal itu YSS tipe apa mas.

Suka

23. lamno - November 17, 2015

bekasi banget ini,…
harganya berapaan ya?

Suka

prasetyo676 - November 18, 2015

Harganya gelap mas. Kalau surat lengkap second kisaran 70jt an. Kalau beli baru lewat Importir Umum sekitar 200jt an. Kalau cuman STNK bantuan kondisi second kayaknya 36jt an.

Suka

24. Andri - April 26, 2016

Kalo misalkan mau belinya di indo dimana ya mas yg surat2nya lengkap juga hehe

Suka

prasetyo676 - April 26, 2016

Harus sabar mencari mas, memang agak susah mencari unit yang surat nya lengkap.

Suka

25. andy - Juni 7, 2016

motor idaman

Disukai oleh 1 orang

prasetyo676 - Juni 8, 2016

Sama mas. Hehehe.. 🙂

Suka

26. aswa - Juni 22, 2016

siap mas pras, …sukses selalu utk artikel nya juga ya…

Disukai oleh 1 orang

prasetyo676 - Juni 23, 2016

Makasih banyak mas. 🙂

Suka

27. prasetyo batam - Mei 24, 2017

Mas beda nya cb 400 type S ama yg vitec apa aja ya ?

Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: