Iklan
jump to navigation

Jelang MotoGP Argentina 2014, Ketahui Sejarahnya Dahulu April 26, 2014

Posted by prasetyo676 in MotoGP.
trackback

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, pada akhir pekan ini akan digelar kompetisi balap motor ternama di dunia, yaitu MotoGP di Argentina. Sebelum kita menyimak jalannya Free Practice, Qualification, dan Race GP Argentina, ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu sejarahnya.

image

Argentina masuk kembali ke dalam kalender MotoGP pada tanggal 27 April 2014 setelah absen selama 14 tahun, pada sirkuit Termas de Rio Hondo.
Di bawah ini adalah sejarah singkat grand prix balap motor di Argentina :

Tahun 1961 – Gelaran race pada tahun ini diadakan di Buenos Aires,
yang merupakan pertama kalinya sebuah Grand Prix diselenggarakan di luar Eropa.
Gelaran pada tahun ini adalah yg paling di ingat untuk apa yang terjadi di kelas125 cc, karena pada saat kejuaraan tersebut berlangsung, “sang penantang” Ernst Degner dari Jerman Timur tidak mengikuti balapan, sehingga balapan akhirnya dimenangkan oleh pembalap Australia “Tom Phillis”, sehingga Phillis berhasil meraih gelar juara dunia – dan merupakan yang pertama bagi Honda di kategori 125 cc.

Tahun 1962 – Rider Argentina lagi-lagi sukses di kelas 500 cc, dengan Benedicto Caldarella sebagai sang juara dan Juan Carlos Salatino yg berhasil finish kedua.
Pada race kelas 250 cc dimenangkan oleh Arthur Wheeler pada usia 46 tahun, merupakan pembalap tertua yang berhasil memenagkan Grand Prix. Selanjutnya, pembalap asal Selandia Baru, Hugh Anderson berhasil memenangkan kelas 50 cc dan 125 cc menggunakan mesin Suzuki. Ernst Degner berhasil finish kedua di race 50 cc untuk meraih gelar juara dunia – yang pertama bagi Suzuki.

Tahun 1963 – Juara Dunia Mike Hailwood  mengikuti seri GP Argentina untuk pertama kalinya dengan pabrikan MV Agusta.
Hugh Anderson menggunakan motor Suzuki lagi-lagi memenangkan balapan kelas 50 cc, Jim Redman menggunakan Honda berhasil menang di kelas 125 cc. Sedangkan untuk kepas 250 cc dimenangkan oleh Tarquinio Provini yg merupakan kemenangan terakhir bagi Morini.

Tahun 1981 / ’82 – Setelah jeda selama 17 tahun, balap Grand Prix kembali ke Argentina pada tahun 1981, lagi-lagi diselenggarakan di Buenos Aires. Pada tahun1981 perlombaan hanya untuk kelas 125 cc, 250 cc dan 350 cc. Masing-masing dimenangkan oleh Angel Nieto, Jean-Francois Balde dan Jon Ekerold.
Pada tahun 1982, kelas 500 cc juga disertakan dan dimenangkan oleh Kenny Roberts, kemudian Barry Sheene, dan tempat ketiga oleh Freddie Spencer yg merupakan debut baru dengan motor tiga silinder Honda dua- stroke. Angel Nieto memberi kemenagan yg pertama kali bagi Garelli di kelas 125 cc. Kemudian, pembalap Carlos Lavado memenangkan balapan pada kelas 350 cc.

Tahun 1987 – Setelah jeda empat tahun, Argentina lagi-lagi
dimasukkan sebagai balapan terakhir; saat itu, hanya kelas 250 cc dan 500 cc yg disertakan, dengan pemenang masing-masing adalah Sito Pons dan Eddie Lawson.

image

Tahun 1994 – ’95, ’98-’99 – The Grand Prix Argentina muncul di
jadwal empat kali pada tahun 1990-an, tetapi tidak menjadi sebuah penyelenggaraan yg ditetapkan pada kalender.
Pada tahun 1994, Jorge Martinez berhasil memenangkan balapan pada kelas 125 cc ; ini juga merupakan kemenangan terakhir di kelas 125 cc bagi Yamaha.
Mungkin insiden yang paling menonjol pada periode ini berada di kelas 250 cc pada tahun 1998, ketika rekan satu team, Loris Capirossi dan Tetsuya Harada tiba di Argentina untuk balapan terakhir yg hanya dipisahkan dua poin saja. Kedua pembalap tersebut bertabrakan di tikungan terakhir dan Harada jatuh, sementara Capirossi meraih gelar juara.
Pada tahun 1999, Emilio Alzamora (sekarang manajer Marc Marquez) berhasil menyelesaikan balapan pada posisi kedua di kelas 125 cc untuk meraih gelar juara dunia.

Tahun 2014 – Argentina masuk kembali ke dalam kalender MotoGP pada tanggal 27 April 2014 setelah absen selama 14 tahun, pada sirkuit Termas de Rio Hondo.

Demikian review singkat mengenai sejarah penyelenggaraan World Grand Prix di Argentina, semoga artikel ini dapat menambah referensi agar lebih antusias untuk menyaksikan race MotoGP Argentina pada akhir pekan ini.

(Prast)

Referensi : crash.net

Iklan

Komentar»

1. KenunK - April 26, 2014
prasetyo676 - April 26, 2014

Komplit pake telor, hehehe..
Biar nambah informasi aja mas.
Makasih dah mampir.

Suka

2. cicak kreatip.com - April 26, 2014
prasetyo676 - April 26, 2014

Silahkan kang.. makasih dah mampir.

Suka

cicak kreatip.com - April 26, 2014

siepp..sama sama bro 😀

Suka

prasetyo676 - April 26, 2014

Joss.. suwun kang.

Suka

3. warungasep - April 26, 2014
prasetyo676 - April 26, 2014

Iya mas, tapi Argentina sering absen di kalender penyelenggaraan GP. Tahun ini baru masuk Ke kalender lagi, setelah 14 tahun absen.

Suka

4. motobikerz - April 26, 2014

Nih.. ada kesempatan buat teman2 blogger yg mau nulis roda-empat
Mercedes-Benz Driving Experience digelar di Parkir Timur Senayan 26-27 April 2014
http://stephenlangitan.com/archives/87298

Suka

prasetyo676 - April 26, 2014

Joss.. keren tuh.

Suka

5. Mase - April 26, 2014

indonesia kapannnn

Suka

prasetyo676 - April 26, 2014

Kapan – kapan.. 🙂

Suka

6. ridertasik - April 26, 2014
7. miko - April 27, 2014

harada harusnya juara dunia beda satu poin leading kalo posisi finish capirex dibawah harada persis (kalo gak salah inget). yang jelas kejadian di lap2 terakhir di chicane. habis nikung kiri trus kanan…ketika mau nikung kanan harada disisi luar, capirex sisi dalam. di situ mungkin ada celah tapi menurutq tidak. capirex bener2 nyodok, akhirnya senggolan harada down to the gravel. mungkin ini persis kejadian Doohan vs Criville di Eastern Creek. tapi kejadian doohan vs Criville ini Doohan yg disisi luar (sama2 mau nikung kanan) terlalu maksa. akhirnya dua2nya out setelah senggolan, kemenangan di embat Capirex dengan YZR 500.
kejadian harada vs capirex akhirnya ane simpulkan krn capirex belum pernah juara dunia 250 n di team yg sama yaitu aprillia, yah italian connection harap maklum. n gelar kedua 250 cc harada akhirnya dirampok! (setelah sebelumnya 1993 dengan Team Yamaha Telkor Valesi)

Suka

miko - April 27, 2014

tahun2 berikutnya harada diplot pegang RSW400…alih2 biar gak ngambek kale.

Suka

prasetyo676 - April 27, 2014

Iya bro.

Suka

prasetyo676 - April 27, 2014

Mas Miko masih hapal banget kejadian dah lama banget, siip info tambahannya.
Pada masa itu para pembalap Japan bisa bersaing di level atas ya.
Kalau sekarang ini cenderung Spanish rider yg dominan.
Makasih mas dah mampir.

Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: