Velg Keren Ini Disinyalir Milik Honda CB150R Street Fire Facelift K15G Februari 14, 2015
Posted by prasetyo676 in Honda.Tags: CB150R Facelift, Honda, K15G, Street Fire, Velg
20 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Akhirnya dapat menulis lagi, setelah beberapa hari ini sempat vakum, dikarenakan kondisi yang sedang tidak memungkinkan. Langsung saja ke topik utama. Berdasarkan informasi dari mas Iwanbanaran, juragan iwanbanaran.com dan iwbspeed.com, yang memang sudah terkenal dengan kecepatan update berita seputar bocoran produk motor baru, kali ini muncul tampilan velg yang diyakini milik Honda CB150R versi facelift, alias K15G.
Tampak pada foto tersebut, sebuah velg dengan tampilan cukup keren, sesuai trend yang diaplikasi oleh beberapa moge masa kini. Yup, velg racing dengan bentuk palang model y. Bentuk velg tersebut cukup mirip dengan kepunyaan moge Honda CB650F. Hanya saja beda jumlah palangnya. Desain velg seperti itu memang saat ini sedang diminati oleh para biker. Tampak agresif namun tetap modis.
Oiya, kalau diperhatikan, velg yang ada pada foto tersebut adalah velg bagian belakang. Hal tersebut dapat dilihat pada dudukan cakram belakang, serta ikuran rumah bearing nya.
Velg yang akan diaplikasi pada Honda CB150R versi facelift K15G terlihat memiliki dimensi yang lebih lebar dibandingkan versi sebelumnya. Dikabarkan, ukuran ban pun akan sama dengan CBR150R, yaitu ban depan ukuran lebar 100 dan belakang 130.
Nampaknya Honda ingin lebih all out pada next CB150R ini, karena saingan terberatnya, Yamaha New Vixion facelift saat ini juga sudah terindikasi melakukan test jalan.
Oiya, selain bentuk serta ukuran velg dan ban, terdapat beberapa bagian pada CB150R K15G yang akan berubah dibandingkan dengan versi sebelumnya, yaitu :
Desain secara umum, bentuk tangki dan shroud, penambahan under cowl alias cover mesin, warna sasis merah, serta penyesuaian engine mapping guna mengimbangi ukuran velg dan ban yang lebih gambot.
Wih, tampaknya cukup keren nih.. Namun sobat perlu bersabar, karena berdasarkan informasi dari mas IWB, dikabarkan bahwa kemunculan sang CB150R versi facelift alias K15G ini akan muncul setelah project K56 alias Next CS1 rilis ke pasaran. Yo wis, nabung dulu aja buat yang dah pengen meminangnya. π
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Banjir Menyelimuti Beberapa Wilayah Ibu Kota dan Sekitarnya, Waspadalah Februari 9, 2015
Posted by prasetyo676 in General, Informasi Umum, Tips & Tricks.Tags: Banjir, Jakarta, tips
8 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Sudah sekitar 3 hari nih gak nulis artikel, dikarenakan kondisi kesehatan sedang kurang fit serta ditambah kesempatan menulis sedang tidak memungkinkan.
Dalam 3 hari terakhir ini juga, intensitas hujan khususnya di daerah Jakarta dan sekitarnya cukup tinggi. Nah, seperti biasanya juga, masalah yang timbul adalah banjir. Yup, banjir menyelimuti beberapa wilayah di ibu kota serta beberapa wilayah di sekitarnya.
Menurut Marc Marquez RC213V Versi 2015 Lebih Agresif Februari 6, 2015
Posted by prasetyo676 in MotoGP.Tags: Honda, HRC, Marc Marquez, MotoGP, RC213V, Sepang
14 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Catatan waktu Marc Marquez hanya berhasil menempati urutan ke 3 pada sesi hari ke dua latihan Sepang, dengan catatan waktu 2m 00.146 detik, atau selisih 0.183 detik dari Jorge Lorenzo yang berhasil mencatatkan waktu tercepat, diikuti oleh Andrea Dovizioso. Namun tetap menunjukkan hal yang positif akan potensi RC213V versi 2015.
Marc Marquez mengungkapkan bahwa RC213V versi 2015 ini merupakan penggabungan karakter motor versi 2014 dan motor versi 2015 yang pertama kali di-test pada saat bulan November di Valencia.
Oleh karena itu, untuk lebih mengenal karakter tunggangan barunya tersebut, Marc sampai menghabiskan 67 lap pada sesi tersebut.
Marc Marquez mengungkapkan bahwa karakter RC213V versi 2015 berbeda dengan versi 2014. Motor terbarunya tersebut agak lebih agresif dan masih sulit untuk dikendarai. Meskipun begitu, Marc mengungkapkan bahwa motor terbarunya ini memiliki potensi yang sangat bagus. Oleh karena itu, pada sesi test tersebut merupakan saat untuk pengumpulan data, sehingga dapat dilakukan penyempurnaan untuk sesi test selanjutnya.
Oke, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, bagaimana hasil pengembangan motor terbaru dari HRC ini, apakah bisa meladeni performa Yamaha M1 sang kompetitor terberatnya.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Pilih Motor Sport Full Fairing atau Street Bike? Gak Perlu Bingung. Februari 5, 2015
Posted by prasetyo676 in General, Tips & Tricks.Tags: Full Fairing, Sport bike, street bike, tips
22 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Bagi sebagian biker mungkin masih ada yang galau alias bimbang saat menentukan pilihan antara motor sport tipe full fairing atau street bike. Yup, memang sebuah pilihan yang cukup sulit, karena keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Sebagai contoh, antara Yamaha YZF R15 atau New Vixion Lightning, Honda CBR150R atau CB150R Street Fire, Kawasaki Ninja 250FI atau Z250, Kawasaki Ninja 250RR Mono atau Z250SL? Untuk kelas moge, antara Kawasaki Ninja ZX10R atau Z1000, Honda CBR650 atau CB650F, CBR1000RR atau CB1000R?
Wajar sih kalau bingung, karena semuanya memang keren dan memiliki point penting sesuai kategorinya masing-masing.
Cara paling gampang sih beli aja keduanya. Hehehe…. π
Namun, apabila dana yang tersedia hanya cukup untuk membeli satu motor saja, maka berikut ini pertimbangan yang perlu diketahui saat menentukan pilihan.
β Motor Sport Full Fairing :
1. Cocok bagi biker yang ingin tampil sporty dan berjiwa muda.
2. Cocok bagi biker yang ingin memasang livery racing, misalnya seperti layaknya motor MotoGP atau Superbike.
3. Cocok bagi biker yang menyukai fun race di sirkuit.
4. Cocok bagi biker yang menyukai motor dengan cornering ability yang mumpuni.
5. Cocok bagi biker yang tidak mempermasalahkan posisi duduk yang lumayan merunduk.
β Street Bike :
1. Cocok bagi biker yang lebih memprioritaskan kelincahan saat melintasi jalanan padat.
2. Cocok bagi biker yang memprioritaskan kepraktisan.
3. Cocok bagi biker pecinta riding dalam durasi yang cukup lama. Misalnya untuk keperluan touring.
4. Cocok bagi biker yang suka membawa boncengan.
5. Cocok bagi biker yang tidak ingin tampil terlalu mencolok tapi masih tetap terlihat keren.
Hal-hal tersebut di atas hanyalah beberapa contoh dasar mengenai point utama antara motor jenis full fairing dan street bike. Apabila sobat ingin menambahkan, silahkan share di kolom komentar.
Semoga berguna sebagai bahan pertimbangan bagi sobat biker yang saat ini masih bingung menentukan pilihan jenis motor yang akan dipinang.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Honda CB400 Super Four, Pesonanya Sanggup Membius Para Loyalis Honda Tiger Sekalipun Februari 4, 2015
Posted by prasetyo676 in Honda, Test Ride.Tags: CB400, Desain, Honda, Review, Spesifikasi, Super Four
32 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Berawal dari obrolan di group whatsapp dengan para blogger senior, maka timbul inspirasi untuk menulis lagi tentang Honda CB400 Super Four. Yup, moge entry-level bermesin 4 silinder dari Honda Jepang ini ternyata memang masih memiliki pesona tersendiri.
Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa biker (khususnya pengguna Tiger), terungkap antusiasme mereka terhadap sang CB400 Super Four. Mulai dari sobat yang tergabung dalam klub Tiger, hingga biker yang tidak tergabung dalam sebuah klub motor. Bahkan sang Super Four pun sanggup membius seorang blogger senior, Kang Jejen owner MacanTua.com.
Yup, tampilan CB400 Super Four yang beraura neo classic memang sangat pas sebagai pilihan para rider pengguna Honda Tiger yang ingin naik kelas. Style secara umum memang masih serupa dengan sang Tiger. Oleh karena itulah, pesona sang CB400 Super Four sanggup membius para loyalis pengguna Honda Tiger. π
Style neo classic seperti ini memang bukan selera semua orang, namun justru memiliki karakter tersendiri, serta lebih everlasting.
Selain faktor desain, hal tersebut masih ditambah lagi faktor mesin berkonfigurasi inline 4 silinder berteknologi VTEC-nya yang memiliki suara merdu, zwwiiinggg… zwwiiiinggg…
Duh benar-benar bikin ngiler deh… π

Sekedar informasi, mulai tahun 1999 CB400 Super Four sudah mengadopsi teknologi VTEC, guna mendapatkan performa yang optimal tetapi konsumsi bahan bakar tetap efisien. Selanjutnya, mulai tahun 2008 sampai dengan sekarang, sistem VTEC di CB400 Super Four sudah berbeda dengan VTEC keluaran pertama. Sejak tahun 2008 tersebut, sistem VTEC memungkinkan klep di tiap silinder hanya berfungsi 2 buah saja, apabila putaran mesin di bawah 6750 rpm pada gigi 1-5. Selanjutnya pada saat mesin bekerja di atas 6750 rpm, maka keempat klep berfungsi serentak. Akan tetapi pada gigi 6, keempat klep tetap berfungsi, baik di rpm rendah ataupun tinggi.
Canggih juga ya sob….
Spesifikasi Honda CB400 Super Four secara umum adalah sebagai berikut (tiap generasi bisa terdapat beberapa perbedaan spesifikasi untuk beberapa item) :
Mesin : DOHC inline 4-cylinder, NC42E, 4-stroke, 4 Valve
Sistem pendingin : cairan
Bore x stroke : 55 mm Γ 42 mm (2.17 in Γ 1.65 in)
Rasio kompresi : 11.3:1
Tenaga Maksimum : 39 kW (52 hp) @ 10500 rpm
Torsi Maksimum : 38 NΒ·m (28 ftΒ·lb) @ 9500 rpm
Transmisi : 6-speed, wet multi-plate clutch, chain drive
Dimensi :
Panjang : 2040 mm (80 in)
Lebar : 725 mm (28.5 in)
Tinggi : 1.070 mm (42 in)
Jarak sumbu roda : 1.410 mm (56 in)
Tinggi tempat duduk : 755 mm (29.7 in)
Kapasitas tangki bahan bakar : 18 L (4.0 imp gal; 4.8 US gal)
Power yang dihasilkan oleh mesin inline 4 silindernya berkisar antara 52-53 hp, sudah lebih dari cukup untuk digunakan di Indonesia. Torsi sebesar 38 Nm juga sangatlah mumpuni untuk menempuh jalur pegunungan saat digunakan untuk touring.
Harga Pasaran second :
Seperti sudah pernah saya bahas di artikel terdahulu, range harga CB400 Super Four second berkisar mulai dari 30an juta rupiah, sampai dengan 85an juta rupiah untuk tahun 1992 sampai 1998. Harga tersebut tergantung tahun pembuatan, kondisi motor, dan juga kelengkapan surat-surat nya.
Setelah melihat desain, spesifikasi, serta dimensi Honda CB400 Super Four tersebut, dapat disimpulkan bahwa moge entry-level dari Honda tersebut dapat menjadi salah satu pilihan tepat bagi para biker yg ingin naik kelas dari motor sport 200-250 cc, khususnya bagi para penggemar motor dengan style neo classic atau retro modern.

So, tidak salah apabila pesona CB400 Super Four sanggup membius para loyalis penggemar Honda Tiger. Desain neo classic CB400 Super Four layaknya Honda Tiger saat pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1993. Ditambah lagi mesin inline 4 silinder yang powerful dan bersuara merdu, serta kaki-kaki yang cukup kekar membuatnya memang pantas untuk disukai.
Secara pribadi, saya justru berharap apabila memang ada penerus Honda Tiger, maka konsep desainnya mengacu kepada CB400 Super Four ini. Tentu saja dengan penggunaan kaki-kaki kekar yang membuatnya terlihat gagah dan berwibawa.
Oiya, untuk sejarah dan spesifikasi serta review hasil test ride Honda CB400 Super Four silahkan simak ulasan lengkapnya di sini :
β Honda CB400 Super Four Sangat Cocok Bila Dipasarkan di
Indonesia
β Test Ride dan Review Honda CB400 Super Four, Smooth dan Easy
Riding
Bagaimana menurut pendapat sobat mengenai Honda CB400 Super Four ini? Silahkan share di kolom komentar.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Intermezzo : Mobil Berwarna Kuning Memang Sungguh Menggoda – Gallery Yellow Ferrari Februari 3, 2015
Posted by prasetyo676 in Car, Ferrari, General.Tags: Ferrari, Gallery, Kuning, Yellow
14 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Ferrari sudah sangat identik dengan warna merah. Bahkan tiap liat mobil warna merah, langsung teringat Ferrari. Yup, pabrikan supercar legendaris asal Italia tersebut memang sudah klop dengan warna merah. Namun selain warna merah, sebenarnya Ferrari juga memiliki warna kebanggaan yang lainnya, yaitu “KUNING” alias “YELLOW”.
Warna kuning terlihat eye-catching, apalagi saat dilaburkan ke body Ferrari yang eksotis.. Wuiih.. tambah ajiiib deh..
Nah, berikut ini adalah Gallery foto Ferrari berwarna kuning yang Prast 676 dapat dari berbagai sumber. Cekidot mas bro.. π
Gallery Ferrari berwarna kuning :
Gimana mas bro dan mbak sist, keren kan mobil berwarna kuning, apalagi Ferrari.. Nah, Ferrari mana nih yang paling keren menurut sobat? Silahkan share di kolom komentar.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Gallery Foto Perkenalan Honda RC213V MotoGP Versi 2015 di Bali – Bersama Marc Marquez dan Dani Pedrosa Februari 2, 2015
Posted by prasetyo676 in Honda, MotoGP.Tags: AHM, Bali, Dani Pedrosa, Gallery Foto, Honda, HRC, Indonesia, livery 2015, Marc Marquez, One Heart, RC213V, Satu Hati
15 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Melanjutkan artikel sebelumnya, tentang perkenalan Honda RC213V versi 2015 kepada publik yang berlangsung di Bali (baca artikelnya di sini), berikut ini update gallery foto yang bersumber dari website resmi motogp.hondaracingcorporation.com :
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan perkenalan Honda RC213V versi 2015 kepada seluruh publik dunia, Indonesia patut berbangga. Namun hal tersebut tentu akan lebih baik lagi kalau negara Indonesia tercinta ini juga bisa melangsungkan event MotoGP pada masa mendatang. Aamiin..
Bagaimana sobat, tampilan RC213V versi 2015 ini, keren kan..? Silahkan share pendapatnya di kolom komentar.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Inilah Penampilan Honda RC213V Andalan HRC di MotoGP 2015 – Update Foto via Marc Marquez Fans Page Februari 1, 2015
Posted by prasetyo676 in Honda, MotoGP.Tags: 2015, Bali, Dani Pedrosa, Honda, HRC, Indonesia, Marc Marquez, New Livery, RC213V, Repsol Honda
14 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Pada hari ini, Minggu 1 Februari 2015, Marc Marquez bersama Dani Pedrosa dan team HRC berada di Bali, Indonesia, dalam rangka memperkenalkan motor prototype andalan mereka, RC213V yang akan digunakan untuk berlaga pada kompetisi MotoGP tahun 2015.
Hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, karena berkesempatan menjadi tuan rumah diperkenalkannya RC213V versi 2015. Tapi memang sudah sepantasnya demikian, karena penjualan sepeda motor Honda di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Penampakan Honda RC213V versi 2015 ini semakin jelas setelah di-upload oleh Marc, via account Facebook Marc Marquez fans page.
Nah, pada account Facebook tersebut, Marc Marquez memberikan keterangan dalam 3 bahasa, yaitu :
Bahasa Spanyol : Esto Comienza!
Bahasa Inggris : This is the beginning!
Bahasa Indonesia : Ini adalah permulaan!
Dari segi bentuk, desain Honda RC213V versi 2015 ini masih terlihat tidak terlalu berubah apabila dibandingkan dengan versi sebelumnya. Namun, dari segi livery, tampak ada penambahan logo sponsor dan perubahan warna pada beberapa bagian.
Beberapa perubahan livery tersebut antara lain :
β Terdapat logo sponsor RedBull pada bagian spatbor depan serta area fairing dekat windshield.
β Terdapat logo sponsor RedBull pada bagian undercowl.
β Warna spatbor kolong pada bagian belakang berwarna orange, serta terdapat tulisan Satu HATI.
Selain pengenalan Honda RC213V versi 2015, keberadaan team HRC beserta Marc Marquez dan Dani Pedrosa di Bali, adalah untuk penandatanganan kontrak kerjasama.
AHM dengan tag “One HEART, Satu HATI” nampaknya mengambil langkah yang sangat tepat, dengan menjadi sponsor resmi team Repsol HRC di MotoGP. Hal ini juga merupakan momentum yang tepat guna mendogkrak pamor Honda di segment motor sport, setelah sukses di segment skutik.
Untuk sementara demikian sharing informasinya, nantikan update selanjutnya.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Honda Vario 150 dan New Vario 125 Memang Menggoda – Perlu Mempercepat Pemerataan Distribusi Karena Konsumen Sudah Tidak Sabar Menunggu Februari 1, 2015
Posted by prasetyo676 in Honda.Tags: Distribusi, Honda, New Vario 125, Vario 150
24 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Pesona desain Honda Vario 150 dan New Vario 125 memang telah menggoda sebagian besar biker, terbukti dari komentar positif dari para penggemar dunia roda dua saat skutik terbaru dari Honda tersebut resmi diperkenalkan ke publik. Oiya, desain Vario 150 dan New Vario 125 cukup identik, sehingga akan cukup sulit untuk membedakannya apabila hanya melihatnya sekilas.
Distribusi sang skutik pun sudah mulai menyebar ke beberapa daerah.
Di daerah Bekasi pun, saya sudah melihat Vario 150 dipajang di dealer. Bahkan berdasar informasi dari mbak Novi, unit skutik ini sudah sampai di Kediri, Jawa Timur.
Namun, hal berbeda untuk sementara terjadi di wilayah Yogyakarta.
Yup, berdasarkan informasi dari sobat saya, mas bro Amir, keberadaan Honda Vario 150 dan New Vario 125 masih sulit dijumpai di dealer.
Kebetulan saudaranya sedang ingin membeli skutik, dan pilihannya jatuh ke Honda Vario 125. Nah, mas bro Amir menyarankan untuk meminang versi terbarunya saja. Hasrat untuk meminang sang skutik pun semakin menggebu-gebu, setelah melihat penampilan motor tersebut di berbagai media online maupun blog.
Berangkatlah mereka ke salah satu dealer utama di Yogyakarta, yaitu Astra Motor Jombor yang berlokasi di Jl. Magelang Km 7.2.
Sesampainya di sana, belum ditemui unit display Vario 150 maupun New Vario 125. Mas bro Amir kemudian bertanya kepada sales disana, tentang New Vario 125. Kemudian sang sales pun menjawab bahwa belum ada New Vario 125. Misalpun nanti ada, paling Vario 150.
Entah apakah sang sales belum mengetahui akan kemunculan New Vario 125 yang sudah di-release bareng Vario 150 atau mungkin karena hal lain. Yup, sekedar informasi, dealer utama di wilayah Yogyakarta tersebut sedang menjalani renovasi besar-besaran. Berdasarkan informasi, proses renovasi baru selesai pada akhir Januari 2015. So, rencananya sobat saya akan berkunjung kembali kesana pada hari Senin depan. Mmm… Mungkinkah ini salah satu penyebab sang Vario150 dan New Vario 125 urung dipajang untuk diperkenalkan ke publik disana..?
Selain informasi di atas, untuk area Yogyakarta juga sedang disiapkan dealer baru yang berlokasi di sebelah barat Galleria Mall.
Rencananya dealer tersebut khusus melayani penjualan motor-motor CBU Honda, termasuk line-up moge nya. Nah, kalau berdasar keterangan sang sales, disana akan dipasarkan skutik Air Blade, Zoomer, dan trail CRF. Wuiih.. mantap, kalau memang nanti benar seperti itu.
Respon pasar yang terlihat positif akan kehadiran Vario 150 dan New Vario 125 ini sebaiknya harus direspon cepat oleh Honda. Potential buyer sudah tertarik untuk meminangnya, jangan sampai gara-gara calon konsumen sudah tidak sabar menunggu unit motor tiba, kemudian melirik ke kompetitor. Yup, seperti telah kita ketahui bersama, bahwa Yamaha sebagai kompetitor terdekatnya juga sudah menyiapkan amunisi skutik terbaru mereka yang sudah menerapkan filosofi Blue Core.
Perang di kelas skutik nampaknya mulai ramai tahun ini, ditandai dengan kemunculan beberapa produk baru dari para penguasa pasar. Efeknya adalah makin banyak pilihan bagi konsumen.
Last, tentang Vario 150 dan New Vario 125, apakah unitnya sudah tersedia di daerah sobat? Silahkan share di kolom komentar.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com
Review Ban Comet T001 dan T008 – Saat Digunakan Melewati Jalanan Aspal, Beton, Kering, Basah, Berpasir, dan Tanah Januari 29, 2015
Posted by prasetyo676 in General, Tips & Tricks, Tools and Equipment.Tags: Ban, Comet, cornering, Review, T001, T008
40 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga sehat dan lancar beraktifitas.
Pada kesempatan kali ini, akan kita bahas mengenai ban. Nah, ban yang dimaksud adalah merk Comet dengan tipe T001 dan T002.
Saya pertama kali mengetahui ban Comet dengan tipe tersebut adalah pada saat event Otobursa di Senayan. Kebetulan dalam event tersebut sedang ditawarkan diskon yang cukup lumayan. Akhirnya saya putuskan untuk menebusnya dengan harga kisaran 800rb-an sepasang. Selain potongan harga, saat itu juga diberikan bonus dua buah kaos dan sticker. Lumayan gan.. hehehe.. π
Ban yang saya tebus adalah tipe T001 dengan ukuran 110/70-17 dan tipe T008 dengan ukuran 150/60-17.
Ban tipe T001 saya pasang ke velg depan yg berukuran 2.75Γ17 inch. Selanjutnya ban tipe T008 saya pasangkan ke velg belakang yang berukuran 3.5×17 inch. Nah, ternyata ban T008 tersebut ukurannya terlalu besar untuk dipasangkan dengan velg ukuran lebar 3.5 inch.
Alhasil bentuk ban saat dipasang jadi seperti donat. Idealnya, untuk ukuran velg dengan lebar 3.5 inch dipasangkan dengan ban berukuran 130/70-17. Yo, wis lah next time saja, pikir saya.
Oiya, ban Comet T001 hanya tersedia ukuran 110/70-17. Sedangkan tipe T008 tersedia ukuran 120/70-17, 130/70-17, 140/60-17 dan 150/60-17.
Karena saya kadang suka iseng melakukan burn out, maka tidak perlu menunggu waktu terlalu lama, ban belakang pun menipis compound nya (bagi sobat yang ingin belajar cara burn out, bisa baca artikel ini Tips Burn out). Akhirnya kesempatan untuk ganti ban pada roda belakang dengan ukuran ban yang recommended dengan ukuran velg pun terlaksana. Ban Commet tipe T008 dengan ukuran 130/70-17 pun terpasang dengan sempurna ke velg 3.5 inch. Nah… ini baru oke…. π
Nah, karena ukuran dan velg sudah ideal, maka saatnya saya share review ban tersebut saat digunakan riding.
Ban Comet tipe T001 dan T008 masuk ke kategori touring dengan compound cenderung medium soft, jadi memang didesain untuk melahap kondisi jalan dengan karakter beragam. Kedua tipe tersebut juga memiliki indeks kecepatan dengan kode H, yang berarti masih aman digunakan untuk riding sampai kecepatan 210 km/jam. Hal ini merupakan salah satu point plus apabila dibanding ban dengan merk lain yang harganya setara.
β Berikut ini adalah hasil review ban Comet T001 dan T008 saat digunakan melewati beberapa kondisi jalan :
Untuk memudahkan penilaian, maka saya sertakan nilai dalam skala 1 sampai 10 point.
1. Jalan Aspal kering : grip ban sangat baik, stabil saat digunakan meski pada kecepatan tinggi, terasa pede buat cornering melibas tikungan. Nilai : 9 point
2. Jalan Aspal basah : grip ban masih baik meskipun melewati jalanan yang basah, bahkan yang ada genangan airnya sekalipun. Nilai : 7.5 point.
3. Jalan Beton kering : grip ban cukup baik, minim gejala sliding saat cornering melibas tikungan. Nilai : 8.5 point.
4. Jalan Beton basah : grip ban masih cukup baik, masih terasa pede meskipun pada saat kecepatan cukup tinggi. Nilai : 7 point.
6. Jalan Aspal atau Beton berpasir kering maupun basah : grip ban lumayan baik, gejala sliding cukup minim. Nilai : 7 point.
7. Jalan Aspal atau Beton yang terdapat tanah kering : grip ban masih selayaknya melewati jalanan yang terdapat pasir, yaitu tergolong cukup baik. Nilai : 7 point.
8. Jalan Aspal atau Beton yang terdapat tanah basah : grip ban terasa berkurang, gejala slip mulai timbul, perlu menjaga ritme saat melakukan pengereman atau cornering. Nilai : 5 point.
9. Jalanan Tanah kering : grip ban masih cukup lumayan untuk ban yang memiliki alur halus (tipe on-road). Nilai : 6 point.
10. Jalan Tanah basah : nah, ini dia tipe jalan yang paling sulit untuk dilalui oleh ban tipe ini. Perlu berhati-hati saat melakukan akselerasi, pengereman, atau saat cornering, karena ban terasa mudah selip.
Hal tersebut bisa jadi karena faktor bentuk alur yang tergolong halus, khas ban untuk keperluan on-road, bukan off-road.. Nilai : 4 point.
β Reliability ban selama pemakaian :
Ban Comet tipe T001 dan T008 ini cukup tangguh, meskipun tiap hari saya ajak melewati jalan aspal dan beton yang sudah rusak dan bahkan berbatu. Bahkan ban depan tipe T001 yang sudah berusia sekitar 2 tahun pun gak menunjukkan gejala benjol sama sekali. Permukaan ban tetap mulus, sehingga tetap stabil saat digunakan pada kecepatan tinggi. Sedangkan ban belakang tipe T008 juga menunjukkan kualitas seperti halnya roda depan. Mantap juga kualitasnya.
β Kesimpulan :
β Ban Comet tipe T001 dan T008 memiliki grip yang bagus untuk melewati jalan aspal maupun beton, kering, basah, maupun berpasir.
β Grip ban akan terasa kurang baik saat melewati jalan tanah yang basah. Tetapi ini lebih karena alur ban yang didesain untuk keperluan on-road.
β Daya tahan dan kualitas ban cukup baik. Tidak benjol meskipun sering digunakan untuk melewati jalanan yang rusak.
β Harga ban masih tergolong terjangkau.
Begitulah hasil review saya terhadap ban Comet T001 dan T008 yang terpasang pada Tiger Revolution yang sering saya sebut “Si Macan Silver” ini. Nah, mungkin beberapa diantara sobat ada yang sedang bingung mencari tipe ban yang akan dipasang pada motor kesayangan? Mungkin review ban Comet T001 dan T008 ini bisa menjadi salah satu referensi, sebelum memutuskan pilihan.
(Prast)
E-mail : prasetyo676@gmail.com














































