jump to navigation

Yamaha YZF R15 vs Honda CBR150R Lokal (K45) Dalam Persamaan Ada Perbedaan, Dalam Perbedaan Ada Persamaan April 21, 2014

Posted by prasetyo676 in Honda, Yamaha.
17 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister. Setelah membaca judul di atas, mungkin banyak yg bingung dan dirasa aneh.
Hehehe.. Tenang sobat, judul di atas muncul setelah saya membaca blog kondang kobayogas.com, bagi yg belum membacanya bisa berkunjung ke : http://kobayogas.com/2014/04/20/pojok-opini-persamaan-antara-honda-k45-dengan-yamaha-r15/
Setelah saya membaca artikel tersebut, saya jadi terinspirasi untuk membahas Yamaha YZF R15 dan Honda K45 yg disinyalir merupakan CBR150R versi lokal.

image

Oke lanjut… gas lagi. Yup langsung kita bahas saja.

Dalam Persamaan ada Perbedaan.
Hal yg saya maksud di sini adalah Honda K45 berdasarkan informasi yg sudah berkembang dan spyshoot part yg telah bertebaran, menunjukkan bahwa desainnya akan mirip dengan Honda CBR300R yg sudah mengaplikasi dual keen eyes atau dual headlamp layaknya CBR1000RR yg sudah sangat populer.
Kemudian dari sisi Yamaha YZF R15 yg beredar di Indonesia mengambil basis desain R15 V2.0 yg sudah lama beredar di India, dengan beberapa minor change saja.
Tentu saja hal tersebut merupakan persamaan dari Honda K45 dan Yamaha YZF R15 yg intinya mengaplikasi desain motor yg sudah lebih dulu dikenal.
Selanjutnya perbedaan nya adalah, Honda K45 hanya mengambil basis desain CBR300R. Jadi bukanlah CBR300R yg dibuat di Indonesia. So, hal ini berbeda dengan Yamaha YZF R15 yg memang sebelumnya sudah terlebih dahulu dibuat dan dipasarkan di India yg dikenal dengan nama YZF R15 V2.0.

image

Dalam Perbedaan ada Persamaan
Perbedaan antara Honda K45 dan Yamaha YZF R15 adalah penggunaan tipe mesin dan sasis.
Honda K45 disinyalir menggunakan basis mesin DOHC dari CBSF dan menggunakan sasis pipa tubular yg juga berbasis dari CBSF. Namun footsteps boncenger model gantung dan dikabarkan menggunakan tipe casting yg dibautkan ke sasis.
Selanjutnya Yamaha YZF R15 menggunakan basis mesin SOHC dan rangka yg sering disebut deltabox. Selain itu, footsteps boncenger model pipa yg dilas langsung ke sasis, mirip model yg diaplikasi oleh Vixion atau CBSF.
Setelah kita bahas sisi perbedaannya, terus apa dong persamaannya?
Oke deh, persamaan antara Honda K45 dan Yamaha YZF R15 adalah sama-sama merupakan produk motor sport full fairing 150 cc injeksi yg pertama kali diproduksi oleh AHM dan YIMM di Indonesia.

image

Sekarang sudah jelas kan mengenai maksud dari judul di atas.
“Dalam Persamaan ada Perbedaan, Dalam Perbedaan ada Persamaan”
Last, semoga dengan munculnya dua jagoan dari dua pabrikan motor raksasa tersebut semakin memicu pabrikan untuk saling menelurkan produk yg bagus dari segi desain, performa, kualitas, dan tentu saja harga yg bersahabat. Kita simak saja kelanjutannya nanti.
Semoga artikel ini bermanfaat.
(Prast)

Photos : motoblast.org

MV Agusta F3 800 AGO, Motor Keren & Eksotis yg Hanya Dibuat 300 Unit April 20, 2014

Posted by prasetyo676 in Mv Agusta.
27 comments

image

Prast 676 – Seperti biasa, saya ucapkan salam penuh semangat kepada para brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat dan diberi kelancaran dalam menjalankan aktifitas.
Pemberitaan dalam bidang otomotif, khususnya sepeda motor di Indonesia, saat ini sedang banjir informasi mengenai Yamaha YZF R15 dan spyshoot part Honda K45 yg disinyalir merupakan CBR150R versi lokal yg sudah menganut dual keen eyes atau dual headlamp.
Dual headlamp memang terlihat keren dan agresif, tetapi apakah kalau motor sport full fairing hanya mengaplikasi single headlamp tidak bisa keren?
Sepertinya kita perlu melihat motor buatan pabrikan legendaris asal Italia ini, MV Agusta. Yup, MV Agusta merupakan salah satu pabrikan motor yg sangat disegani, dahulu sebelum mundur dari ajang GP, sempat mendominasi dengan meraih kemenangan berturut-turut.
Memang untuk saat ini penguasa yg mendominasi ajang MotoGP adalah Honda dan Yamaha, tetapi nama MV Agusta tetap merupakan brand prestisius di dunia sepeda motor. Motor yg dihasilkan oleh MV Agusta terlihat indah, sesuai slogannya The Art of Motorcycle.
Meskipun motor yg diproduksi menggunakan single headlamp, tetapi tetap terlihat sangat keren, seperti MV Agusta F3 800 AGO berikut ini.

image

Pada April 2014 ini, MV Agusta resmi mengumumkan spesifikasi final beserta harga resmi untuk motor tipe F3 800 AGO yang akan dijual di seluruh dunia mulai bulan Mei depan.
MV Agusta F3 800 AGO adalah sebuah motor replika balap yang dibuat dalam edisi sangat terbatas (hanya dibuat 300 unit) dan dibuat untuk menghormati pembalap legendaris Giacomo Agostini yang telah memenangkan title 15 kali Juara Dunia GP, dan sampai saat ini masih belum dapat dipecahkan jumlah rekor kemenangannya bahkan oleh seorang Valentino Rossi sekalipun.

image

Agostini akan membubuhkan tanda tangan pada setiap unit F3 800 AGO pada bagian tangki, dan akan disertai sertifikat resmi dari pabrikan yg juga ditanda tangani oleh Agostini. So, motor ini akan menjadi motor yg sangat exclusive dan menjadi collector’s item.

image

Pada dasarnya, F3 800 AGO adalah sama dengan versi F3 reguler, tetapi dilengkapi penambahan beberapa perangkat bagian elektronik, warna tri-color dengan skema unik (merah, putih, hijau), reduksi bobot dengan mengaplikasi carbon fiber dan aluminium pada komponen dan forged wheels nya.

image

Perangkat Electronic traction control masih seperti versi reguler, tetapi khusus untuk versi F3 ini MV Agusta membekali level baru, dengan 8 level yg dapat dipilih, dan kemampuan untuk dimatikan apabila tidak ingin digunakan. Mungkin untuk hal yg satu ini, blogger kondang, bang Kobayogas lebih paham, karena beliau sudah familiar dengan MV Agusta F3 versi reguler.

image

Untuk penggunaan pada track khusus atau sirkuit, terdapat suatu sistem yg disebut oleh MV Agusta : Motor & Vehicle Integrated Control System pada F3 800 AGO ini, yg memungkinkan kita untuk memilih rasio diantara putaran throttle dan bukaan throttle. MV Agusta F3 800 AGO juga dilengkapi dengan pengereman Brembo 4-piston caliper dengan diameter cakram 320mm pada bagian depan dan 220mm pada bagian belakang.

image

Terdapat juga Bosch ABS 9MP (dengan Race Mode) dan MV
Agusta’s RLM system, yg berfungsi untuk mencegah roda belakang terangkat saat melakukan pengereman keras.
Bagian fender depan dan belakang menggunakan bahan carbon fiber yg ringan namun kuat. Selain itu, bagian velg juga menggunakan tipe forged yg membuat bobotnya lebih ringan, menurut klaim MV Agusta bisa memangkas 4.5 pound dibanding F3 standard.

image

Hal-hal yg telah dijelaskan di atas merupakan berita bagusnya, namun ada juga sisi lainnya, yaitu kemungkinan seluruh unit MV Agusta F3 800 AGO tersebut sudah habis terjual sebelum motor tersebut sampai di dealer. Wow, bener-bener akan menjadi motor exclusive nan eksotis nih..

image

Mengenai harga, MV Agusta F3 800 AGO ini dijual senilai 23,990 Euro atau sekitar $33,216 ditambah pernyataan MV Agusta bahwa harga dapat bervariasi pada tiap Negara, karena tergantung kepada biaya import dan pajak. Kalau masuk ke negara kita tercinta, Indonesia, tentu sudah dapat dibayangkan berapa harganya… hehehe..
Mengenai spesifikasi teknis secara detail akan diterangkan di bawah, dan tidak ditranslate agar tidak menimbulkan salah pemahaman karena bahasa technical. 🙂

Berikut ini Spesifikasi Teknis MV Agusta F3 800 AGO :

Performa :
Maximum speed* 269.0 km/h (167.1 mph)

Sasis :
Type ALS Steel tubular trellis
Rear swing arm pivot plates material Aluminum alloy

Suspensi Depan :
Type Marzocchi “UPSIDE DOWN” telescopichydraulic fork with rebound-compression damping and spring preload external and separate adjustment
Fork dia. 43 mm (1.69 in.)
Fork travel 125 mm (4.92 in.)

Suspensi Belakang :
Type Progressive Sachs, single shock absorber with rebound
and compression damping and spring preloadadjustment
Single sided swing arm material Aluminum alloy
Wheel travel 123 mm (4.84 in.)

Sistem Pengereman :
Front brake : Double floating disc with Ø 320 mm
(Ø 12.6 in.) diameter, with steel braking disc and flange
Front brake caliper Brembo radial-type monobloc,
with 4 pistons Ø 34 mm (Ø 1.34 in.)
Rear brake : Single steel disc with Ø 220 mm (Ø 8.66 in.) dia.
Rear brake caliper Brembo with 2 pistons – Ø 34 mm (Ø1.34 in.)
ABS System Bosch 9 Plus with Race Mode and RLM (Rear wheel Lift-up Mitigation)

Velg :
Front : Material/size Forged aluminum alloy 3.50” x 17”
Rear : Material/size Forged aluminum alloy 6.00” x 17”

Ban :
Front : 120/70 – ZR 17 M/C (58 W)
Rear : 190/55 – ZR 17 M/C (75 W)

Fairing :
Material Thermoplastic/Carbon fiber

Mesin :
Type Three cylinder, 4 stroke, 12 valve
Timing system “D.O.H.C”
Total displacement 798 cc
Compression ratio 13.3:1
Starting Electric
Bore x stroke : 79 mm x 54.3 mm (3.1 in. x 2.1 in.)
Max. power – rpm. (at the crankshaft) 108.8 kW (148 hp) at 13.000 r.p.m.
Max. torque – r.p.m. 88 Nm (8.97 kgm) at 10.600 r.p.m.

Cooling system :
Cooling with separated liquid and oil radiators

Engine management system :
Integrated ignition – injection system MVICS (Motor & Vehicle Integrated Control System) with six injectors Engine control unit Eldor EM2.0, throttle body full drive by wire Mikuni, pencil-coil with ion-sensing technology, control of detonation and misfire
Torque control with four maps, TractionControl with eight levels of intervention Electronic quick shift MV EAS (Electronically Assisted Shift)
Clutch Wet, multi-disc slipper clutch Transmission Cassette style; six speed, constant mesh
Primary drive 19/36
Final drive ratio 17/41

Perlengkapan Elektrik :
Voltage 12 V
Alternator 350 W at 5000 r.p.m.
Battery 12 V – 8.6 Ah

Dimensi dan Bobot :
Wheelbase 1380 mm (54.33 in.)
Overall length 2060 mm (81.01 in.)
Overall width 725 mm (28.54 in.)
Saddle height 805 mm (31.69 in.)
Min. ground clearance 125 mm (4.92 in.)
Trail 99 mm (3.89 in.)
Dry weight 377lbs

Last, tertarik dengan MV Agusta F3 800 AGO di atas? Buruan pesan agar tidak kehabisan, hanya dibuat sebanyak 300 unit untuk seluruh dunia, jadi begitu exclusive.
So, MV Agusta F3 800 AGO memang keren dan eksotis kan, silahkan di- share pendapat sobat di kolom komentar.
(Prast)

image

Photos & Spec : http://rideapart.com

Test Ride dan Review Honda CB400 Super Four, Smooth dan Easy Riding April 19, 2014

Posted by prasetyo676 in Honda.
73 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister. Semoga dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam menjalankan aktifitas.
Masih seputar CB400 Super Four, semoga bro dan sist tidak bosan menyimaknya. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang sudah saya publish beberapa hari yg lalu.
Bagi yg belum baca dapat diakses : https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/12/persiapan-test-ride-honda-cb400/

image

Sekedar review singkat saja, Honda CB400 Super Four adalah moge kelas entry level yang diproduksi oleh Honda di plant Kumamoto, dari tahun 1992 sampai dengan saat ini.
Motor ini tersedia di Jepang, Asia Tenggara dan Australia.
Meskipun begitu, ternyata motor ini juga tersedia dalam kondisi second hand di beberapa negara lainnya.
Di Indonesia lumayan mudah ditemui keberadaan CB400 SF ini, meskipun rata-rata sudah keluaran tahun lama.

Untuk informasi sejarah tiap generasi, spesifikasi, gallery foto, serta harga pasaran CB400 Super Four, dapat dilihat di sini :
https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/18/honda-cb400-super-four/

Honda CB400 Super Four yg saya test ride adalah generasi awal, yaitu model yg diproduksi dalam rentang tahun 1992 sampai dengan1999.
Untuk generasi ini, pada tahun 1994 sempat dilakukan minor change
pada bagian mesinnya, yg bertujuan untuk memperbaiki efisiensi.
Selain itu, dilakukan juga penambahan cluster instrumen baru, yg dilengkapi dengan indikator bahan bakar yg diletakkan pada area tachometer.

Oke, lanjut lagi kita bahas mengenai review dan impresi saya pribadi terhadap CB400 Super Four, setelah melakukan test ride.
Maaf untuk beberapa foto mungkin terlihat kurang tajam, karena merupakan screenshot dari video saat saya melakukan test ride.

Desain
Honda CB400 Super Four yg saya test ride masih kental nuansa motor naked sport tahun 1990an, neo classic. Lampu depan bulat besar, garis body cenderung datar, lampu belakang model kotak dengan dua buah bohlam. Model footsteps pembonceng menyatu dengan footsteps rider, yah sekilas mirip bentuk footsteps Honda Tiger 2000.
Sedangkan untuk bentuk body, sekilas garis desainnya mirip dengan Honda old Megapro 160cc generasi pertama, tetapi dengan dimensi yg jauh lebih besar. Yah, mungkin saja Honda Megapro terinspirasi bentuk CB400 Super Four ini sewaktu proses desain.

image

Model ini mungkin buat sebagian orang dianggap jadul dan kurang menarik, tapi justru disitu lah kelebihannya. Dengan desain konvensional dan sangat sederhana tersebut, justru motor tipe seperti ini everlasting, berkarakter. Bisa masuk ke kalangan umur muda, dewasa, sampai kakek nenek.. hehehe..

image

Motor yg saya test ride ini, meskipun sudah berumur belasan tahun, tetapi cat masih original dan mulus, hanya terdapat sedikit karat pada bagian header dan silencer knalpot saja, yah masih wajar kan motor dah berumur, padahal oleh pemiliknya sering diparkir di halaman bengkel, terkena debu dan dijemur di teriknya matahari.
Kondisi motor ini masih original, hanya bagian spion, setang, klakson, silencer knalpot dan shockbreaker belakang saja yg sudah diganti.

image

Oiya, jangan lupa meskipun motor ini didesain pada era tahun 1990an, motor ini sudah mengadopsi tutup tangki rata, khas tutup tangki motor sport masa kini. Jadi motor Honda jadul ini dah gak pake tutup tangki jendul lagi. Sekedar inter-mezzo, mengenai tutup tangki jendul, sempat membuat perang komentar di blog-blog ternama saat dilaunching Honda CB150SF dan Yamaha New Vixion Lightning.

image

Desain tangki bensin membulat dan terdapat lekukan pada sisi kiri dan kanannya, sehingga nyaman saat dibekap paha.
Kapasitas tangki bensin sebesar 18 liter, terlihat proporsional secara desain, dan kapasitasnya juga cukup ideal buat turing.

image

Ergonomi
Honda CB400 Super Four berdimensi sedang, tidak terlalu besar, tetapi tidak bisa dibilang kecil. Dimensinya adalah sebagai berikut :
Jarak sumbu roda : 1,410 mm (56 in)
Panjang 2,040 mm (80 in)
Lebar 725 mm (28.5 in),
Tinggi 1,070 mm (42 in)
Tinggi tempat duduk : 755 mm (29.7 in)
So, dengan dimensi seperti di atas, moge entry level ini cukup ideal buat rata-rata biker di Indonesia.

image

image

Tinggi tempat duduk yg hanya 755 mm membuat kedua telapak kaki (pakai sepatu) saya dapat menapak sempurna ke aspal, bahkan kaki saya masih sedikit tertekuk. Oiya, saya memiliki tinggi badan 171 cm.
Untuk riding position, dengan kondisi tinggi tempat duduk yg agak rendah, serta posisi setang yg cukup tinggi, membuat posisi badan kita cukup tegak saat mengendarainya. Oiya, Honda CB400 Super Four yg saya test ini kondisi setang sudah diganti versi aftermarket dan ditambah raiser. Setang mudah dijangkau tangan, tanpa harus memajukan posisi badan.

image

Untuk posisi footsteps berada di bawah jok pengendara, sehingga posisi ini membuat sang rider tetap rileks, tetapi sigap saat bermanuver rebah di tikungan. Riding position seperti ini cukup mirip dengan Honda Tiger Revolution Cruiser. Jadi bagi para pengguna Honda Tiger Revolution akan merasa familiar dan cepat beradaptasi saat menunggangi CB400 Super Four.
Tentu saja posisi ini sangat nyaman dan membuat kita tahan berlama-lama riding dengan motor ini saat turing maupun sekedar keliling kota.

image

Finishing
Honda CB400 Super Four memiliki built quality serta finishing yg cukup baik. Sambungan tiap body terlihat rapi serta material yg solid.
Untuk motor yg saya test ride ini, bahkan belum ada bagian body yg kendor. Semua part masih menempel kokoh di posisinya, padahal usia motor dah belasan tahun. Buit quality motor CBU dari Jepang memang harus saya akui mantap.

Performa Mesin
Honda CB400 Super Four yg saya test ride kondisi odometer menunjukkan jarak tempuh 14258 km. Masih tergolong cukup rendah untuk ukuran motor berumur belasan tahun. Yup, memang moge pemakainanya rata-rata tidak setiap hari, karena untuk daily riding lebih pas memakai motor sport berkapasitas kecil atau motor bebek dan matic saja.

image

Kondisi mesin masih kering, belum ada rembesan oli di blok mesinnya, menandakan motor ini cukup terawat.
Sebagai gambaran, spesifikasi mesin Honda CB400 Super Four adalah sebagai berikut :

Mesin : DOHC inline 4-cylinder, 4-stroke, 4Valve/cylinder
Sistem pendingin : Water-cooled
Bore x stroke : 55 mm × 42 mm (2.17 in × 1.65 in)
Rasio kompresi : 11.3:1
Power : 39 kW (52 hp) @ 10,500 rpm
Torque : 38 N·m (28 ft·lb) @ 9,500 rpm

image

image

Langsung saja, ambil kunci kontak, putar kunci kontak ke posisi on, dan tekan tombol electric starter.
Seketika muncul suara halus bergemuruh di moncong knalpotnya, diiringi suara desingan zwiiiiiinggg… dari bagian mesinnya, khas suara mesin 4 silinder inline yg merdu dan padat berisi.
Tunggu beberapa saat agar mesin mencapai suhu idealnya sampai sekitar 2 menit, sambil mendengarkan suara knalpotnya yg merdu.. hehehe. Kompresi mesin yg mencapai 11.3 :1 nampak padat, dan akan optimal kalau dikasih bahan bakar setingkat Pertamax plus, yah minimal Pertamax lah.

image

Yup, setelah dirasa cukup, langsung tarik tuas kopling, kemudian injak presneling, lepas kopling perlahan dan tarik gas sedikit.
Tuas kopling termasuk ringan untuk ukuran motor 400 cc, tidak perlu tenaga ekstra saat kita menariknya.
Motor mulai jalan dengan smooth, tanpa gejala ndut-ndutan.
Motor ini memang cukup smooth di tarikan awal, sehingga cukup nyaman buat berkendara di kondisi lalu lintas yg padat.
Mengenai hal ini, sudah tidak asing lagi, klo Honda memang terkenal jago meracik moge yg easy riding, power delivery yg smooth, sehingga cocok buat sebagain besar rider, bahkan buat pemula yg sedang naik kelas dari motor berkapasitas 250 cc atau di bawahnya.
Penasaran dengan performa aslinya, saya coba betot gas saja, dan saat putaran mesin mencapai sekitar 10000 rpm, badan terasa ditarik dari belakang, serta diiringi suara knalpot dari mesin 4 silindernya yg halus namun melengking merdu.
Saya lakukan shifting di kisaran 12000 rpm, padahal mesin ini masih sangup digeber sampai menembus red line 13000 rpm.
(Note : angka indikator red line maksimum yg tertera di tachometer adalah 15000 rpm).

image

Untuk topspeed belum sempat saya coba, dikarenakan kondisi jalan yg dilalui tidak memungkinkan, banyak lalu lalang kendaraan.
Yah, keep safety aja di jalan, hormati dan hargai pengendara jalan yg lainnya. Sekedar informasi, berdasarkan review beberapa media, topspeed Honda CB400 Super Four dapat mencapai 185 km/jam.
Tentu saja untuk urusan topspeed itu banyak faktor, seperti kondisi jalan, arah angin, kondisi lingkungan, bobot ridernya, dll.

image

Handling
Selanjutnya bagaimana soal handlingnya? Yup, langsung kita bahas saja brother dan sister. Pertama, untuk kondisi melaju di straight di kecepatan rendah sampai cukup tinggi (di atas 100 km/jam), motor ini cukup stabil, tidak ada gejala goyang atau melayang.
Bisa jadi hal ini ditunjang bobot motor yg berkisar 190an kg dan center of gravity yang ideal.

Selanjutnya untuk handling saat melakukan manuver saat menyalip kendaraan lainnya dan pada saat menikung juga tergolong lincah dan stabil. Hal ini terkait dengan jarak sumbu roda (wheelbase) yg 1410 mm. Bandingkan dengan spesifikasi wheelbase Kawasaki Ninja 250 FI yg 1400 mm, cuma beda 10 mm saja, sangat tipis kan. So, kurang lebih bisa jadi gambaran kelincahannya, apalagi CB400 SF model naked bike, tidak terganggu fairing saat ber-manuver.
Handling motor ini juga didukung shockbreaker depan model teleskopik berdimensi cukup besar dan dilengkapi double disc brake di roda depan, sehingga tidak terasa geal geol saat kita melakukan hard braking.

image

Roda belakang berukuran 160 mm, dengan velg 17 inch, dikawal swing arm berbentuk kotak berdimensi besar, dan dilengkapi double shockbreaker, cukup nyaman saat melahap tikungan putar arah.
Sekedar informasi, untuk Honda CB400 Super Four yg saya test ride sudah menggunakan shockbreaker aftermarket merk YSS yg dilengkapi dengan tabung.

image

Konsumsi Bahan Bakar
Untuk konsumsi bahan bakar, saya tidak sempat mengukurnya langsung, tetapi sekedar referensi dari web http://www.bikez.com, untuk CB400 Super Four buatan tahun 2011 yg sudah mengadopsi sistem PGM-FI, dapat mencatatkan 3.23 litres/100 km (31.0 km/liter).
Wah termasuk sangat irit untuk ukuran motor dengan mesin berkapasitas 400 cc, 4 silinder inline, DOHC. Motor saya yg berkapasitas kecil saja, mungkin lebih boros dari catatan di atas.
Tentu saja untuk motor CB400 Super Four yg saya test ride ini lebih boros dari itu, karena masih generasi karburator dan umur motor yg sudah belasan tahun.

Kesimpulan
Setelah mengendarai Honda CB400 Super Four, dapat saya sampaikan impresi saya pribadi terhadap motor ini :
1. Dimensi motor ini cukup ideal untuk biker yg memiliki tinggi badan minimal 168 cm.
2. Bobot motor ini cukup lumayan untuk ukuran motor 400 cc, namun hal tersebut tidak terasa saat sudah kondisi berjalan.
3. Performa motor ini cukup ideal untuk kondisi lalu lintas di Indonesia. Dengan power 52 hp, tidak terlalu besar, tetapi tidak bisa dibilang kecil.
4. Akselerasi awal motor ini cukup smooth di rpm bawah sampai menengah. Tarikan mulai terasa kuat saat mesin mencapai kisaran 10000 rpm.
5. Handling motor cukup baik, tergolong lincah untuk menembus padatnya lalu lintas, dan saat melakukan manuver putar balik atau saat di tikungan.
6. Pengereman motor tergolong cukup pakem, tetapi tidak bisa dibilang pakem banget. Yah, sebut saja kategori sedang lah.
7. Mesin 4 silinder inline menghasilkan suara yg khas, halus dan merdu, sekaligus minim getaran.
8. Riding position cukup nyaman, cocok buat riding di perkotaan atau melintasi jalan luar kota, saat touring.
9. Ideal buat rider yg naik kelas dari motor 200-250 cc ke kelas moge entry level.
10. Desain neo classic yg buat sebagian orang dianggap kuno atau jadul, tapi justru desain seperti itu everlasting, berkarakter, dan cocok untuk rider muda maupun dewasa / berumur.

image

Loh, kok review nya terkesan positif semua ya? Hehehe.. tenang, itu hasil impresi saya pribadi terhadap Honda CB400 Super Four yg saya test ride. Saya hanya menyampaikan apa yg saya ketahui dan rasakan. Mungkin impresi bisa berbeda untuk tester yg lainnya.
So, Honda CB400 Super Four pantas dikasih nilai berapa?
Oke deh, saya kasih nilai 9 dari skala 10, cukup worthy untuk dimiliki. Hanya saja, harga unit baru memang mungkin yg membuat nilai worthy nya berkurang, karena setara harga moge 800 cc merk pabrikan lainnya. Berdasarkan informasi yg pernah saya baca, kalau kita membeli unit baru melalui Importir Umum dapat mencapai 200jt rupiah, tergantung nilai fluktuasi mata uang Yen terhadap Rupiah.

image

Last, saya ucapkan terima kasih kepada Siantar Motor Sport Bekasi, yg telah berkenan meminjamkan motornya untuk saya test ride.
Semoga nantinya berkenan meminjamkan koleksi moge-moge yg lainnya lagi, untuk saya test ride. 🙂
Mohon maaf apabila di beberapa foto, saya tidak memakai helm, itu hanya untuk sesi foto, jangan ditiru. Tetap keep safety riding di jalan raya, gunakan riding gear dan helm saat berkendara.
Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa di artikel selanjutnya.
(Prast)

Photos : prasetyo676.wordpress.com

Honda CB400 Super Four Sangat Cocok Bila Dipasarkan di Indonesia April 18, 2014

Posted by prasetyo676 in Honda.
82 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat dan aktifitasnya berjalan lancar.
Dikarenakan kesibukan penulis, artikel yg sedianya saya publish beberapa hari kemarin, jadi sempat tertunda. Meskipun saat ini sedang ramai pemberitaan tentang YZF R15 di dunia internet maupun per blogger-an, saya coba membahas motor lain saja, sebagai inter mezzo sekaligus menambah referensi bagi sebagian biker yg menginginkan motor berkapasitas mesin kelas menegah.

Oke, langsung saja, kali ini akan kita bahas salah satu moge entry level dari pabrikan motor terbesar di dunia, Honda.
Yup, yg akan kita bahas kali ini adalah Honda CB400 Super Four (CB400SF) yg sudah cukup dikenal oleh sebagian biker di sini.

image

Honda CB400SF adalah moge entry level yang diproduksi oleh Honda di plant Kumamoto, dari tahun 1992 sampai dengan saat ini.
Motor ini tersedia di Jepang, Asia Tenggara dan Australia.
Meskipun begitu, ternyata motor ini juga tersedia dalam kondisi second hand di beberapa negara lainnya.

image

image

Model History
Honda CB400SF diperkenalkan di Jepang pada tahun 1992, dengan basis mesin mirip dengan yg digunakan CBR400RR versi awal, dan CB-1. Motor ini aslinya hanya dijual di Jepang (JDM), tetapi kemudian juga tersedia untuk pasaran Singapura dan Australia pada tahun 2008.
CB400 dibuat dengan tipikal pasar domestik Jepang mulai tahun 1970an, dan dilakukan update dengan teknologi modern.

image

Honda CB400SF didesain dengan model naked retro, disandingkan dengan mesin 4 silinder inline, yg sangat halus.
Model yg diadopsi oleh CB400SF ini meskipun terkesan jadul, tapi justru di situ kelebihannya. Karena model dengan desain tersebut lebih everlasting, tidak mudah termakan jaman.
Modelnya agak mirip dengan Old Honda Megapro 160cc, tetapi tentu saja dimensi CB400SF jauh lebih besar, lebih kekar, lebih macho, dan pasti lebih menawan.

image

Mulai tahun 1999 juga tersedia CB400  Super Bold’or di Jepang, yang dilengkapi dengan fairing kecil di sekeliling headlamp nya. Model tersebut juga sering disebut Super Bol D’Or.

Mengenai perkembangan model CB400 Super Four adalah sebagai berikut :

image

Generasi tahun 1992 – 1999 :
CB400 Super Four (1992) diproduksi antara tahun 1992 sampai dengan 1999, yg tersedia dalam berbagai varian warna.
Pada tahun 1994 sempat dilakukan minor change pada bagian mesinnya, yg bertujuan untuk memperbaiki efisiensi.
Selain itu, dilakukan juga penambahan cluster instrumen baru, yg dilengkapi dengan indikator bahan bakar yg diletakkan pada area tachometer.

image

Generasi tahun 1999 – 2002 :
Honda CB400 VTEC (Spec I) pada tahun 1999 memperkenalkan perubahan yg cukup besar pada bagian mesin, dengan melakukan penambahan sistem VTEC. Dengan sistem VTEC ini, meskipun mesin yg digunakan adalah 4 silinder dengan mengaplikasikan 4 katup pada tiap silindernya, namun saat di bawah 6750 rpm, sistem ini akan me-non aktifkan 1 katup buang (exhaust) dan 1 katup isap (intake).
Dengan metode tersebut, maka akan memperbaiki power para range low dan mid. Sementara itu, performa akan meningkat saat rpm tinggi, karena 4 buah katup tiap silindernya beroperasi semua.
Honda CB400 VTEC (Spec I) juga menunjukkan perbaikan dari sisi konsumsi bahan bakar, perbaikan pada sisi handling dan suspensi, serta bobot yg lebih ringan dari CB400 Super Four (SF).

image

Generasi tahun 2002 – 2003 :
CB400 VTEC (Spec II) (2002) terdapat perubahan pada sistem operasi VTEC  yang menerapkan operasional ke-empat buah katup pada tiap silindernya beroperasi mulai 6300 rpm pada seluruh gear.
Model ini juga mengenalkan beberapa perubahan minor pada bagian mesinnya, diantaranya adalah penambahan HISS ignition security system dan perubahan desain pada panel instrumen.

image

Generasi tahun 2003 – 2007 :
CB400 VTEC (Spec III) (2003) terdapat perubahan pada sistem operasi VTEC  yang menerapkan operasional ke-empat buah katup pada tiap silindernya beroperasi mulai 6300 rpm pada gear 1 sampai 5, dan 6750 rpm pada gear ke 6. Perubahan minor yg lainnya adalah ketinggian tempat duduk yg dibuat lebih rendah, penambahan behel pegangan buat pembonceng, sorta perubahan lampu belakang menjadi tipe LED yg semakin terlihat keren.
CB400 VTEC tersedia baik versi naked maupun versi half fairing Super Bol D’Or.

image

Generasi tahun 2008 – Saat ini :
CB400 Super Four – Revolution (2008) memperkenalkan sistem  PGM-
FI Fuel Injection pada keluarga Honda CB400, yg semakin memperbaiki tingkat efisiensi pada konsumsi bahan bakar.
Sistem operasi VTEC yang disempurnakan, seperti pada saat gear 1-5, maka 4 buah katup tiap silindernya akan bekerja pada 6300 rpm dengan bukaan throttle yang lebar, atau juga bila 6750 rpm.
Kemudian pada sistem baru ini, VTEC juga akan beroperasi saat 6750 rpm pada gear 6 setiap saat.
Dimulai dengan tipe Revo, perangkat rem ABS menjadi salah satu opsi pada Honda CB400, dan terdiri dari sebuah versi, yaitu Combined-ABS.
Sistem ABS pada Honda CB400 mempunyai 3 buah piston caliper pada rem depan, bukan tipe 4 piston sistem oposit standar.
CB400 Revo tersedia dalam versi naked CB400 dan half fairing Super Bol D’Or.

image

image

image

Berikut ini spesifikasi Honda CB400 Super Four secara umum (spesifikasi dapat berbeda untuk tiap generasi pada beberapa item) :

Pabrikan : Honda
Kelas : Naked bike
Mesin : DOHC inline 4-cylinder, NC42E, 4-stroke, 4 Valve
Sistem pendingin : Water-cooled
Bore x stroke : 55 mm × 42 mm (2.17 in × 1.65 in)
Rasio kompresi : 11.3:1
Power : 39 kW (52 hp) @ 10,500 rpm
Torque : 38 N·m (28 ft·lb) @ 9,500 rpm
Transmisi : 6-speed, wet multi-plate clutch, chain drive
Jarak sumbu roda : 1,410 mm (56 in)
Dimensi : P 2,040 mm (80 in), L 725 mm (28.5 in), T 1,070 mm (42 in)
Tinggi tempat duduk : 755 mm (29.7 in)
Kapasitas tangki bahan bakar : 18 L (4.0 imp gal; 4.8 US gal)

image

Dengan power berkisar antara 52-53 hp, tentu saja itu sudah lebih dari cukup untuk digunakan pada kondisi lalu lintas atau jalanan di Indonesia. Torsi yg dihasilkan pun tergolong mumpuni, 38 Nm.
Dimensi secara keseluruhan dan tinggi tempat duduk juga masih sesuai dengan postur rata-rata orang Indonesia yg memiliki tinggi badan berkisar antara 165-170 cm.
Honda CB400SF juga lumayan mudah ditemui keberadaannya di Indonesia. Kondisinya juga banyak yg mesinnya masih terawat dan body masih mulus.

Harga Pasaran
Untuk range harga second, di pasaran berkisar mulai dari 30an juta rupiah, sampai dengan 85an juta rupiah untuk tahun 1992 sampai 1998. Harga tersebut tergantung tahun pembuatan, kondisi motor, dan juga kelengkapan surat-surat nya.

Berikut ini salah satu contoh iklan Honda CB400 Super Four second yg ditawarkan di internet :

image

Untuk CB400 Baru, buatan tahun 2013 ke atas, harga pasaran dapat mencapai 200jt, apabila kita membelinya lewat Importir Umum (IU), tergantung nilai fluktuasi yen terhadap rupiah. Lumayan wow juga harga tersebut, untuk ukuran motor 400cc. Tetapi harga tersebut terbayarkan dengan kualitas finishing yg bagus, teknologi mesin modern, serta pride yg nilainya susah diukur.
Bisa dilihat harga Kawasaki Estrella yg masih mengadopsi mesin air cooled, 250 cc, 1 silinder saja hampir menyentuh level 70 juta rupiah, karena motor-motor tersebut didatangkan dari  negara Jepang.

image

image

Honda CB400 Super Four dapat menjadi salah satu pilihan tepat bagi para biker yg ingin naik kelas dari motor sport 200-250 cc ke kelas moge entry level.
Akan sangat menarik apabila Astra Honda Motor (AHM) selaku APM Honda, sudi untuk memasarkannya secara resmi di Indonesia. Karena power serta dimensi moge ini masih layak untuk kondisi jalan di Indonesia secara umum. Selain itu, model CB400 akan memberi opsi lain buat para biker yg selama ini banyak disuguhi moge sport berdesain modern dari pabrikan Jepang yg sudah lebih dulu terjun memasarkan moge di tanah air (Kawasaki, Yamaha, Suzuki).
Semoga AHM melihat potensi tersebut, meskipun model naked retro memang menyasar segmen yg tidak terlalu luas.

Saya pribadi, justru berharap penerus Honda Tiger berdesain seperti CB400 Super Four ini, dilengkapi kaki-kaki kekar yang terlihat gagah.
Aura sport cruiser serta neo classic, serta terlihat elegan, layaknya Honda Tiger 2000 pada awal kemunculannya di tahun 1993.

Untuk review test ride Honda CB400 Super Four, akan saya bahas pada artikel terpisah, jadi ikuti terus ulasan di blog ini.
(Prast)

image

image

Update :
Test Ride dan review Honda CB400 Super Four, Smooth dan Easy Riding. Klik link di bawah ini :
https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/19/test-ride-dan-review-honda-cb400-super-four-smooth-dan-easy-riding/

Photos source : Google

Honda FTR 223 cc 2014 Stylish dan Eye-catching April 16, 2014

Posted by prasetyo676 in Honda.
21 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga dalam keadaan sehat dan diberikan kelancaran dalam menjalankan aktifitas.
Di tengah gempita berita tentang Yamaha YZF R15, saya justru coba membahas motor berpenampilan jadul dari pabrikan Honda.
Sekedar bahasan ringan dan singkat saja, karena motor ini memang belum dipasarkan di Indonesia, dan saya pun belum pernah menjumpainya secara langsung.

image

Yup, motor tersebut adalah Honda FTR 2014.
Motor ini berpenampilan flat track bike, berdesain retro classic.
Honda FTR dikenal sebagai motor yg ringan, mudah dikendarai, dan sekaligus stylish.

Spesifikasi Honda FTR 223 secara umum adalah :

Engine : Air cooled, four stroke, single cylinder, SOHC,
Capacity : 223 cc
Bore x Stroke : 65.5 × 66.2 mm
Compression Ratio : 9.0:1
Front Tyre : 120/90-18
Rear Tyre : 120/90-18
Dry-Weight : 119 kg
Fuel Capacity : 7.2 Litres

Model ini akan cukup menarik apabila dipasarkan di Indonesia, karena masih belum mainstream. Tentu akan membikin mata orang melirik ketika melihatnya di jalan, karena modelnya memang eye-catching.
Motor ini dilengkapi dengan mesin berkapasitas 223cc, SOHC, air cooled, tampilan mesin agak mirip dengan mesin kaizen 200cc yg selama ini digunakan oleh Honda Tiger.
Wah, apakah nantinya mesin next Tiger FI menyerupai ini ya?
Kita pantau saja perkembangannya.
(Prast)

Photo : rideapart.com

FIM Merayakan Anniversary ke 110 April 15, 2014

Posted by prasetyo676 in General.
6 comments

Prast 676 – Sekedar share informasi dari http://www.motogp.com, tentang FIM yg telah berusia 110 tahun.
Berikut ini Berita lengkapnya :

The Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) was founded on December 21, 1904, in the rooms of the
restaurant Ledoyen in Paris, under the name of Fédération Internationale des Clubs Motocyclistes.
The Motocycle-Club de France organised a race called the International Cup in Dourdan, to the south-west of
Paris, on September 25, 1904 with the participation of Austria, Denmark, France, Germany, and Great Britain.
The race was won by France, but it became apparent that a sporting authority was needed to settle potential
disputes arising out of international events. As a result, the sports clubs of the five countries put forward the
idea of creating the Fédération Internationale des Clubs Motocyclistes (FICM).

image

However, in July 1906, on the occasion of the International Cup in Patzau, Bohemia, the delegates of the
participating countries – Austria, France, Germany and Great Britain – unanimously decided to dissolve the
FICM. In the event, the FICM was not formally dissolved but just remained dormant for the next five years.
The Auto-Cycle Union of Great Britain then took the initiative of convening a meeting at Olympia in London on
28 November 1912 which was attended by delegates from Belgium, Denmark, France, Great Britain, Italy, the
Netherlands and the United States.
The FICM was re-established in order to control and develop the sporting and touring aspects of motorcycling
and to assist all motorcycle users. Two weeks later, a Congress was held in Paris in which Germany, Austria
and Switzerland also took part. These ten countries are considered as the official founder members of the
FICM.
The Marquis de Mouzilly St-Mars was elected Patron and the Honourable Sir Arthur Stanley MP President.
The following year, the first international event held under the aegis of the FICM took place: the International
Six Days Reliability Trial, forerunner of today’s International Six Days’ Enduro.
By the eve of the Second World War, the FICM had 30 affiliated members. In 1936 the first Speedway World
Final took place in the Wembley Stadium. This was the first official FI(C)M World Championship and the first
World Champion title was won by Australian rider Lionel van Praag.
In 1937, an agreement was drawn up by the FICM and the AIACR (the International Association of
Recognised Automobile Clubs, predecessor of the FIA) defining their relationship and providing for very close
collaboration between both organisations.
After the war, the FICM resumed its activities in 1946. In 1947 in the Netherlands, an event called “cross-
country” was held with riders from Great Britain, Belgium and Holland. It was the first Motocross des Nations.
In 1949, the FICM became the Fédération Internationale Motocycliste (FIM). That same year saw the launch
of the world’s most prestigious motorcycling competition: the Road Racing World Championship Grand Prix,
now known as the MotoGP™ World Championship.

Source : motogp.com

Klasemen MotoGP Sampai dengan Seri Austin Texas 2014 April 15, 2014

Posted by prasetyo676 in MotoGP.
4 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister.
Sekedar update informasi seputar MotoGP, bagi para pembaca yg ingin tau posisi klasemen sementara rider MotoGP 2014, sampai dengan seri Austin, Texas, COTA.
Marc Marquez bertengger di puncak klasemen dengan , mengumpulkan 50 point yg didapat setelah memenangkan seri Qatar dan Austin berturut-turut.

image

Dani Pedrosa menempati peringkat ke dua, dengan mengumpulkan 36 point, tertinggal 14 point dari Marquez.

Valentino Rossi berhasil menduduki peringkat ke tiga pada saat ini, dengan mengumpulkan 28 point.

Andrea Dovizioso dari team Ducati menempati posisi ke empat dengan perolehan 27 point.

Aleix Espargaro berada di posisi ke lima, dengan 20 point.
Nicky Hayden berhasil menduduki peringkat ke delapan, dengan perolehan 13 point untuk saat ini.

Sementara itu, pembalap andalan team Yamaha, Jorge Lorenzo berada pada peringkat ke enam belas, dengan perolehan 6 point.

Berikut ini data klasemen sementara rider MotoGP  :

1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 50 points
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 36 points (-14)
3. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 28 points (-22)
4. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici) 27 points (-23)
5. Aleix Espargaro ESP NGM Forward Racing (Forward Yamaha) 20 points (-30)
6. Andrea Iannone ITA Pramac Racing (Desmosedici) 15 points (-35)
7. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 13 points (-37)
8. Nicky Hayden USA Drive M7 Aspar (RCV1000R) 13 points (-37)
9. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 11 points (-39)
10. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 10 points (-40)
11. Cal Crutchlow GBR Ducati Team (Desmosedici) 10 points (-40)
12. Scott Redding GBR Go&Fun Honda Gresini (RCV1000R) 9 points (-41)
13. Hiroshi Aoyama JPN Drive M7 Aspar (RCV1000R) 9 points (-41)
14. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (Forward Yamaha) 7 points (-43)
15. Yonny Hernandez COL Pramac Racing (Desmosedici) 7 points (-43)
16. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 6 points (-44)
17. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (RCV1000R) 5 points (-45)
18. Danilo Petrucci ITA IodaRacing Project (ART) 2 points (-48)
19. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Avintia) 1 points (-49)
20. Broc Parkes AUS Paul Bird Motorsport (PBM-ART) 1 points (-49)

Source : crash.net

Sekian, semoga informasi ini bermanfaat.
(Prast)

Galeri Foto Lorenzo Melakukan Jump Start pada MotoGP Austin Texas 2014 April 14, 2014

Posted by prasetyo676 in MotoGP.
27 comments

Past 676 – Seperti sudah kita ketahui, bahwa pada race MotoGP Austin, Texas, COTA 2014, pembalap andalan dari kubu Yamaha, Jorge Lorenzo melakukan kesalahan saat melakukan start.
Yup, doi melakukan jump start yg mengakibatkan dirinya harus menerima hukuman, drive through penalty, dan harus puas dengan finish di posisi ke sepuluh.
Bagi yg belum membaca berita lengkapnya, silahkan klik di sini :
https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/13/motogp-austin-2014-marquez-juara-honda-dominan-lorenzo-jump-start/

Berikut ini galeri foto Jorge Lorenzo saat mengikuti race MotoGP Austin, Texas, COTA 2014 :

image

image

image

image

image

Source : crash.net

(Prast)

MotoGP Austin 2014, Marquez Juara, Honda Dominan, Lorenzo Jump Start April 13, 2014

Posted by prasetyo676 in MotoGP.
16 comments

image

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister. Race MotoGP Austin, COTA 2014 menyajikan tontonan yg cukup mengagetkan bagi para penggemar MotoGP. Hal yg mengagetkan bukan karena saking serunya race, tetapi kesalahan yg dilakukan oleh Jorge Lorenzo saat melakukan start. Yup, doi melakukan jump start, sehingga harus diganjar drive through penalty.

Sebenarnya kesalahan melakukan jump start bukanlah hal yg mengagetkan di dunia balap. Kesalahan jump start bisa dilihat wajar apabila dilakukan oleh para pembalap pemula yg belum berpengalaman. Tetapi yg cukup membuat saya kaget adalah kesalahan tersebut dilakukan oleh seorang Jorge Lorenzo, seorang pembalap MotoGP yg terkenal dengan konsistensinya dan penuh perhitungan matang. Lorenzo terlihat maju duluan, jauh sebelum lampu start padam.

Ya, sebagai seorang manusia, tentu saja kesalahan tidak dapat dihindari oleh siapapun, termasuk Lorenzo. Sebagai penikmat MotoGP, menurut opini saya, doi bisa melakukan kesalahan dengan melakukan jump start bisa jadi karena tekanan mental yg begitu tinggi. Yup, kita semua tau, bahwa Lorenzo gagal mendulang point saat mengikuti GP Qatar, sebagai Seri pembuka MotoGP 2014. Lorenzo tertinggal 25 point dari rival terberatnya, Marc Marquez. Bahkan Lorenzo pun kalah point dari rekan satu teamnya, Valentino Rossi. Tentu hal tersebut memberikan pressure terhadap Lorenzo, agar bisa meraih point maksimal pada race MotoGP Austin, COTA 2014 ini. Ya, tekanan mental bisa membuat siapapun dapat melakukan kesalahan, meskipun seorang mantan Juara Dunia MotoGP sekalipun.
Berikut ini keterangan Lorenzo mengenai aksi jump start yg dilakukannya:
“Ketika saya masuk ke dalam grid untuk memulai balapan,
saya terganggu nyamuk di helm. Jadi saya memutuskan
untuk mengusirnya dan ini sangat mengganggu saya. Saya
tidak berpikir atau fokus saat itu,”
“Ketika saya melihat lampu merah menyala, saya mengira
balapan sudah mulai jadi saya memutuskan untuk melepas
kopling dan di saat itu saya melakukan jump start,” terang Lorenzo kepada motogp.com, Senin (14/4/2014).

Kesalahan yg dilakukan oleh Lorenzo tersebut tentu saja tidak menguntungkan buat dirinya maupun team Yamaha dalam rangka pengumpulan point. Jorge Lorenzo hanya berhasil finish di posisi ke sepuluh, tertinggal 49.111 detik di belakang sang juara satu.

image

Rekan setim Lorenzo, yaitu Valentino Rossi juga tampak kesulitan di trek Austin yg lebih klop dengan motor Honda ini. Valentino Rossi hanya berhasil meraih posisi finish ke delapan, itupun tampak diraih dengan cukup berat. Tampaknya kubu Yamaha perlu berbenah memperbaiki YRZ M1 2014 agar lebih bertaji.

Hal sebaliknya justru didapat oleh kubu team Honda. Pada race MotoGP Austin COTA 2014 ini, team dari kubu Honda begitu mendominasi. Bukti bahwa Honda RC213V serta para pembalapnya digdaya di sirkuit kebanggaan Amerika ini.

image

Marc Marquez langsung memimpin jalannya balapan, begitu Lorenzo dikenakan drive through penalty. Marquez begitu mendominasi, dengan mencetak beberapa kali fastest lap. Marquez berhasil menjadi juara satu pada race MotoGP Austin COTA 2014 ini. Marc Marquez terlihat sangat kuat di sirkuit Austin ini, yup doi berhasil menjadi yg tercepat dari sesi FP1, FP2, FP3, FP4, QP dan Race.
Pada posisi ke dua, ditempati oleh Dani Pedrosa yg masih satu team dengan Marc Marquez.  Selisih 4.124 detik dengan Marquez.

Andrea Dovizioso dari team Ducati juga menunjukkan hasil yg positif dengan berhasil mengamankan posisi ke tiga, dibelakang Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Pertarungan sengit sempat terjadi antara Stefan Bradl dari team satelit LCR Honda, melawan Bradley Smith dari team satelit Monster Yamaha Tech3 dalam memperebutkan posisi ke empat. Stefan Bradl berhasil memenangkan pertarungannya, sehingga meraih posisi ke empat di garis finish. Bradley Smith mengikuti dibelakangnya.

Nicky Hayden dari team Drive M7 Aspar yg menggunakan motor Honda RCV1000R tampaknya masih kesulitan untuk menembus posisi sepuluh besar pada race kali ini, karena doi hanya berhasil meraih posisi ke sebelas, di belakang Jorge Lorenzo.

Berikut ini hasil race MotoGP Austin, COTA 2014 :

Po. Name Team Gap First
1 MARQUEZ M. Repsol Honda Team Lap 21
2 PEDROSA D. Repsol Honda Team +4.124
3 DOVIZIOSO A. Ducati Team +20.976
4 BRADL S. LCR Honda MotoGP +22.790
5 SMITH B. Monster Yamaha Te +22.963
6 ESPARGARO P. Monster Yamaha Te +26.567
7 IANNONE A. Pramac Racing +28.257
8 ROSSI V. Movistar Yamaha M +45.519
9 ESPARGARO A. NGM Forward Racing +47.605
10 LORENZO J. Movistar Yamaha M +49.111
11 HAYDEN N. Drive M7 Aspar +1:00.735
12 AOYAMA H. Drive M7 Aspar +1:03.954
13 HERNANDEZ Y. Energy T.I. Pramac +1:07.333

Demikian ulasan hasil race MotoGP Austin 2014, semoga race berikutnya di Argentina, tgl 27 April 2014 dapat menyajikan tontonan seru bagi para penikmat MotoGP.
(Prast)

Photos : motogp.com

Yamaha R15 Semakin Gencar Diperkenalkan ke Publik April 13, 2014

Posted by prasetyo676 in Yamaha.
10 comments

Prast 676 – Salam penuh semangat brother dan sister, semoga diberi kelancaran dalam menjalankan aktifitas.
Berita tentang Yamaha YZF R15 saat ini sangat gencar dibahas di jagat blog maupun internet. Yup, motor sport fairing 150cc dari pabrikan Yamaha ini menarik perhatian para blogger untuk membahasnya, dikarenakan animo publik yg tampak antusias terhadap motor ini.
image

Launching Yamaha R15 tinggal menghitung hari, bahkan sudah dipublikasi mengenai hadiah helm HJC bagi beberapa pembeli awal yg beruntung.

image

Sang Yamaha YZF R15 pun kembali muncul saat berlangsung siaran live MotoGP Austin, COTA 2014 di stasiun televisi swasta Trans7.
Ini merupakan indikasi bahwa Yamaha benar-benar ingin mengoptimalkan proses pengenalan YZF R15 kepada publik, khususnya bagi para masyarakat awam yg tidak begitu mengikuti informasi seputar otomotif di jagat blog atau internet.
Yamaha ingin menegaskan bahwa mereka mempunyai motor sport fairing yg sebentar lagi dapat dimiliki oleh publik di Indonesia, sehingga masyarakat tidak dibingungkan tentang kepastian munculnya sang sport fairing yg beberapa tahun lalu hanya sebatas rumor. Para biker di Indonesia hanya melihat Yamaha YZF R15 di internet, atau bagi yg ingin memilikinya harus menebusnya  lewat Importir Umum (IU) yg harganya cukup tinggi.

image

Bagi para pemerhati informasi seputar otomotif, kemunculan Yamaha YZF R15 ini sudah tidak mengangetkan lagi, karena sosok sang sport fairing tersebut sudah begitu lama dibahas dan menjadi salah satu topik utama, selain kemunculan Kawasaki Ninja 250 RR / SL Mono, maupun berita tentang calon sport fairing 150cc dari AHM, yaitu K45 atau biasa disebut CBR150R versi lokal.

image

So, seberapa efektif langkah yg dilakukan oleh YIMM mengenai pengenalan YZF R15 ini ke publik?
Kita tunggu saja hasilnya, setelah sang sport fairing 150cc ini di-launching.
(Prast)