Suzuki GSX-S1000 dan Honda CB1000R – Terdapat Kemiripan Desain Desember 31, 2014
Posted by prasetyo676 in Honda, Suzuki.Tags: 1000 cc, CB1000R, Desain, GSX-S1000, Honda, Naked Bike, Suzuki
30 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Mungkin sobat sudah punya agenda selama liburan tahun baru, misalnya rekreasi bareng keluarga, mudik ke kampung halaman bagi yang merantau, atau diam di rumah sambil baca-baca artikel di internet, khususnya blog-blog tentang dunia otomotif. 🙂
Nah, sekedar artikel ringan di penghujung tahun 2014 ini, akan kita bahas mengenai Suzuki GSX-S1000 dan Honda CB1000R.
Namun, kita tidak membahas dari segi teknis maupun performa kedua motor tersebut, karena nanti bakalan panjang x lebar klo kita urai hal tersebut. Hehehe… 🙂
Desain, sisi inilah yang saat ini akan kita bahas pada artikel ringan ini. Kedua motor beda pabrikan tersebut memiliki aliran naked bike, serta cukup kental nuansa street fighter, meskipun tidak sampai ekstrim.
Tampilan kekar, padat berisi merupakan sisi yang ingin ditonjolkan kedua motor tersebut. Nah, setelah kita amati desain diantara keduanya, ternyata ada beberapa kemiripan.
Kalau sobat perhatikan gambar di atas, maka akan kita temukan beberapa kemiripan secara konsep desain, meskipun secara aktualisasi disesuaikan lagi dengan ciri khas masing-masing pabrikan. Suzuki cenderung menyukai desain yang mengalir serta mempunyai lekukan agak membulat. Sedangkan desain Honda juga cenderung mengalir, namun disertai sudut-sudut yang agak kaku dan tajam pada ujungnya.
Secara umum, persamaan konsep desain yang terlihat antara Suzuki GSX-S1000 dan Honda CB1000R adalah sebagai berikut :
1. Desain tanki bahan bakar, terutama pada area lekukan buat jepitan paha sang rider.
2. Bagian shroud yang berbentuk menyerupai huruf Z. Pada areal ini, garis lekukan shroud GSX-S1000 lebih soft dibandingkan CB1000R.
3. Spatbor depan. Namun, Suzuki GSX-S1000 terlihat memiliki dimensi spatbor agak lebih panjang.
4. Silencer knalpot model pendek.
5. Desain buntut yang meruncing. Pada areal ini, buntut GSX-R1000 agak lebih pendek dan lebih nungging daripada buntut CB1000R. Hal tersebut membuat tampilan GSX-S1000 terlihat lebih agresif.
Buntut CB1000R sendiri, saat ini sudah diserupai oleh sepeda motor sport naked 150 cc yang fenomenal penjualannya di Indonesia, yaitu New Vixion Lightning.
Itulah beberapa kemiripan desain diantara Suzuki GSX-S1000 dan Honda CB1000R. Secara keseluruhan, Suzuki GSX-S1000 terlihat lebih berotot, apalagi ditambah dengan undercowl pada areal mesin sehingga membuatnya semakin padat berisi.
Last, menurut pendapat sobat, lebih mantap mana secara desain antara Suzuki GSX-S1000 dan Honda CB1000R? Silahkan share di kolom komentar.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Legendary Bike : Honda CBR1100XX Super Blackbird – Sang Pemecah Rekor Kecepatan dari Honda Desember 30, 2014
Posted by prasetyo676 in Honda, Legendary Bike.Tags: CBR, CBR1100XX, History, Honda, Legendary Bike, Sejarah, Speed Record, Spesifikasi, Super Blackbird
17 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Honda CBR, tentu nama yang sudah sangat familiar bagi kita semua. Namun, taukah sobat, bahwa klan CBR ini pernah memiliki satu generasi yg pernah menyandang predikat sepeda motor produksi massal tercepat di dunia? Mungkin bagi sobat yang pernah mengalami masa remaja di pertengahan sampai dengan akhir tahun 90an sudah tidak asing dengan klan CBR yang satu ini. Yup, sosok sepeda motor berdimensi gambot dan desainnya sangat aerodinamis, CBR1100XX Super Blackbird.
Honda CBR1100XX Super Blackbird diproduksi dari tahun 1996 sampai dengan 2007.
â—Ź Sejarah :
Pada pertengahan tahun 90an, Honda bertekad untuk membuat sepeda motor produksi massal “Tercepat di Dunia”. Pada saat itu, rival yang ingin dikalahkan adalah Kawasaki Ninja ZX-11.
Keinginan Honda tersebut diwujudkan dengan melahirkan “CBR1100XX Super Blackbird.”
Nama Super Blackbird sendiri terinspirasi dari nama pesawat tercepat di dunia, yaitu Lockheed SR-71 Blackbird.
Tekad kuat itupun membuahkan hasil, karena pada bulan February 1997, CBR1100XX Super Blackbird berhasil meraih predikat sepeda motor produksi massal tercepat di dunia dengan raihan top speed 178.5 mil/jam atau setara 287.3 km/jam. Catatan tersebut menumbangkan sang raja sebelumnya, yaitu Kawasaki ZX-11 yang memiliki top speed 175 mil/jam (281.6 km/jam).
Rekor tersebut sanggup bertahan selama dua tahun.
Selanjutnya pada tahun 1999, Suzuki dengan GSX1300R alias Hayabusa berhasil mematahkan rekor yang pernah diciptakan oleh Honda CBR1100XX Super Blackbird tersebut. Yup, Hayabusa berhasil mencetak rekor kecepatan 194 mil/jam atau 312 km/jam. Catatan tersebut menobatkan Hayabusa sebagai sang Raja baru, dan masuk ke dalam list Guinness World Records sebagai sepeda motor produksi massal tercepat di dunia, menggeser CBR1100XX Super Blackbird.
Selama perjalanan masa produksi CBR1100XX Super Blackbird, terdapat perubahan terbesar pada tahun 1999, yaitu diterapkannya sistem pengabut bahan bakar injeksi khas Honda PGM FI menggantikan karburator.
Selain itu, pada tahun 2001 juga terdapat perubahan instrumen menjadi LCD.
Setelah melewati masa sekitar satu dekade, sang Honda CBR1100XX Super Blackbird ini akhirnya berhenti diproduksi pada tahun 2007.
Meskipun begitu, prestasinya sebagai salah satu pemecah rekor kecepatan pada masanya, sudah menjadi catatan sejarah dan akan selalu dikenang khususnya oleh para fans CBR dan Honda.
â—Ź Spesifikasi Honda CBR1100XX Super Blackbird :
Tipe Mesin : DOHC 4 katup/silinder, berpendingin cairan
Kapasitas Mesin : 1,137 cc
Diameter x langkah : 79.0 mm Ă— 58.0 mm
Perbandingan Kompresi : 11.0:1
Sistem Pengabut Bahan Bakar : PGM FI (mulai tahun 1999)
Top speed : 287.3 km/jam
Tenaga Maksimum : 137 hp (102 kW) @ 9750 rpm
Torsi Maksimum : 80.9 lbf·ft (109.7 N·m) @ 7500 rpm
Transmisi : Close-ratio 6-kecepatan
Penerus Daya : O-ring sealed chain 530
Suspensi Depan : HMAS cartridge-type fork 43 mm , travel 120 mm
Suspensi Belakang : Pro-link HMAS, gas-charged damper, rebound adjustable, travel 120 mm
Rem Depan : 310 mm dual disk
Rem Belakang : 256 mm single disk
Ukuran Ban Depan : 120/70 ZR17
Ukuran Ban Belakang : 180/55 ZR17
Rake , trail : 25°, 99 mm
Dimensi (PxLxT) : 2,160 mm x 720 mm x 1, 170 mm
Jarak Sumbu Roda : 1,490 mm
Tinggi Tempat Duduk : 810 mm
Bobot Kosong : 223 kg
Kapasitas Tangki Bahan Bakar : 23 liter (termasuk 4 liter cadangan)
Konsumsi BBM : 6.0 liter / 100 km
Dengan prestasi yang pernah diraih oleh Honda CBR1100XX Super Blackbird ini, tidak salah kalau kita masukkan ke dalam list “Legendary Bike”.
Meskipun sang CBR1100XX sudah sekitar 19 tahun sejak kemunculannya pertama kali, namun aura dan desainnya masih tetap berwibawa sampai saat ini. Bahkan kalau kita perhatikan, bentuk lubang saluran udara pada bagian moncongnya terlihat identik dengan RC213V tahun 2013. Jadi, apabila kita membahas tentang klan CBR, jangan pernah lupa dengan “sang pemecah rekor” CBR1100XX Super Blackbird ini.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
New year, new blog? Make it a great one. Desember 29, 2014
Posted by prasetyo676 in Uncategorized.add a comment
News from WordPress.
New to blogging? A new session of our introductory blogging course starts on Monday, January 5 — and all bloggers are welcome, whether you blog on WordPress.com, a self-hosted WordPress blog, or somewhere else entirely.
Blogging 101 is four weeks of daily bite-size assignments that take you from “Blog?” to “Blog!” — along with a supportive community to encourage you all the way through. At the end of the course, you’ll have a blog you’re proud and excited to publish, and that others are excited to read.
Here’s how it works:
- Assignments fall into three broad categories — publishing posts and pages, customizing your blog, and engaging with the community — and are designed to build on one another.
- We’ll post a new assignment here on The Daily Post each weekday at 12AM GMT. Each assignment will contain all the inspiration and instructions you need to complete it. Weekends are free (but we’ll…
Lihat pos aslinya 155 kata lagi
BMW Supercross – Ketika Superbike BMW S1000RR Bertransformasi Menjadi Motor Off-road Desember 29, 2014
Posted by prasetyo676 in BMW.Tags: BMW, Off-road, S1000RR, Superbike, Supercross, Wunderlich
18 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
BMW S1000RR, tentu saja sebuah nama yang sudah tidak asing lagi bagi sobat sekalian, khususnya bagi penggemar motor sport. Reputasinya sudah tidak diragukan lagi, karena sampai saat ini BMW S1000RR termasuk salah satu superbike 1000 cc tercepat di dunia.
Bahkan dalam beberapa review media mancanegara, S1000RR ini diadu melawan motor-motor hyperbike sekelas Kawasaki Ninja ZX14R atau ZZR 1400 dan Suzuki Hayabusa. Hebatnya lagi, meskipun BMW S1000RR hanya dibekali dengan mesin 1000 cc, tetapi sanggup mengimbangi kedua hyperbike berkapasitas sekitar 1300-1400an cc tersebut. Benar-benar dahsyat performanya.
Meskipun BMW S1000RR ditakdirkan sebagai motor sport spesialis pelahap aspal sirkuit maupun jalan raya, ternyata ada sebuah hasil karya modifikasi yang unik dan out of the box. Yup, Wunderlich sebagai penyedia aksesoris aftermarket BMW mempunyai konsep modifikasi yang sangat unik. Sang superbike BMW S1000RR diubah menjadi sebuah motor off-road. Fairing bawaan sepeda motor dilengserkan dan hanya menyisakan body bagian buntut saja. Selanjutnya kedok lampu depan model custom dengan lampu bulat kecil lengkap dengan lubang air scoop di bawahnya.
Sebagai penutup mesin, dibuatkan shroud dan under cowl berbentuk meruncing.
Setang jepit bawaan motor pun dilengserkan, diganti dengan setang lebar khas supermoto. Selanjutnya areal kaki-kaki juga mengalami ubahan, dengan penggunaan ban khusus dari Continental bertapak kasar khas motor off-road. Ban yang digunakan adalah tipe TKC80 berukuran 120/70-17 untuk roda depan, dan 180/55-17 untuk rodabelakang.
Komponen-komponen lain yang terpasang pada BMW S1000RR berkonsep off-road ini juga tidak kalah mengagumkan, karena merupakan produk high-end dari para produsen ternama.
Sebagai contoh, suspensi Ă–hlins, piringan cakram dari Moto-Master, handlebar dari Magura dan knalpot stainless IDM yang dikembangkan secara khusus oleh Remus. Selain itu, berbagai aksesoris juga sudah terpasang menggantikan part standarnya, seperti footsteps adjustable, VarioLevers, proteksi saat crash, serta bagian jok yang sudah didesain ulang.
Konsep modifikasi yang unik ini tentu sangat menarik perhatian, karena out of the box alias non mainstream. Sebuah superbike yang identik dengan aspal mulus, diubah menjadi motor off-road.
Bagaimana sobat, tertarik untuk menerapkan konsep modifikasi yang serupa pada motor sport full fairing seperti CBR 150R, CBR 250R, Ninja 250R, Ninja 150RR, Ninja Mono, YZF R15 atau YZF R25?
Silahkan share pendapat sobat pada kolom komentar.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Menelaah Power to Weight Ratio Kandidat Peserta WSB Supersport 300 – Yamaha YZF R3 vs Kawasaki Ninja 300 vs KTM RC390 Desember 28, 2014
Posted by prasetyo676 in General, Kawasaki, KTM, Yamaha.Tags: 300 cc, Kawasaki, KTM, Ninja 300, RC390, Supersport, WSB, Yamaha, YZF R3
16 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Melanjutkan artikel sebelumnya tentang WSB Supersport 300, bagi yang belum membacanya silahkan klik :
WSB Supersport 300 – Berikut ini Para Kandidatnya
Kali ini kita akan coba fokus membahas kemampuan sepeda motor yang menjadi kandidat peserta balapan tersebut. Hal yang menjadi pembahasan utama adalah mengenai power to weight ratio tiap motor tersebut. Dengan catatan, motor dalam keadaan masih standard pabrikan.
Oke sobat, langsung saja kita bahas tiap kandidatnya :
1. Yamaha :
â—Ź Yamaha YZF-R3
Mesin : 321cc
Konfigurasi : parallel twin cylinders
Power Maksimum : 42hp
Torsi Maksimum : 21.8lbft
Bobot Isi : 169kg
Dengan mesin berkapasitas 321 cc, Yamaha YZF R3 memiliki power maksimum sebesar 42 hp. Bobot sepeda motor dalam kondisi siap pakai adalah 169 kg, sehingga nilai Power to Weight Ratio (PTWR) yang didapat adalah 0.249 hp/kg. Nilai tersebut termasuk cukup besar untuk sebuah motor kategori supersport entry-level. Selanjutnya, dari segi torsi maksimum yang dapat dihasilkan adalah 21.8 lbft, sehingga tiap kilogram bobot motor dihandle oleh torsi sebesar 0.129 lbft.
2. Kawasaki :
â—Ź Kawasaki Ninja 300
Mesin : 296cc
Konfigurasi : parallel twin cylinders
Power Maksimum : 39hp
Torsi Maksimum :19.9lbft
Bobot Isi : 172kg
Kawasaki Ninja 300 dibekali dengan mesin berkapasitas 296 cc, menjadikannya motor yang paling mendekati 300 cc, mesin tersebut memiliki power maksimum sebesar 39 hp. Bobot sepeda motor dalam kondisi siap pakai adalah 172 kg, sehingga nilai Power to Weight Ratio (PTWR) yang didapat adalah 0.227 hp/kg. Agak lebih kecil kalau dibandingkan dengan PWTR milik YZF R3. Selanjutnya, torsi maksimum yang dapat dihasilkan oleh Ninja 300 adalah 19.9 lbft, sehingga tiap kilogram bobot motor dihandle oleh torsi sebesar 0.116 lbft. Nilai tersebut lagi-lagi menjadi yg terkecil dibandingkan para rivalnya.
3. KTM :
â—Ź KTM RC390
Mesin : 373cc
Konfigurasi : single cylinder
Power Maksimum 43hp
Torsi Maksimum : 25.8lbft
Bobot Kosong :147kg
KTM RC390 memiliki mesin dengan kapasitas terbesar untuk kategori supersport entry-level ini, yaitu sebesar 373 cc, power maksimum yang dihasilkan adalah 43 hp. Bobot sepeda motor dalam kondisi kosong adalah 147 kg, dengan estimasi setelah ditambah cairan radiator, oli, serta bahan bakar maka bobotnya menjadi sekitar 160 kg. Nilai Power to Weight Ratio (PTWR) yang didapat adalah 0.269 hp/kg. Nilai tersebut merupakan yang paling besar di kategori supersport entry-level. Selanjutnya, torsi maksimum yang dapat dihasilkan adalah 25.8 lbft, sehingga tiap kilogram bobot motor dihandle oleh torsi sebesar 0.161 lbft. Nilai tersebut sangat massive, khas mesin single cylinder yang memang terkenal memiliki torsi badak. 🙂
Setelah membandingkan data di atas, terlihat KTM RC390 yang paling superior. Power maupun torsi paling besar dibandingkan para kompetitornya. Keunggulan torsi akan sangat terasa saat berakselerasi keluar tikungan pendek. Namun, data di atas adalah saat kondisi motor dalam keadaan standard pabrikan. Untuk balapan, tentu saja dilakukan perubahan menyesuaikan regulasi yang nanti menjadi acuan pengembangan motor. Misalnya bobot minimum, perubahan bagian mesin yang boleh dilakukan, sistem elektronik, komponen kaki-kaki, dan lain-lain.
Semoga nantinya regulasi bisa seadil mungkin, agar dapat menarik minat para pabrikan lainnya untuk bisa berpartisipasi, serta memberikan suguhan yang menarik bagi para pecinta dunia balap.
Last, manakah jagoan sobat? 🙂
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
WSB Supersport 300 – Berikut ini Para Kandidatnya Desember 27, 2014
Posted by prasetyo676 in General, Honda, Kawasaki, KTM, Yamaha.Tags: 300 cc, CBR 300R, Honda, Kawasaki, KTM, Ninja 300, RC 390, Supersport, WSB, Yamaha, YZF R3
13 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Motor Sport berkapasitas 250 cc dan 300 cc tipe 4-tak merupakan kategori pemula bagi para biker yang ingin naik kelas ke motor berkapasitas besar. Nah, kabar menggembirakan datang Dorna, selaku organiser event WSB atau yang kita kenal dengan balapan Superbike dan Supersport-nya. Yup, Dorna melansir keterangan bahwa berdasarkan pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2014, Komisi Superbike mengijinkan pembentukan kelompok bagi para pabrikan mesin yang tertarik untuk mengembangkan kelas entry-level. Dalam kelas kategori entry-level tersebut, mengacu pada motor Supersport 300 cc, tetapi angka tersebut bukanlah mutlak, karena bisa disesuaikan berdasarkan konfigurasi mesin. Tujuan utama pembentukan kelas baru ini adalah untuk pengembangan pembalap bertalenta baru, dengan platform berbiaya rendah.
Petinggi WSB sudah membicarakan hal tersebut dengan para pabrikan sepeda motor. Sebagai salah satu contoh basis sepeda motor yang bisa mengikuti balapan adalah Yamaha YZF-R3 (masih sebasis drngan R25). Selanjutnya, Kawasaki Ninja 300 dapat menjadi salah satu penantang-nya.
Kapasitas mesin tidak harus mutlak 300 cc, melainkan dapat disesuaikan berdasarkan konfigurasi mesin. Yup, KTM dengan RC390 diberi kelonggaran apabila akan berpartisipasi pada kelas baru ini. KTM RC390 diberi kelonggaran kapasitas mesin karena hanya menggunakan mesin berkonfigurasi single cylinder.
Pabrikan Honda sebenarnya juga memiliki CBR 300R, tetapi kapasitas mesinnya hanya 286 cc dan konfigurasi mesin single cylinder. Kenapa Honda CBR 300R hanya berkapasitas 286 cc? Silahkan simak penjelasannya disini. Tentu saja membuat performa mesinnya terlihat kurang kompetitif dibandingkan dengan para rivalnya.
Bagi sobat yang penasaran dengan spesifikasi standar sepeda motor yang menjadi kandidat peserta WSB Supersport 300, dapat menyimak data berikut ini :
1. Yamaha :
â—Ź Yamaha YZF-R3
Mesin : 321cc
Konfigurasi : parallel twin cylinders
Power Maksimum : 42hp
Torsi Maksimum : 21.8lbft
Bobot Isi : 169kg
2. Kawasaki :
â—Ź Kawasaki Ninja 300
Mesin : 296cc
Konfigurasi : parallel twin cylinders
Power Maksimum : 39hp
Torsi Maksimum :19.9lbft
Bobot Isi : 172kg
3. KTM :
â—Ź KTM RC390
Mesin : 373cc
Konfigurasi : single cylinder
Power Maksimum 43hp
Torsi Maksimum : 25.8lbft
Bobot Kosong :147kg
Sepertinya balapan WSB Supersport 300 ini bakalan seru, dan bisa menjadi salah satu tontonan wajib bagi para biker. Yup, terutama bagi para penggemar Yamaha YZF R25 dan Kawasaki Ninja 250, bisa melihat pertarungan motor yang masih kerabat dekatnya. Yamaha dengan YZF R3 dan Kawasaki dengan Ninja 300.
Last, semoga balapan tersebut bisa terlaksana dan menyajikan tontonan yang menarik. Bagaimana sobat, siapakah jagoan anda? Silahkan share di kolom komentar.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Kawasaki Versys 650 2015 – Berikut ini Perubahannya Desember 26, 2014
Posted by prasetyo676 in Kawasaki.Tags: 2015, 650 cc, Desain, Kawasaki, Versys
19 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar dalam beraktifitas.
Kawasaki Versys mengalami perubahan yang cukup signifikan untuk versi 2015. Oiya, sekedar refresh informasi, Versys merupakan kerabat dekat Ninja 650 dan ER6N. Nah, untuk versi 2015 terdapat perubahan mencolok pada segi desainnya, mulai dari bagian lampu depan, shroud, tangki, hingga buritannya.
Headlamp pada Kawasaki Versys 650 versi tahun 2015 mengaplikasi model dual keen. Perubahan ini sangat jelas terlihat apabila kita bandingkan dengan Versys keluaran sebelumnya yang menganut double headlamp dalam posisi vertikal. Kalau dilihat, headlamp Versys 650 2015 ini sekilas bentuknya agak mirip dengan headlamp Ninja 250FI atau Ninja ZX-6R 636. Yup, bentuknya terlihat aggressive dan garang.
Selain itu, untuk bagian Visor sang Versys ini juga mengalami perubahan desain. Bentuknya selaras dengan batok cover headlamp yang penuh dengan lekukan bersudut tajam. Selain itu, Visor tersebut juga dapat diatur posisinya, menyesuaikan postur sang rider.
Bagian speedometer terlihat tidak terlalu berubah dari segi desainnya apabila dibandingkan dengan versi sebelumnya. Hanya saja, untuk red-line pada tachometer Versys 650 2015 ini dimulai dari angka 10000 rpm, agak lebih rendah dari pendahulunya.
Silencer knalpot masih menganut model underbelly, alias di bawah mesin. Dengan posisi silencer seperti itu, maka semakin membuat areal mesin terlihat padat berisi.
Tangki bahan bakar juga sudah mengalami perubahan dari segi desain dan kapasitasnya. Yup, untuk Versys 650 2015 ini mempunyai kapasitas tangki bbm sebesar 5.5 gallon. Artinya, lebih besar 0.5 gallon dari Versys generasi sebelumnya.
Segi buritan motor ini juga mengalami penyempurnaan, agar lebih memudahkan untuk membawa box branded dari Kawasaki.
Kawasaki Versys 650 2015 ini juga mengalami penyempurnaan di segi performa mesin. Langkah yang dilakukan adalah perombakan sistem saluran pembuangan dan juga revisi pada komponen ECU. Dengan perubahan yang dilakukan tersebut, maka power yang dihasilkan berdasarkan klaim dari Kawasaki meningkat sebesar 5 hp jika dibandingkan dengan Versys versi sebelumnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan saat riding, maka sistem peredaman getaran mesin juga direvisi. Yup, karet engine mounting mengalami penambahan. Efeknya adalah getaran mesin tidak begitu dirasakan oleh sang rider.
Bagi sobat yang menginginkan sepeda motor berkapasitas medium yang bisa digunakan untuk daily riding maupun touring, serta mempunyai kemampuan melahap beberapa kondisi jalan, dapat mempertimbangkan Versys 650 2015 ini dalam daftar pilihan.
So, sudahkah Versys 650 terbaru ini memenuhi ekspektasi?
Silahkan share opini sobat di kolom komentar.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Bagaimana Reaksi Sobat Apabila Bertemu Truck Ini Di Jalan Raya – Dump Truck BELAZ 75710 Desember 25, 2014
Posted by prasetyo676 in Extreme Vehicle.Tags: 75710, Belaz, Biggest, Dump truck, Largest
80 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat dan lancar beraktifitas.
Agak menyimpang dari dunia sepeda motor. Kali ini bahas tentang truck, tapi bukan sembarang truck. Yup, bagi sobat yang bekerja di pertambangan, khususnya batubara, mungkin sudah tidak asing jika dengan dump truck. Yup, truck dengan dimensi raksasa dengan bobot ratusan ton. Namun, bagaimana ya jadinya, klo truck dengan dimensi raksasa tersebut melintas di jalan raya? Tidak perlu dipikirkan, karena memang truck seperti itu tidak diijinkan untuk melintas di jalan raya umum. Sebagai gambaran seberapa besar dimensi truck seperti itu, silahkan simak foto berikut.
Foto-foto pada artikel ini merupakan penampilan dump truck BELAZ 75710 berkapasitas angkut 450 ton. Truck raksasa ini berdimensi Lebar 10.2 meter, Panjang 20.6 meter, dan tinggi 8.25 meter, dengan bobot 496 ton. Power mesin yang dihasilkan adalah 4600 hp.
Woww…… dimensinya setara dengan luas rumah ukuran 210 meter persegi.
Truck ini menggunakan dua buah mesin sebagai sumber tenaganya. Saat membawa muatan penuh, kedua mesin bekerja bersama-sama. Namun saat truck tanpa membawa muatan, maka hanya satu buah mesin saja yang bekerja, sehingga lebih hemat bahan bakar. Maklum, kapasitas mesinnya juga raksasa.. 🙂
Saat ini, BELAZ 75710 diklaim oleh pabrikannya sebagai dump truck paling besar di dunia. Meskipun berdimensi raksasa, namun kemampuan manuver giga truck ini bisa mengimbangi truck yang lebih kecil darinya, karena sistem kemudinya memungkinkan roda depan maupun belakang dapat berbelok.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Kenapa Honda CBR300R Hanya 286 cc – Berikut Ini Jawabannya Desember 24, 2014
Posted by prasetyo676 in Honda.Tags: CBR 250R, CBR 300R, Honda, Spesifikasi
26 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat dan lancar beraktifitas.
Honda CBR 300R terbaru memiliki bentuk dan desain yang identik dengan New CBR 250R dengan headlamp dual keen eyes nya.
CBR 300R ini hadir di beberapa negara sebagai pengganti CBR 250R.
Namun, sebenarnya kapasitas mesin CBR 300R ini adalah 286 cc, bukan 300 cc seperti namanya. Kenapa hanya berkapasitas 286 cc?
Berikut ini penjelasannya, seperti kutipan dari motorcyclist online di bawah ini :
Mesin Honda CBR 300R ini hanya berkapasitas 286 cc karena kapasitas sebesar itu merupakan opsi paling maksimal yang dapat dilakukan tanpa mendesain ulang banyak part dari basis mesin CBR 250R. Yup, langkah yang dilakukan adalah penambahan stroke atau langkah piston.
Revisi yang dilakukan meliputi perubahan pada crankshaft, connecting rod, dan piston. Untuk beberapa part selebihnya masih sama dengan kepunyaan CBR 250R, bahkan termasuk untuk bagian cylinder head atau kepala silinder-nya.
Selain itu, dengan penambahan panjang stroke tersebut juga memiliki keuntungan untuk meraih torsi yang lebih tinggi. Efeknya adalah akselerasi CBR 300R akan lebih ringan dibandingkan dengan CBR 250R, meskipun untuk putaran atasnya tidak terlalu berubah secara signifikan.
Sebagai tambahan informasi, berikut ini spesifikasi Honda CBR 300R :
Kapasitas dan Tipe Mesin : 286cc liquid-cooled single
Diameter x Langkah : 76.0mm x 63.0mm
Perbandingan Kompresi : 10.7:1
Sistem Katup : DOHC, 4 katup per silinder
Sistem Pengabutan : PGM-FI, 38mm throttle body
Sistem Pengapian : Computer-controlled digital transistor with electronic advance
Transmisi : 6-speed
Rantai : #520 O-ring-sealed chain
Suspensi Depan : 37mm fork; 4.65 in. travel
Suspensi Belakang : Pro-Link single shock with five-position spring
preload adjustability; 4.07 in. travel
Rem Depan : 296mm disc, dual-piston caliper
Rem Belakang : 220mm disc, single-piston caliper (ABS pada versi CBR300R ABS)
Ban Depan : 110/70-17 radial
Ban Belakang : 140/70-17 radial
Jarak Sumbu Roda : 54.3 in.
Rake (caster angle) : 25° 30’
Trail : 3.9 in.
Tinggi Tempat Duduk : 30.7 in.
Kapasitas Tangki bbm : 3.4 gal.
Bobot : 357 lb. (CBR300R) / 364 lb. pounds (CBR300R ABS)
Last, semoga artikel di atas bisa menjadi penjelas kenapa CBR 300R hanya berkapasitas 286 cc. Apabila sobat memiliki pendapat atau opini yang ingin disampaikan, silahkan share di kolom komentar.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Penampakan Mesin V-20 Cylinders Desember 23, 2014
Posted by prasetyo676 in Car, General.Tags: Cylinders, Dump truck, Engine, V20
28 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat dan lancar beraktifitas.
Sekedar intermezzo, selama ini kita sudah familiar dengan mesin V-2 atau V-4 pada sepeda motor dan V-6, V-8, V-10, serta V-12 pada mesin mobil. Nah ternyata itu belum seberapa apabila dibandingkan dengan mesin V-20 cylinders yang sering diaplikasi pada Dump Truck berukuran raksasa. Berikut ini penampakannya. Silahkan sobat bandingkan dimensinya dengan orang yang berdiri di sampingnya.
Benar-benar raksasa dimensinya. 🙂
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
































