Iklan
jump to navigation

Honda CB400 Super Four, Pesonanya Sanggup Membius Para Loyalis Honda Tiger Sekalipun Februari 4, 2015

Posted by prasetyo676 in Honda, Test Ride.
Tags: , , , , ,
32 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.

image

Berawal dari obrolan di group whatsapp dengan para blogger senior, maka timbul inspirasi untuk menulis lagi tentang Honda CB400 Super Four. Yup, moge entry-level bermesin 4 silinder dari Honda Jepang ini ternyata memang masih memiliki pesona tersendiri.
Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa biker (khususnya pengguna Tiger), terungkap antusiasme mereka terhadap sang CB400 Super Four. Mulai dari sobat yang tergabung dalam klub Tiger, hingga biker yang tidak tergabung dalam sebuah klub motor. Bahkan sang Super Four pun sanggup membius seorang blogger senior, Kang Jejen owner MacanTua.com.

Yup, tampilan CB400 Super Four yang beraura neo classic memang sangat pas sebagai pilihan para rider pengguna Honda Tiger yang ingin naik kelas. Style secara umum memang masih serupa dengan sang Tiger. Oleh karena itulah, pesona sang CB400 Super Four sanggup membius para loyalis pengguna Honda Tiger. 🙂
Style neo classic seperti ini memang bukan selera semua orang, namun justru memiliki karakter tersendiri, serta lebih everlasting.
Selain faktor desain, hal tersebut masih ditambah lagi faktor mesin berkonfigurasi inline 4 silinder berteknologi VTEC-nya yang memiliki suara merdu, zwwiiinggg… zwwiiiinggg…
Duh benar-benar bikin ngiler deh… 😀

image

Sekedar informasi, mulai tahun 1999 CB400 Super Four sudah mengadopsi teknologi VTEC, guna mendapatkan performa yang optimal tetapi konsumsi bahan bakar tetap efisien. Selanjutnya, mulai tahun 2008 sampai dengan sekarang, sistem VTEC di CB400 Super Four sudah berbeda dengan VTEC keluaran pertama. Sejak tahun 2008 tersebut, sistem VTEC memungkinkan klep di tiap silinder hanya berfungsi 2 buah saja, apabila putaran mesin di bawah 6750 rpm pada gigi 1-5. Selanjutnya pada saat mesin bekerja di atas 6750 rpm, maka keempat klep berfungsi serentak. Akan tetapi pada gigi 6, keempat klep tetap berfungsi, baik di rpm rendah ataupun tinggi.
Canggih juga ya sob….

image

Spesifikasi Honda CB400 Super Four secara umum adalah sebagai berikut (tiap generasi bisa terdapat beberapa perbedaan spesifikasi untuk beberapa item) :

Mesin : DOHC inline 4-cylinder, NC42E, 4-stroke, 4 Valve
Sistem pendingin : cairan
Bore x stroke : 55 mm × 42 mm (2.17 in × 1.65 in)
Rasio kompresi : 11.3:1
Tenaga Maksimum : 39 kW (52 hp) @ 10500 rpm
Torsi Maksimum : 38 N·m (28 ft·lb) @ 9500 rpm
Transmisi : 6-speed, wet multi-plate clutch, chain drive

Dimensi :
Panjang : 2040 mm (80 in)
Lebar : 725 mm (28.5 in)
Tinggi : 1.070 mm (42 in)
Jarak sumbu roda : 1.410 mm (56 in)
Tinggi tempat duduk : 755 mm (29.7 in)
Kapasitas tangki bahan bakar : 18 L (4.0 imp gal; 4.8 US gal)

Power yang dihasilkan oleh mesin inline 4 silindernya berkisar antara 52-53 hp, sudah lebih dari cukup untuk digunakan di Indonesia. Torsi sebesar 38 Nm juga sangatlah mumpuni untuk menempuh jalur pegunungan saat digunakan untuk touring.

Harga Pasaran second :
Seperti sudah pernah saya bahas di artikel terdahulu, range harga CB400 Super Four second berkisar mulai dari 30an juta rupiah, sampai dengan 85an juta rupiah untuk tahun 1992 sampai 1998. Harga tersebut tergantung tahun pembuatan, kondisi motor, dan juga kelengkapan surat-surat nya.

image

Setelah melihat desain, spesifikasi, serta dimensi Honda CB400 Super Four tersebut, dapat disimpulkan bahwa moge entry-level dari Honda tersebut dapat menjadi salah satu pilihan tepat bagi para biker yg ingin naik kelas dari motor sport 200-250 cc, khususnya bagi para penggemar motor dengan style neo classic atau retro modern.

image

So, tidak salah apabila pesona CB400 Super Four sanggup membius para loyalis penggemar Honda Tiger. Desain neo classic CB400 Super Four layaknya Honda Tiger saat pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1993. Ditambah lagi mesin inline 4 silinder yang powerful dan bersuara merdu, serta kaki-kaki yang cukup kekar membuatnya memang pantas untuk disukai.

Secara pribadi, saya justru berharap apabila memang ada penerus Honda Tiger, maka konsep desainnya mengacu kepada CB400 Super Four ini. Tentu saja dengan penggunaan kaki-kaki kekar yang membuatnya terlihat gagah dan berwibawa.

Oiya, untuk sejarah dan spesifikasi serta review hasil test ride Honda CB400 Super Four silahkan simak ulasan lengkapnya di sini :

Honda CB400 Super Four Sangat Cocok Bila Dipasarkan di
Indonesia

Test Ride dan Review Honda CB400 Super Four, Smooth dan Easy
Riding

Bagaimana menurut pendapat sobat mengenai Honda CB400 Super Four ini? Silahkan share di kolom komentar.
(Prast)

E-mail : prasetyo676@gmail.com

Iklan
%d blogger menyukai ini: