Nicky Hayden : Honda RCV1000R Berbeda dengan yang Diharapkan April 13, 2014
Posted by prasetyo676 in MotoGP.4 comments
Prast 676 – Kekecewaan tampak muncul dari Nicky Hayden yang menunggangi Honda RCV1000R.
Hayden belum dapat mendapatkan hasil yg bagus sampai saat ini. Bahkan di FP1, FP2, FP3, FP4, QP MotoGP Austin, COTA 2014, doi tidak dapat meraih hasil yg optimal.
Berikut ini ungkapannya :
“It was huge. Not just Casey, but I made my decision based off what I was told. What information I had on this bike. At that time it wasn’t, ‘It’s a new project, it’s going to take time’. As we know, it’s a little bit different to what I was expecting! You don’t expect to come here on a Honda and have it quit twice on the out-lap and not know the problem.
Things like that. I’m sure they haven’t expected it either.”
The new ‘for sale’ Production Honda is based on the world title winning RC213V, but comes without the pneumatic valves, seamless shift gearbox and Factory electronics.
As an Open class entry, the machine has perks such as four litres of extra race fuel and access to a softer rear tyre to help compensate. However the RCV1000R tank is not yet capable of holding the full 24 litres of race fuel.
Forward Yamaha’s Aleix Espargaro again led the Open class challenge in Austin qualifying, claiming a career best fourth on the grid with the aid of the special soft tyre.
(Crash.net)
Mengenai tanggapan Honda terhadap keluhan para pembalap tentang performa RCV1000R, pernah saya bahas di sini :
https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/02/honda-tidak-terburu-buru-untuk-meng-upgrade-rcv1000r/
Semoga Honda bisa membenahi RCV1000R agar lebih kompetitif, sehingga dapat bersaing dengan open class Yamaha, seperti Aleix Espargaro, agar menyuguhkan pertarungan yg lebih seru, sehingga menghibur para pecinta MotoGP.
Saya berharap Nicky Hayden, sebagai mantan juara dunia MotoGP tahun 2006, dapat menunjukkan kehebatannya lagi.
(Prast)
Photo : crash.net
Hasil Kualifikasi MotoGP Austin 2014, Marquez Terdepan, 3 Honda di Front Row April 13, 2014
Posted by prasetyo676 in MotoGP.2 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga weekend ini menyenangkan. Berita datang dari Kualifikasi MotoGP Austin, COTA 2014, Marc Marquez berhasil mencatatkan diri sebagai yg tercepat, dan berhak menempati posisi start pertama.
Hasil ini menambah rekor pencapaian Marquez, setelah berhasil juga menjadi yg tercepat di Free Practice, yaitu FP1, FP2, FP3, FP4. Tampaknya doi nyaman melibas sirkuit Austin ini menggunakan Honda RC213V nya.
Selanjutnya di tempat ke dua, ditempati oleh Dani Pedrosa, rekan setim Marquez di team Repsol Honda. Pedrosa menunjukkan hasil yg konsisten selama jalannya FP dan QP.
Berlanjut ke urutan ke tiga, ada Stefan Bradl yg juga menunjukkan hasil yg positif selama perjalanan FP sampai QP.
Di posisi ke empat ada Aleix Espargarro yg berasal dari team kategori open class.
Jorge Lorenzo berhasil memperbaiki posisi daripada saat sesi FP, yup doi berhasil meraih posisi ke lima di QP2 ini.
Sang pembalap legendaris, Valentino Rossi berhasil menempati posisi ke enam.
Pembalap dari team Ducati masih belum dapat bersaing di row depan, karena hanya berhasil mencatatkan waktu di urutan ke tujuh untuk Cal Crutchlow, dan posisi ke sepuluh untuk Andrea Dovizioso.
So, untuk posisi front row ditempati oleh tiga pembalap Honda, kemudian di second row ditempati oleh tiga pembalap dari Yamaha.
Tampaknya di sirkuit ini, settingan motor Honda sangat cocok dengan layout sirkuit.
Berikut ini hasil lengkap QP 2 MotoGP Austin, COTA 2014 :
Pos. Rider Nation Team Time Gap 1st/Prev.
1 Marc MARQUEZ SPA Repsol Honda Team 2’02.773
2 Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team 2’03.062 0.289 / 0.289
3 Stefan BRADL GER LCR Honda MotoGP 2’03.196 0.423 / 0.134
4 Aleix ESPARGARO SPA NGM Forward Racing Forward Yamaha 2’03.240 0.467 / 0.044
5 Jorge LORENZO SPA Movistar Yamaha MotoGP 2’03.243 0.470 / 0.003
6 Valentino ROSSI ITA Movistar Yamaha MotoGP 2’03.244 0.471 / 0.001
7 Cal CRUTCHLOW GBR Ducati Team 2’03.780 1.007 / 0.536
8 Bradley SMITH GBR Monster Yamaha Tech 3, 2’03.800 1.027 / 0.020
9 Andrea IANNONE ITA Pramac Racing Ducati 2’03.842 1.069 / 0.042
10 Andrea DOVIZIOSO ITA Ducati Team Ducati 333.3 2’03.846 1.073 / 0.004
11 Pol ESPARGARO SPA Monster Yamaha Tech 3 Yamaha 2’03.913 1.140 / 0.067
12 Alvaro BAUTISTA SPA GO&FUN Honda Gresini 2’03.923 1.150 / 0.010
Siapakah yg berhasil memenangkan race MotoGP Austin, COTA 2014 ini?
Kita simak saja jalannya race, nanti malam, lebih tepatnya Senin dini hari,
(Prast)
Hasil Free Practice 4, MotoGP Austin 2014, Marquez Merajai April 12, 2014
Posted by prasetyo676 in MotoGP.2 comments
Prast 676 – Pada Free Practice 4 MotoGP Austin 2014, sang bocah spektakuler, Marc Marquez kembali menunjukkan kelasnya, dengan menjadi yg tercepat. Marc berhasil meraih posisi tercepat ke satu, pada seluruh sesi Free Practice (FP1, FP2, FP3, FP4).
Tinggal kita tunggu hasil QP dan race.
Berikut ini hasil lengkap, Free Practice 4, MotoGP Austin, COTA, 2014 :
Source : motogp.com
Semoga berguna.
(Prast)
Hasil Free Practice 3, MotoGP Austin, Marquez Tercepat April 12, 2014
Posted by prasetyo676 in MotoGP.add a comment
Prast 676 – Pada Free Practice (FP) 3, MotoGP Austin, COTA, sang pembuat rekor, Marc Marquez melanjutkan trend positif dari FP sebelumnya (FP1 dan FP2) dengan menjadi yg tercepat.
Di tempat ke dua ada Stefan Bradl, disusul Dani Pedrosa yg konsisten menjadi tercepat ke tiga.
Andrea Dovizioso meraih posisi tercepat ke empat. Bradley Smith berhasil meraih posisi tercepat ke lima.
Jorge Lorenzo tampaknya masih mencari settingan yg pas dari motornya, karena hanya berhasil meraih posisi tercepat ke tujuh.
Sang Legendaris, Valentino Rossi, meraih urutan ke sepuluh, merosot dari hasil FP sebelumnya.
Untuk hasil selengkapnya, silahkan simak data di bawah ini :
Hasil FP3 MotoGP Austin, COTA, 2014 :
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 2m
3.046s [Lap 13/16] 336km/h (Top Speed)
2. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 2m
3.791s +0.745s [13/17] 336km/h
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 2m
3.934s +0.888s [5/15] 334km/h
4. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici) 2m
3.939s +0.893s [13/14] 337km/h
5. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)
2m 3.963s +0.917s [15/16] 332km/h
6. Andrea Iannone ITA Pramac Racing (Desmosedici) 2m
4.104s +1.058s [15/16] 338km/h
7. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)
2m 4.175s +1.129s [13/15] 332km/h
8. Cal Crutchlow GBR Ducati Team (Desmosedici) 2m 4.217s
+1.171s [15/15] 334km/h
9. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)*
2m 4.280s +1.234s [12/14] 333km/h
10. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)
2m 4.311s +1.265s [15/16] 333km/h
11. Alvaro Bautista ESP Go&Fun Honda Gresini (RC213V)
2m 4.710s +1.664s [13/15] 335km/h
12. Aleix Espargaro ESP NGM Forward Racing (Forward
Yamaha) 2m 4.718s +1.672s [10/12] 324km/h
13. Yonny Hernandez COL Pramac Racing (Desmosedici) 2m
5.387s +2.341s [12/15] 327km/h
14. Hiroshi Aoyama JPN Drive M7 Aspar (RCV1000R) 2m
5.401s +2.355s [15/16] 324km/h
15. Scott Redding GBR Go&Fun Honda Gresini (RCV1000R)*
2m 5.778s +2.732s [13/16] 316km/h
16. Nicky Hayden USA Drive M7 Aspar (RCV1000R) 2m
6.228s +3.182s [13/13] 317km/h
17. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (RCV1000R)
2m 6.888s +3.842s [13/14] 319km/h
18. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Avintia) 2m 7.158s
+4.112s [16/16] 317km/h
19. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (Forward
Yamaha) 2m 7.418s +4.372s [13/14] 320km/h
20. Danilo Petrucci ITA IodaRacing Project (ART) 2m 7.593s
+4.547s [13/17] 316km/h
21. Broc Parkes AUS Paul Bird Motorsport (PBM-ART)* 2m
7.842s +4.796s [10/11] 306km/h
22. Michael Laverty GBR Paul Bird Motorsport (PBM-ART)
2m 8.089s +5.043s [13/14] 312km/h
23. Mike Di Meglio FRA Avintia Racing (Avintia)* 2m 8.122s
+5.076s [12/12] 317km/h
Top 10 – Combined practice times:
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V)
2. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V)
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V)
4. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici)
5. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)
6. Andrea Iannone ITA Pramac Racing (Desmosedici)
7. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing (YZR-M1)
8. Cal Crutchlow GBR Ducati Team (Desmosedici)
9. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)
10. Valentino Rossi ITA Yamaha Factory Racing (YZR-M1)
Source : crash.net
Semoga nantinya race MotoGP Austin 2014 berlangsung seru.
(Prast)
Persiapan Test Ride Honda CB400 April 12, 2014
Posted by prasetyo676 in Test Ride.20 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister. Pada weekend ini saya pergi ke bengkel untuk membetulkan roda belakang motor saya yg bannya sering kempes, karena bocor halus dari celah bibir velg. Bengkel langganan saya bernama Siantar Motor Sport, yg berada di Jl. M. Hasibuan, Bekasi Timur. Bengkel tersebut ahli dalam bidang modifikasi maupun sekedar servis ringan dan berat.
Kebetulan disana terparkir moge keluaran tahun lama, berwarna hitam. Meskipun moge tersebut sudah berumur, dan dijemur di teriknya matahari, tetapi cat masih terlihat mengkilap. Bukti kualitas motor pada saat itu memang cukup bagus.
Dah, segini dulu ceritanya. Untuk kelanjutannya, nanti akan dibuatkan artikel secara terpisah, biar gak terlalu panjang yg bikin ngantuk bacanya.. hehehe…
(Prast)
Update : Test Ride Honda CB400 Super Four klik link ini ;
https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/19/test-ride-dan-review-honda-cb400-super-four-smooth-dan-easy-riding/
Hasil Free Practice 1 dan 2 MotoGP Austin 2014, Marquez Dominan April 12, 2014
Posted by prasetyo676 in MotoGP.10 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister. Semoga weekend anda menyenangkan. Pada weekend ini kita akan ditemani balapan kondang, yup tentu saja MotoGP Austin 2014.
Sebelum kita menyimak balapannya besok malam (lebih tepatnya Senin dini hari), akan lebih lengkap klo kita juga mengikuti hasil Free Practice MotoGP.
Pada Free Practice (FP) pertama dan ke dua, sang juara dunia bertahan, sekaligus pemecah rekor “Marc Marquez” masih mendominasi, dengan menjadi yg tercepat. Doi mengakui, cedera yg dialaminya pada beberapa pekan sebelumnya, sudah mulai membaik. Bahkan terasa lebih baik apabila dibandingkan dengan kondisi saat mengikuti MotoGP Qatar 2014. Doi bisa menggeber Honda RC213V dengan lebih optimal, dan berhasil menjadi pembalap tercepat di FP1 dan FP2 tersebut.
Hasil positif juga sempat di tunjukkan oleh pembalap open class, Aleix Espargaro yg sempat meraih posisi tercepat ke dua pada saat FP1. Sayangnya hasil posistif pada FP1 tersebut tidak dapat dipertahankan di FP2, karena doi melorot ke posisi 6.
Pembalap senior di team Repsol Honda, Dani Pedrosa menunjukkan hasil yg konsisten dengan meraih posisi tercepat ke tiga, di FP1 dan FP2.
Pembalap kondang, Valentino Rossi berhasil meraih posisi tercepat ke empat pada saat FP1, dan kemudian melorot ke posisi lima pada saat FP2.
Sedangkan pembalap dari team Ducati, Andrea Dovizioso menunjukkan hasil yg cukup positif, dengan berhasil meraih posisi tercepat ke lima pada saat FP1, dan kemudian meroket ke posisi dua pada saat FP2 digelar.
Bagaimana dengan kabar Jorge Lorenzo? Yup, ternyata doi masih belum bisa optimal dengan tunggangannya YZR M1 2014.
Lorenzo hanya berhasil meraih posisi ke dua belas, pada saat FP1. Sedangkan pada saat FP2, Jorge Lorenzo berhasil memperbaiki posisi dengan meraih posisi ke delapan.
Bagaimana kelanjutan di FP berikutnya, serta hasil kualifikasi? Ya, kita pantau saja nanti. Semoga MotoGP Red Bull Grand Prix of the Americas, Austin 2014 dapat menyuguhkan pertarungan seru antar pembalapnya.
(Prast)
Hasil lengkap FP1 MotoGP Austin 2014 :
Hasil lengkap FP2 MotoGP Austin 2014 :
Source : motogp.com
Kawasaki Estrella 250 Sudah Sold Out, Laris April 11, 2014
Posted by prasetyo676 in Kawasaki.7 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister. Sekedar share informasi yg baru saja saya baca di portal okezone.com, bahwa Kawasaki Estrella 250 yg belum lama dilaunching, ternyata dapat diterima pasar. Motor ini memang bukan untuk selera semua orang, tetapi buat orang yg menyukai motor berdesain retro classic, maupun kalangan hobbies. Yup, meskipun harganya lumayan cukup tinggi untuk sebuah motor 250cc yg masih bermesin air cooled, tetapi terbayarkan dengan tampilannya yg non mainstream. Sehingga apabila anda menggunakan motor ini di jalan raya, tentu akan menarik perhatian para pengendara motor maupun mobil di sekeliling anda.
Berikut ini berita lengkapnya dari okezone.com :
JAKARTA – Motor sport retro Kawasaki Estrella mendapat respon positif dari para pecinta roda dua di pasar nasional.
Dari pengiriman pertama sebanyak 40 unit, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) berhasil menjual seluruhnya terhitung setelah resmi meluncurkannya pada 22 Maret 2014.
“Estrella responnya sangat bagus bahkan semua sudah terjual
habis. Total 40 unit sudah terjual, 20 unit yang biasa, 20 unit lagi yang Special Edition,” kata Liongoey Iskandar, Section Head Sales & Promotion Department Marketing & Sales Division PT KMI kepada Okezone di Jakarta, Selasa (8/4/2014).
Menurut Liongoey, seluruh unit yang sudah terjual diutamakan
bagi konsumen Jakarta. Setelah itu baru giliran konsumen diluar wilayah Ibukota. “Yang (terjual) kemarin memang difokuskan untuk Jakarta dulu, setelah itu baru daerah lain.
Pemesannya juga sudah mulai banyak, tapi memang harus
menunggu lebih lama sekira sebulan,” tukasnya.
Sebagai informasi, Kawasaki Estrella hanya tersedia dalam
dua pilihan warna yakni biru dan hitam. Warna biru atau Candy Carribian Blue menjadi varian standar, sementara hitam (Mettalic Spark Black) hadir sebagai varian Special Edition.
Oleh karena itu keduanya ditawarkan dengan harga yang
berbeda. Kawasaki Estrella tipe standar dibanderol Rp64,9
juta, sementara untuk tipe spesial edition dilepas Rp66,7 juta.
Keduanya dijual dengan status On the Road Jakarta.
Secara tampilan, Estrella memiliki karakter retro yang sangat kuat. Hal itu dapat dilihat dari desain yang membulat mulai dari depan hingga buritan. Velg jari-jari serta aksen krom yang melapisi beberapa bagian makin menguatkan kesan oldschool.
Kawasaki memberkali Estrella dengan mesin fuel injetion,
berpendingun udara, 4 tak 1 silinder dengan kapasitas 249 cc SOHC 2 katup. Dengan mesin tersebut, tenaga yang dihasilkan mencapai 17,7 PS pada 7.500 RPM dengan torsi 18 Nm pada 5.500 RPM.
Berita aslinya dapat diakses di link berikut ini :
http://m.okezone.com/read/2014/04/08/53/966951/kawasaki-estrella-sold-out
Tertarik dengan Estrella 250? Silahkan pesan dari sekarang dan sabar menunggu, motor keren memang butuh perjuangan buat mendapatkannya.. hehehe..
Semoga artikel ini bermanfaat.
(Prast)
Photos : Okezone
Kenapa Tutup Tangki Next Sport Fairing Honda Harus Rata (CB150 Versi Fairing) April 10, 2014
Posted by prasetyo676 in Honda.25 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat agar lancar dalam beraktifitas. Membaca artikel dari blogger ternama, wak haji Taufik TMC blog, bahwa Project Honda K45 nya AHM yang disinyalir merupakan Versi Full Fairing dari Honda CB 150R SF sepertinya menggunakan Tangki BBM berbeda dimana Tutup tangki bensinnya sudah di desain rata . Bagi yg belum baca artikelnya, bisa baca di sini http://tmcblog.com/2014/04/09/spied-tangki-bensin-hond-cbr-150r-lokal-tutup-tangki-sudah-beneran-rata-nih/
Mengenai bocoran gambar tangki bensin Honda K45, seperti yg di artikel wak haji Taufik TMC blog adalah seperti ini.
Terkait dengan desain tutup tangki model jendul sempat menjadi perbincangan hangat diantara para biker pemerhati motor tipe sport. Bahkan, dulu saat lagi hot artikel komparasi antara NVL vs CBSF di blog-blog ternama, tutup tangki jendul sempat menjadi bahan adu komentar antara FBY dan FBH, yg bikin saya sampai ketawa klo baca komentar – komentar mereka tersebut. Hehehe..
Sekarang kita bahas seberapa penting tampilan tutup tangki motor sport yg akan dikeluarkan oleh AHM (Astra Honda Motor) ini, apakah memang wajib rata atau jendul kayak produk motor-motor sport buatan AHM sebelumnya, seperti Honda Tiger, Megapro, New Megapro, CB150 Street Fire (CBSF), Verza 150. Apakah ada yg salah dengan tutup tangki jendol tersebut?
Menurut opini saya, sebenarnya tidak ada yg salah dengan keberadaan tutup tangki jendul tersebut. Tetapi yg menjadi konsen adalah mengenai kesesuaian desain motor secara keseluruhan.
Sebagai contoh, Honda Tiger masih mengaplikasi tutup tangki jendul. Menurut opini saya, hal tersebut masih dapat diterima, karena desain Honda Tiger adalah Neo Classic, perpaduan desain modern tetapi masih membawa garis desain retro classic, seperti konsep lampu utama besar membulat, bentuk setang yg tinggi, suspensi belakang model double shockbreaker, mesin yg masih menganut SOHC air cooled, dan desain sasis diamond konvensional.
Contoh tampilan tutup tangki jendul pada Honda Tiger Revolution :
Contoh lainnya, dapat kita temukan aplikasi tutup tangki jendul pada motor gede yg masuk kategori high end. Kalau brother dan sister perhatikan moge Harley Davidson, rata-rata mengaplikasi model tutup tangki jendul. Apakah ada yg mengkomplain hal tersebut? Saya rasa hampir semua orang menerimanya, karena klo kita lihat desainnya secara keseluruhan, pengaplikasian tutup tangki jendul tersebut sangat serasi dengan bentuk tangki dan motornya yg mempunyai style classic cruiser. So, penggunaan tutup tangki jendul tidak mengurangi kemewahan serta keindahan desain motor Harley Davidson secara keseluruhan. Bahkan bisa dibilang sangat elegan dan mewah.
Contoh tampilan tutup tangki jendul pada Harley Davidson :
Selanjutnya kenapa motor sport berdesain modern atau full fairing sebaiknya mengaplikasi tutup tangki model rata?
Yup, balik lagi ke point kesesuaian desain tutup tangki tersebut dengan konsep desain secara keseluruhan.
Tutup tangki model rata memberikan kesan modern, simple, tapi keren.
Contoh tampilan tutup tangki model rata, pada motor-motor sport berpenampilan modern atau sport full fairing :
1. Tutup tangki Ducati Monster :
2. Tutup tangki MvAgusta F4 :
3. Tutup tangki Yamaha New Vixion Lightning :
4. Tutup tangki Aprilia RSV4 :
Keren dan serasi dengan desain motornya, sehingga nyaman untuk kita pandang. Jadi, untuk motor sport dengan desain modern maupun motor sport full fairing, penggunaan tutup tangki model rata ini merupakan sebuah tuntutan yg harus dipenuhi. Yup, karena apabila masih mengadopsi tutup tangki model jendul akan merusak keserasian desain secara keseluruhan.
Balik lagi ke Honda K45 yg disinyalir merupakan versi fairing dari CB150R Street Fire, menurut bocoran dari TMCblog katanya sudah mengaplikasi tutup tangki model rata, seperti halnya CBR150R Thailand. Untuk tutup tangki CBR150R Thailand ini pernah diulas oleh blogger-blogger ternama, diantaranya pertamax7.com, iwanbanaran.com, tmcblog.com. Model tutup tangki memang sudah rata, tetapi bukan model engsel seperti yg diaplikasi pada umumnya motor sport full fairing ataupun moge. Tutup tangki Honda CBR150R Thailand bisa dibuka sampai terlepas seperti halnya tutup tangki jendul punya Tiger, Verza, CBSF, New Megapro, Old Vixion.
Seperti inilah penampakan tutup tangki model rata yg diaplikasi di Honda CBR150R Thailand (foto dari blog pertamax7.com & iwanbanaran.com, izin share foto nih mas Ipan dan mas Iwan..) :
Sebenarnya Honda di Indonesia sudah pernah mengaplikasikan tutup tangki model rata di motor sport full fairing Honda NSR 150R yg dipasarkan pada tahun 90an. Bagi yg belum tau mengenai Honda NSR 150R, dapat menuju link berikut ini : http://www.oto-id.com/honda-nsr-150-r-motor-sport-legendaris_1216.aspx
Semoga nantinya Honda K45 atau CBSF versi fairing tampilannya keren dan tutup tangki sesuai dengan garis desain secara keseluruhan.
So, kesimpulan dari ulasan di atas, menurut opini saya adalah :
Tutup tangki jendul cocok diaplikasi di motor berdesain retro classic atau neo classic, serta cruiser bike.
Tutup tangki model rata, cocok diaplikasi di motor baik naked maupun full fairing dengan desain modern.
Jadi, tutup tangki model jendul maupun model rata tetap keren semuanya, asal diaplikasi di motor yg desainnya sesuai.
Bagaimana menurut pendapat brother dan sister? Silahkan dishare di kolom komentar.
Semoga artikel ini bermanfaat.
(Prast)
Honda LS 125, Slim dan Keren April 9, 2014
Posted by prasetyo676 in Honda.44 comments
Prast 676 – Salam penuh semangat, semoga brother dan sister sudah selesai mencoblos di TPS, guna menyukseskan Pemilu legislatif 2014.
Oke,sekedar inter mezzo aja, kemarin sore di daerah Bekasi Timur, saya disalip sebuah motor sport berpenampilan ramping dan simple, tetapi lumayan keren juga. Sayangnya saya tidak dapat memfotonya karena kondisi sedang naik motor berkopling, serta kondisi jalan juga lumayan rame.
Penampilan motor tersebut cukup slim dan agak kecil, sedikit lebih besar sih klo dibandingkan dengan Yamaha Touch 125.
Saat melihat sasisnya, sekilas terlihat konstruksinya twin spar atau biasa disebut deltabox.
Bentuk buntut kecil, agak lancip di bagian ujungnya, sekilas agak mirip buntut Honda Sonic.
Setelah coba cari gambar di Google, ketemulah si Honda LS 125 yg diproduksi di Thailand. Tampilannya mirip banget dengan motor yg saya lihat kemarin sore, dengan buntut warna kuning.
Berikut ini foto-foto Honda LS 125 yg saya dapat di Google.
Honda LS125.
Ternyata ada juga Honda LS125 yg dimodif pake ban kecil, style drag race, seperti foto di bawah ini.
Spesifikasi Honda LS 125 /R.
Class : Sport
Engine : 123.5 cc (7.54 cu in) single-cylinder
Bore / stroke : 53.3 mm × 50.8 mm (2.10 in × 2.00 in)
Rasio kompresi : 7.0:1
Power : 24 horsepower / 9000rpm
Torsi : 1.97 kgm / 8000rpm.
Transmisi : 6-speed
Suspensi depan : Telescopic fork
Suspensi belakang : monoshock
Ukuran ban depan : 70/90 R17
Ukuran ban belakang : 80/90 R17
Dengan spesifikasi seperti di atas, ternyata Honda LS 125 juga mudah dioprek untuk balapan drag bike. Seperti yg pernah diulas oleh motor.otomotifnet.com. Sang joki, Bowo dan pacuannya Honda LS 125 spek drag race, berhasil meraih podium utama dengan waktu tercepat di 7,366 detik, untuk jarak tempuh 201 meter di ajang Pertamina Enduro KYT Day Battle Dragbike 201M 2012. Seperti inlay tampilan Honda LS 125 yg menjadi Juara Drag bike saat itu :
Untuk top speed, Honda LS 125 ada yg bisa mencapai kecepatan hampir 150 km/ jam. Seperti pada video di YouTube dengan link berikut ini : honda ls 125 clocking top speed standerd: http://youtu.be/Yy6-09lZuFs
Meskipun kurang tau apakah kondisi mesinnya masih full original atau tidak.
Setahu penulis, Honda LS 125 tidak secara resmi dipasarkan oleh AHM di Indonesia. Jadi, apabila ada biker di Indonesia yg memilikinya, apakah melalui jalur Importir Umum ya…
Di pasaran motor second, Honda LS 125 ini ditawarkan kisaran 23 juta rupiah, untuk buatan tahun 2001. Seperti yg ditawarkan di situs jualanmotor.com berikut ini ( http://www.jualanmotor.com/Iklan/Detail/241/motor-dijual-honda-ls-125r-2001-surabaya.html ) :
Bagi brother yg mempunyai informasi lebih detail, maupun pendapat tentang Honda LS 125 ini, bisa dishare di kolom komentar.
Sekian semoga bermanfaat.
(Prast)
Photos : Google
Mengurangi Suara Decit di Swing Arm Yamaha Scorpio April 8, 2014
Posted by prasetyo676 in Tips & Tricks.22 comments
Prast676 – Salam penuh semangat. Kali ini kita sekedar membahas tips ringan saja. Tips ini saya dapatkan dari teman saya yg sudah pernah mengaplikasikannya pada motor Scorpio miliknya. Yup, teman saya yg bernama Bung Anto, sebelumnya mengalami problem dengan suara decitan di area as swing arm motor Yamaha Scorpio nya.
Konstruksi swing arm Yamaha Scorpio dari pabrikan sudah menggunakan sistem suspensi monocross dan bosh swing arm yg berupa bearing bambu.
Ilustrasi bearing bambu.
Suara decitan bisa berasal dari link monocross ataupun bosh swing arm. Tetapi, berdasarkan pengalaman menggunakan Scorpio kesayangannya, suara decitan biasanya berasal dari bagian bosh swing arm. Suara itu timbul karena kondisi bearing bambu yg kondisi grease pelumasnya sudah kering. Sebenarnya hal tersebut bisa diatasi dengan memberikan pelumasan lagi, tetapi biasanya gak bertahan lama, karena begitu pelumas tersebut kering, maka suara decitan tersebut muncul lagi.
Apabila brother dan sister menggantinya dengan satu set bearing bambu seperti originalnya lagi, maka harus mengeluarkan sejumlah biaya yg cukup lumayan.
Nah trus gimana dong solusinya untuk menghilangkan suara decitan tadi dengan hemat biaya, tetapi dengan hasil yg cukup efektif?
Tenang saja… Coba brother maupun sister yg juga mengalami suara decitan pada area swing arm Yamaha Scorpio, dapat mengikuti langkah yg sudah dijalani teman saya, Bung Anto tersebut. Tips ini diperoleh Bung Anto dari bengkel X Baru, di daerah Tambun.
Solusi yg ditempuh oleh Bung Anto adalah dengan mengganti bearing bambu pada swing arm Yamaha Scorpio nya, dengan bosh swing arm kepunyaan Yamaha F1ZR.
Cekidot tampilan berikut di bawah ini.
Ilustrasi bosh swing arm Yamaha F1ZR yg digunakan untuk subtitusi bearing bambu kepunyaan Yamaha Scorpio. Bosh arm tersebut terbuat dari bahan sebangsa plastik khusus yg kuat dan tahan gesekan. Warnanya biasanya hitam, coklat, maupun cream.
Harga bosh swing arm kepunyaan Yamaha F1ZR tersebut dapat ditebus di bengkel resmi ataupun bengkel umum, seharga kisaran 45 ribu rupiah. Pada saat bosh gear tersebut dipasangkan ke swing arm Yamaha Scorpio, cuma perlu sedikit penyesuaian saja, yaitu gerinda bagian ujung bosh gear yg sedikit menonjol keluar.
Dengan mengaplikasikan trik tersebut di atas, motor Scorpio punya Bung Anto sudah tidak berdecit lagi sampai saat ini. Oiya, Bung Anto sudah mengaplikasikan trik tersebut selama hampir 2 tahun, dan menurut penuturannya tidak mengalami masalah dengan penerapan hal tersebut.
So, bagi para brother dan sister yg mempunyai Yamaha Scorpio, dan mengalami problem suara berdecit di bagian as swing arm, boleh dicoba trik yg telah diaplikasi oleh Bung Anto tersebut di atas.
Semoga artikel ini bermanfaat.
(Prast)






































